
Dari kejadian malam itu hubungan Hanna dan Albi mulai membaik.
Hanna pun berlaku seperti pada umumnya seorang istri yang menyiapkan keperluan suaminya.
"Pagi mas , sarapan yuk..!" ucap Hanna saat melihat sosok Albi turun dari lantai atas.
" Sepertinya aku nggak bisa sarapan sama kamu Han,aku satu jam lagi harus mengadakan meeting global.Biar nanti aku sarapan di kantor saja." ucap Albi sambil memakai kaus kaki.
Bukan lagi menjawab omongan suaminya Hanna pun dengan santainya menyodorkan sandwich yang ada di tangannya ke depan mulut Albi.
"Aaaa..ayo makan,mas masih bisa pake sepatu nya biar aku yang suapin." ucap Hanna.
Perlahan Albi pun membuka mulutnya dan dengan cepat menggigit roti yang ada di tangan Hanna.
" Mak,tolong minta kotak bekal nya." ucap Hanna pada mak Yah.
Mak Yah pun mengangguk dan Albi pun sudah memakan satu buah sandwich yang tadi Hanna sodorkan.
"Minum dulu mas.." ucap Hanna dengan telaten meyodorkan segelas air putih ke arah Albi.
Albi pun menurut dan meneguk air putih itu hingga tandas.
"Assalamualaikum.." terdengar suara teriakan Firman yang baru saja masuk ke dalam rumah Albi.
" Wa'alaikumsalam," jawab Hanna dan Albi.
" Sarapan bang." ucap Hanna pada Firman.
" Gampang Han,nanti Abang sarapan di kantor saja."tolak Firman.
"Ayo Al,sudah siap kan?"
ucap Firman lagi.
"Oke,Han mas pergi dulu." pamit Albi.
"Eeehh... sebentar ! Seru Hanna yang sedikit berlari menuju Albi dan Firman.
"Apalagi Han,mas sudah hampir kesiangan." ucap Albi.
" Aku cuma mau ngasih ini.Kalian nggak perlu beli sarapan di kantor.Sebelum meeting bisa makan ini. Ingat, jangan rebutan !" ucap Hanna mengingatkan ke dua orang dewasa itu.
" Emangnya kita anak kecil,dasar sembarangan kamu !"ucap Firman yang tak terima dianggap bocah.
__ADS_1
"Sudahlah,kita berangkat. Assalamu'alaikum." pamit Albi akhirnya.
" Wa'alaikumsalam, hati-hati !" ucap Hanna setelah mencium tangan sang suami.
Yah,semenjak pembicaraan itu..banyak kebiasaan mereka yang berubah.Walaupun mereka belum ada niatan untuk satu kamar,namun..Hanna sudah tidak segan untuk menyiapkan keperluan suaminya.
...****************...
" Yuhuuu...Jana datang !!' seru Jana sesaat setelah selesai para ketua team ikut meeting pagi ini.
"Heboh amat mba,dapet door prize yaa?" canda Diana.
"Hahh..minggu depan kita akan liburaaannn !!"seru Jana dengan hebohnya.
"Liburan?" tanya mereka serempak.
"Yoii..kali ini kita akan ke Lombok ,yeee... !!" ucap Jana heboh sendiri.
"Serius, wahhh...jadi nggak sabar mau liburan !" seru Veni.
" Yahhh..kalian liburan,terus..nasib kita gimana?" tanya Rana dengan wajah sedihnya.
Jana terkekeh melihat reaksi Rana. "Jangan sedih gitu dong sayangku..semua akan ikut kok.Tapi, kayaknya pak Albi nggak ikut karena harus ke Amerika untuk nengokin istrinya. Jadi yang ikut cuma tuan besar sama nyonya besar saja." ungkap Jana
" Padahal kan ini moments ulang tahun Perusahaan ,kenapa pak Albi malah ke Amerika coba.lstrinya itu juga nggak ada niatan buat pulang duluan kali buat nengokin suaminya." cerocos Veni
"Sudahlah,jangan bahas dia sama istrinya. Biarin mereka mau gimana, kita nggak ada utusan sama persoalan Rumah Tangga mereka." ucap Rana berniat menghentikan pembahasan tentang rumah tangga Albi dan Rossa.
