Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Minta Cerai


__ADS_3

Dua pasang mata saling terpaku.Menatap dengan respon yang berbeda.


Albi yang awalnya terkejut dengan adanya Hanna di sana bersama Firman.Sedangkan Hanna dengan wajah yang terlihat datar tanpa ekspresi.


"Hanna ! sini !!" seru Rana meneriaki sahabatnya yang masih diam tanpa ekspresi di samping Firman.


Tanpa satu patah katapun Hanna melangkah menuju meja dimana teamnya berada.


Sedangkan Albi yang masih terpaku di tempat karena keterkejutannya.


"Bos, sudah..nanti gue terangin." bisik Firman yang menyadarkan Albi dari keterpakuannya.


"Hemm.."jawab Albi dengan singkat .


Albi berjalan beriringan dengan Firman ke ruangan khusus yang di gunakan oleh para petinggi perusahaan jika mereka menyambangi kantin.


Semantara Hanna sedikit melirik kearah Albi dengan ujung matanya dan melihat punggung Albi yang makin menjauhi tempat dimana mereka berada.


"Han,Hanna !!" tegur Rana.


"Apaan sih kamu Ra,aku nggak budeg kali.Nggak usah pake teriak-teriak juga." protes Hanna mengusap kupingnya yang terasa sakit mendengar teriakan Rana.


"Nggak budeg sih emang,tapi..lo itu aneh." ujar Rana dengan mencebikkan bibirnya.


"Apanya yang aneh sih,ngaco." timpal Hanna.


Hanna yang mencoba fokus dengan makanan di depannya tetap saja teringat sosok yang baru saja bertemu dengan dirinya yang sudah lumayan lama mereka tak pernah berjumpa.


Tak beda jauh dengan Hanna Albi pun sama.Dia pun mencuri-curi pandang pada sosok Hanna yang sedang asyik bicara dengan para teman-temannya dan sesekali terlihat menampilkan senyuman manisnya dan bahkan tawanya.


"Kalau rindu temui dia.Dia istrimu,dia berhak atas dirimu dan kamu juga begitu.Walaupun menikah karena terpaksa sebab tanggung jawab, setidaknya kalian bisa belajar untuk saling menerima dan saling mengenal dulu." ujar Firman.


"Lo gil* atau gimana,gue punya Rossa.Cinta gue cuma buat Rossa."ucap Albi sinis.


"Tahulah,emang lo itu Mr Bucin.Tapi, jadi suami jangan polos-polos amat atau bahkan jangan terlalu percaya.Bukan mau hasut atau menjelekkan salah satu pihak,kalian ini suami istri dan tidak baik jika kalian terpisah terlalu lama.Lo masih komunikasi sama Rossa tapi,Hanna..bahkan chatt buat sekedar nanyain keadaan dia atau bahkan mertua lo saja nggak pernah kan?"


Perkataan Firman membuat Albi mengingat kembali pesan dari mertuanya.


"Apapun alasannya kamu menikahi anak saya ,ayah percaya kalau kamu pria yang akan tetap setia dengan janji.Apalagi dengan janji mu pada Allah.Ayah ingin kamu selalu menjaga putri ayah,dia terlihat kuat di luar namun,dia begitu rapuh jika kamu sudah menyelami dunianya."


Perkataan mertuanya membuat dirinya merasa bersalah dengan apa yang selama ini dia lakukan pada Hanna.Ada namun terabaikan . Padahal dia juga mengalami hal serupa,diabaikan oleh pasangan yang begitu dia cintai.Walaupun Hanna tidak mencintainya namun,jika mereka bersama Hanna selalu melayaninya.


"Baru inget lo,gue berharap lo berubah." ucap Firman.


"Berubah, maksudnya gue harus berubah mencintai Hanna,bulshit !"


ucap Albi sesaat melirik sosok Hanna yang beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Sepersekian detik mata mereka saling bertaut.Namun,dengan cepat Hanna memutuskan untuk melangkah pergi dengan tidak lagi menoleh pada dirinya.


"Cari tahu dimana dia tinggal." ucap Albi dan langsung beranjak dari tempat duduknya dan melenggang pergi begitu saja.


Melihat tingkah Albi tentu saja Firman merasa kesal apalagi sikap bossy Albi.


...----------------...


Sejak pertemuan di kantin itu,kedua manusia yang masih terikat dengan ikatan pernikahan,mereka sama-sama tidak bisa fokus lagi dengan pekerjaan mereka.


"Lo baik-baik saja kan Han?" tanya Rana yang sempat melihat tingkah Hanna yang menjadi suka melamun.


"It's Okey hanya kangen ayah saja." ujar Hanna memberikan alasan yang logis.


Mendengar jawaban Hanna akhirnya Rana tak lagi menanyakan hal-hal aneh lagi pada Hanna.Mungkin hari ini adalah hari dimana Hanna terlihat lebih banyak diam.


"Hanna kenapa yah,ada masalahkah?" tanya Jana.


"Entahlah ,dia tadi bilang hanya kangen sama almarhum ayahnya." terang Rana.


