Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Provokasi Cheryl


__ADS_3

"Kenapa sih,setiap saya bertemu sama kamu, saya selalu di buat darah tinggi?!"


"Itu sih derita mba Rossa, jadi orang jangan terlalu angkuh mba,nanti lama-lama Kak Al bosen juga loh.." ucap Fiza membuat Rossa semakin kesal dengan tingkah Fiza.


"Kamu....


Rossa yang mulai terpancing emosi pun sudah melayangkan tangannya ke arah Fiza namun, pergerakan nya berhasil di hentikan setelah mendengar panggilan seseorang.


"Ross..!" panggil Cheryl yang berhasil menghentikan pergerakan Rossa.


Fiza yang awalnya sudah mengira jika Rossa akan memukulnya pun sudah melindungi dirinya dengan kedua telapak tangan nya dan memejamkan matanya.


Setelah mendengar panggilan seseorang pun akhirnya Fiza berani untuk membuka matanya sedikit.


"Lo kenapa Ros, lo mau ketemu Al?" tanya Cheryl.


"Cher, kenapa lo nggak cerita soal anak sial*n ini kerja sama laki gue? Lo sengaja sembunyikan semua dari gue,hah?!"


"Tenang dong Ros, sorry gue lupa ngomong sama Lo soal dia.Lagian sebelum ini lo kan hilang kontak sama gue." ujar Cheryl.


Rossa pun menghela nafas berat dan melihat ke arah Fiza yang masih berdiri di balik meja kerjanya.


"Kenapa lo halangin istri dari bos lo buat masuk?"


"Siapa yang halangi mba,lagian mau ngapain ke ruangan Kak Al..orang nya aja nggak ada."jawab Fiza santai.


"Albi pergi, sejak kapan? bukannya dia nggak ada jadwal meeting lagi hari ini, lo sendiri kan yang rubah?"


"Memangnya hanya untuk meeting saja dia bisa keluar,nggak kan? Lagian, aku nggak tahu urusannya mereka apa." ucap Fiza dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Awas saja kalau kamu bohong,tahu konsekuensinya.." ancam Rossa.

__ADS_1


"Terserah,kalian mau percaya atau nggak,aku nggak masalah." jawab Fiza acuh.


"Dasar bocah menyebalkan." lontar Cheryl melihat Fiza dengan sinis.


"Bomat !!' ucap Fiza membuat kedua Perempuan makin geram.


Saat Cheryl akan mencoba menyerang Fiza tiba-tiba seorang OB menghentikan pergerakan Cheryl.


Dengan perasaan dongkol Cheryl dan Rossa meninggalkan kantor Albi menuju sebuah Caffe yang tak jauh dari kantor GA Group.


"Sial*n banget itu anak, bisa-bisa nya dia masuk perusahaan.Rasanya kalau mau dekat dengan Albi pun semakin sulit." ucap Cheryl tanpa sadar.


"Maksudnya?" tanya Rossa dengan mengernyitkan dahinya. Seperti nya kata-kata sahabatnya itu ada yang terkesan aneh.


Cheryl yang baru saja menyadari kecerobohan nya pun langsung tergagap melihat respon Rossa.


"Ah ...itu, maksudnya..kalau gu_gue mau cari informasi mengenai suami lo sangat sulit karena ada bocah itu yang selalu nempel sama Albi." ucap Cheryl memberikan alasan.


" Owhh..memangnya apa yang lo tahu tentang suami gue? Lo lihat Fiza sudah berhasil masuk ke dalam perusahaan.Apalagi dia di tempatkan di posisi sama seperti Firman.Apa ada yang aneh dengan mereka selama ini?" tanya Rossa penasaran.


"Gue liat,bocah itu..lebih dekat sama Firman.Lagian gue nggak merasa ada sesuatu diantara Albi sama bocah itu. Gue lebih curiga sama Hanna."


"Hanna? Yang katanya sepupu nya Firman? Kok lo bisa curiga sama mereka?" tanya Rossa.