" Gue sumpahin biar pak Al kawin lagi !" ucap Jana yang terlihat sangat semangat untuk menyumpahi bosnya itu.
"Husstttt.. sembarangan mba Jana nih.." protes Diana.
" Nggak usah di sumpahin emang sudah kawin lagi kali." itu kira-kira yang ada di batin Rana seraya melirik Hanna yanb sedari tadi diam saja.
...----------------...
"Untung Hanna begitu pengertiannya bawain kita bekel sarapan, coba kalau nggak...yang ada asam lambung kita langsung naik karena telat makan." ucap Firman kala masuk ke ruangan kerja Albi.
Albi bukannya merespon ucapan sahabatnya plus asisten nya itu,malah dia termenung menatap ponselnya.
"Kenapa Lo?" tanya Firman setelah tak dapat respon Albi.
Hahhh...
__ADS_1
Suara helaan nafas Albi sangat jelas terdengar. Sepertinya ada sesuatu yang berat yang berhasil dia keluarkan.
" Mikirin Rossa, tadi kan lo yang bilang di meeting kalau lo mau ke Amerika untuk nengokin dia disana.Bokap lo juga nggak protes apa-apa." ucap Firman.
" Kalau dia respon yang ada di otaknya dan ngomong di meeting, yang ada heboh langsung kantor ini."
" Terus lo mau gimana?"
" Gue mikir gimana cara ngomong sama Hanna." ucap Albi membuat Firman melotot mendengar perkataan sahabatnya itu namun, sedetik kemudian Firman tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut nya karena ucapan Albi.
"Hahaha... sorry gue nggak bisa tahan buat nggak ketawa. Apa yang Lo omongin tadi buat gue ngerasa aneh bin lucu. Bro,lo ke Amerika untuk nemuin bini pertama lo, kalau Hanna sebagai istri kedua yang sudah tahu dari awal tahu kalau lo punya bini lain, pastinya akan dia ijinin. Lain halnya kalau lo bilang ke Rossa buat nemuin Hanna sedangkan Hanna bini kedua lo. Gue pastikan Rossa pasti keberatan." ungkap Firman.
" Kok gitu?" tanya Albi dengan mengernyitkan dahinya.
"Secara lo sama Rossa saling cinta dan nggak mungkin Rossa dengan gampangnya menerima Hanna jadi adik madunya.Lain halnya sama Hanna yang memang belum punya hati sama lo, terus pastinya dia sadar posisi lah, dia tidak akan melarang lo buat nengokin kakak madunya." terang Firman.
"Gue sama Hanna sudah memulai dari awal tapi, pastinya gue nggak bisa mengabaikan istri gue yang lain. Sama Fiza saja dia mencak-mencak apalagi dengar gue mau ketemu Rossa." ucap Albi.
"ltu lain bro, Fiza nggak ada ikatan sama Lo sebelum lo kenal sama Hanna. Sedangkan lo sama Rossa itu suami istri sebelum Hanna hadir di hidup Lo.Yang jelas Lo omongin baik-baik sama Hanna.Gue yakin dia akan ngerti." terang Firman.
Pembahasan kegalaun Albi pun usai. Meeka kembali mengerjakan pekerjaan nya yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
Jam sembilan malam Albi baru saja sampai rumah. Dia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah .
"Assalamualaikum." ucap Albi saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam,sudah pulang mas?" tanya Hanna saat melihat sosok suamiya baru saja masuk ke dalam rumah.
"Loh,kamu belum tidur?" tanya Albi.
Hanna menyalami tangan suaminya dengan takzim.
"Aku nunggu mas Al, mas Al sudah makan?" tanya Hanna penuh perhatian.
Albi menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu,mas bersih-bersih dulu.Nanti aku siapin bajunya,aku panasin lauk dulu." ucap Hanna.
" Oke, terimakasih."ucap Albi.
Hanna mengangguk dan tersenyum manis pada Albi. Hanna pun melangkah meninggalkan Albi ke dapur dan tak lama Albipun dengan cepat menuju kamarnya guna membersihkan diri.
Bersambung
__ADS_1