"Owhh.."


Mereka pun akhirnya fokus kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


"Shittt !!"umpat Albi mengacak rambutnya merasa frustasi.


Mendengar umpatan Albi,sontak membuat Firman menoleh pada Albi yang ada di depannya.


"Tuk..


"Siaul lo!!"umpat Firman setelah dapat lemparan pulpen yang melayang kejidarnya.


Memang ada benarnya juga,mereka harus bicara dan Albi pun bertekad untuk bicara dengan Hanna.


...****************...


Hanna dan juga Rana melangkah keluar menuju parkiran saat Hanna ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba pintu mobil nya di tahan oleh seseorang.


"Bang Fir'aun !!" seru Hanna tanpa sadar.


"Keluar !!" seru Firman dengan wajah datarnya.


"Nggak mau, singkirkan tangan kamu !" ucap Hanna dengan berusaha melepaskan tangan Firman dari pintu mobil milik Rana.


Rana yang melihat tingkah kedua orang yang ada di depannya pun bertanya-tanya.Kenapa mereka terlihat sangat akrab.Apalagi dengan songongnya Hanna memanggil Firman dengan sebutan Fir'aun.


"Han,kamu ada masalah apa sama pak Firman sampe dia begitu?" tanya Rana dengan sedikit berbisik

__ADS_1


"Hanna Farisa bin Hilman keluar !" pekik Firman membuat Hanna memejamkan matanya mender teguran Firman.


Sedangkan Rana yang belum juga mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya itu tambah syok mendengar Firman menyebutkan nama Hanna dengan begitu lengkap tambah ada nama ayah Hanna.


"Oke fine,biar ABANG PUAS !!" teriak Hanna dengan menekan kata -katanya.


Firman hanya menaikkan bahunya mendengar penuturan Hanna barusan.


Akhirnya mau tak mau Hanna keluar dari mobil Rana dan Firman menunjuk ke salah satu mobil yang terparkir tak jauh dari mobil Rana.


Dengan terpaksa Hanna pun melangkah menuju mobil tersebut dan langkah pelan tak bersemangat untuk satu mobil dengan orang yang ada di dalam mobil itu.


"Loh,Hanna mau kemana pak? itu bukannya mobil bos ,kok Hanna..


"Jangan banyak omong,masuk.Kita ikuti mobil itu!"potong Firman memotong omongan Rana yang melihat sahabatnya Hanna masuk ke mobil sport milk Albi.


Dari pada mati penasaran akhirnya Rana mengikuti perintah Firman untuk mengikuti mobil yang membawa Hanna.Dalam hati Rana bertanya-tanya ada apa dengan sahabatnya itu,apalagi harus berurusan dengan pemilik perusahaan tempat mereka magang.


Di sebuah taman yang terlihat sepi akhirnya mobil yang di tumpangi Hanna berhenti dan tampak Hanna dan juga Albi keluar dari mobil tersebut.


Rana melihat sikap Albi yang terlihat sedikit memaksa Hanna untuk mengikuti dirinya dengan cara menggandeng tangan Hanna namun,dengan cepat Hanna menghempaskan tangan Albi dari tangannya.


Terlihat dua orang itu terlibat bertengkar.


"Lihat saja nggak usah repot-repot komentar.Nantu juga sahabat pasti menjelaskan apa yang terjadi pada mereka berdua.Kamu mau ini?"


Ucap Firman dengan menyodorkan permen kojek ke arah Rana.


Rana mengernyitkan dahinya,tampang yang terlihat tak bersahabat namun, ternyata punya sisi yang menggelikan.


"Jangan ketawa,kalau mau ambil kalau nggak..


"Mau lah.."ucap Rana langsung menyerobot permen yang ada di tangan Firman.


Sementara di mana dua orang yang masih berstatus suami istri itu berada.


"Kenapa kamu nggak ngasih tahu saya,kalau kamu mau magang di Jakarta?" tanya Albi dengan nada ketus.


"Emang harus yah,saat saya hubungi anda tidak ada respon satu pun dari anda.Saya tahu kita menikah pun karena terpaksa.Makanya say bersyukur karena saya bertemu dengan anda cepat.Maka saya minta anda menceraikan saya sekarang juga.."


Ucapan Hanna membuat Albi membelalakkan matanya dan menatap wajah Hanna dengan tajam.


"Kamu yakin dengan permintaan kamu?"tanya Albi


"Sangat yakin." jawab Hanna dengan hati yang begitu bergemuruh.


Albi menghela nafas panjang dan menatap lekat wajah istri sirinya itu.

__ADS_1


"Kamu mau kita cerai, baiklah tapi..saya minta kamu melakukan satu hal saja.Sebelum saya mengabulkan apa yang kamu minta ,maka datanglah ke ruangan kerja saya besok ,saat makan siang.Disana kamu akan dapatkan jawabannya." ucap Albi dengan wajah yang terlihat sangat tenang dan seperti tidak ada beban sama sekali.


Bersambung


__ADS_2