Rossa merasa penasaran seperti apa rupa Hanna yang membuat sahabatnya itu mencurigai gadis itu.


"Sorry yah, kalau gue cerita jangan di telan mentah-mentah. Lo juga harus cari tahu juga tentang kecurigaan gue. Sudah beberapa kali gue memergoki suami Lo jalan sama Hanna.Walaupun mereka bilang nggak sengaja ketemu dan lain sebagainya tapi, feeling gue Albi menyembunyikan sesuatu dari kita semua ." ungkap Cheryl membuat Rossa semakin penasaran dengan sosok Hanna yang berhasil membuat beberapa orang terdekatnya memujinya dan terlihat mertuanya pun sudah mengenal sosok Hanna itu.


"Lo jangan sembarangan menuduh orang Cher,Albi suami gue. Dia begitu cinta sama gue.Lo bahkan tahu sendiri, dia sanggup menentang keras keinginan orang tuanya dan lo pasti inget kalau Albi selalu membelaku dimana pun dan dengan siapa pun." ucap Rossa yang mulai kesal dengan omongan sahabatnya itu.


"Sial*n ternyata nggak mudah juga buat Rossa kepancing dengan apa yang gue ucapin. Gue nggak bisa terus menunggu sekarang ini.. pokoknya Albi harus jadi suami ku.Dengan cara apapun."batin Cheryl.

__ADS_1


"Sorry,bukan gue asal nuduh laki lo Ros, tapi...memang gue belum punya bukti kalau memang suami lo selama ini ada something sama Hanna." ucap Cheryl.


"Gue nggak papa, cuma gue harus menjaga Albi supaya tak ada pelakor yang berani mendekati dia.Sekarang pelakor-pelakor di luar sana semakin nggak tahu diri dan nggak tahu malu.Rasanya kalau seandainya Albi sampai ngedua-in gue pastinya itu salah perempuan nya yang nggak tahu diri.Pasti perempuan nya yang keganjenan."


Rossa mengatakan hal itu dengan menggebu.Rasanya dia tak rela jika predikat pria setia itu luntur dari seorang Albieza Pramudya.


"Pokoknya kita harus ngumpulin bukti kalau memang Albi ada sesuatu dengan Hanna atau bahkan wanita lain." ucap Cheryl.


"Terserah lah, gue pusing.Lagian yang ada di otak gue sekarang,Albi sama Firman kemana,dia nggak bawa sopir juga soalnya." ucap Rossa yang terlihat resah.


Disisi lain Albi dan juga Firman ikut mengecek baberapa titik CCTV yang memantau kondisi terminal dari kejadian orang yang melihat Hanna berada di sekitar terminal.


"Lihat, di 18:46..itu bukannya Hanna sama Liana?" tanya Firman menunjukkan waktu yang tertera di layar.


Petugas pun me-replay video dan benar ada sosok Hanna dan Liana yang terlihat berjalan ke arah toilet.


Albi dan Firman dengan seksama memperhatikan orang-orang yang keluar dari toilet.


Senyuman tipis terbit di bibir Albi.


"Kamu mau lari kemanapun aku akan menemukan kamu sayang.." batin Albi.


"Tolong, kalian ikuti dua orang bercadar itu. Ke arah mana mereka pergi." ucap Albi dengan menunjuk dua orang yang sedang berjalan dengan pakaian tertutup serba hitam tak lupa juga cadar yang menutupi wajahnya.


Firman tak mengatakan apapun,dia ikuti saja ucapan Albi.Terlihat dua orang yang di maksud tadi pun naik ke atas sebuah mobil bus yang terlihat sudah mulai mau jalan.


"Kemana tujuan bus itu ?" tanya Albi.


"Itu ke Padang tuan." ucap petugas dari Terminal bus.


"Tolong mundurkan beberapa menit dulu," ucap Albi dan di setujui oleh pegawai ." Stop !" ucap Albi lagi.

__ADS_1


Dia mengambil ponselnya dan memfoto gambar dengan gambar dua orang yang memakai pakaian serba tertutup itu.


Bersambung


__ADS_2