Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Ingin Hamil Juga.


__ADS_3

"Aku ingin kita punya anak." ucap Rossa.


Kini Albi yang terlihat sangat terkejut dengan apa yang di katakan Rossa barusan.


"Kenapa, kamu sudah melakukan nya kan? Kalau memang kamu belum melakukan nya,lalu anak yang ada dikandungan Hanna itu,anak siapa? Anak selingkuhan nya?!" ucap Rossa dengan senyum sinis.


"Jaga ucapan kamu Ros,Hanna bukan kamu yang kesepian lalu mencari kehangatan dengan orang lain.Kamu paham kan apa yang aku katakan tadi.Hanna mengandung anak ku.Sebentar..dari mana kamu tahu kalau Hanna hamil, perasaan aku belum pernah mengatakan apapun sama kamu. Bahkan aku cuma bilang sama papa juga mama ." ucap Albi memandang ke arah Rossa dengan penuh selidik.


Deg


"A_ku..aku,aku nggak sengaja dengar kamu telpon sama seseorang dan saat itu kamu tanya soal kehamilan Hanna.Yah,begitu aku dengar. Menapa kamu lihat aku seperti itu..apa permintaan aku salah? Ingat Al, aku masih istri kamu. Aku juga ingin memberikan kamu anak.Anak kandung kita,aku yakin kita akan di berikan anak-anak yang manis." ucap Rossa dengan senyum mengembang saat membayangkan jika dirinya benar-benar mengandung.


"Kamu yakin akan siap untuk menjaga anak yang akan kamu lahir kan dengan sepenuh hati kamu? Jangan hanya untuk sekedar membuktikan pada orang-orang jika kamu juga bisa melakukan apa yang orang lain lakukan.Kamu harus bertanggung jawab akan apa yang kamu inginkan dan juga jangan pernah mengeluh dengan apapun yang terjadi kedepannya.Aku mempunyai kamu dan Hanna,aku mempunyai kesalahan karena menikah tanpa persetujuan dari kamu dan kamu perlu ingat jika jangan pernah berpikir untuk mendominasi aku karena saat ini aku hanya ingin adil pada kalian."ucap Albi memperingatkan Rossa.


"Jadi,kamu mau kan kalau kita punya anak sendiri?" tanya Rossa dengan wajah penuh harap.


Albi memandang wajah sang istri dan menyentuh kepala sang istri dan mengangguk mengiyakan permintaan istrinya itu.Melihat anggukan kepala Albi, Rossa pun langsung memeluk tubuh Albi.


Albi yang awalnya enggan untuk merespon Rossa akhirnya dengan ragu dia pun langsung membalas pelukan istrinya itu.


Albi sadar betul bahwa Rossa masih istrinya dia pun berhak atas dirinya juga. Tak di pungkiri dia masih menyayangi dan mencintai cinta pertama nya itu.Sungguh sulit melepas Rossa dalam hidupnya.Begitu berat jalan yang dia lalui selama berhubungan dengan Rossa. Sampai di titik ini tak ada yang mudah untuk Albi dan Rossa apalagi hubungan mereka yang tanpa restu kedua orang tua nya.


"Kita akan memeriksakan kesehatan kita.Kamu pun pasti harus cek kesehatan juga.Agar apa yang kita lakukan akan berhasil."ucap Albi.


...----------------...

__ADS_1


Seminggu berlalu, sikap Rossa terlihat sedikit demi sedikit mulai berubah. Dari kebiasaan pagi-pagi membuatkan kopi dengan meminta ART mengajarinya dan menyiapkan keperluan suaminya.


"Mau sarapan apa Al?" tanya Rossa saat mereka sarapan.


"Nasi goreng saja."jawab Albi tanpa menoleh sedikit pun.


Walaupun sedikit kesal dengan tingkah Albi pagi ini,tapi ..sebisa mungkin Rossa sabar .


"Kamu kapan menjenguk Hanna Al?" tanya Mutia sambil melirik ke arah anak dan menantunya.


Albi mendengar pertanyaan sang mama pun mendongakkan kepalanya menatap mama,papa dan sang istri lalu kembali menunduk melihat ponselnya.


"Aku belum ada planning ke sana.Tapi, kemungkinan Hanna akan datang ke Jakarta setelah semuanya membaik."jawab Albi.


"Mama ingin sekali ketemu sama Hanna.Mama suka kepikiran kalau dia nanti ngidam gimana,kamu nggak ada di samping dia.Tapi, kalau dia di Jakarta mama bisa sering-sering lihat dia.Kasihan dia cuma sama tantenya.Apalagi tantenya juga belum pengalaman punya anak."ujar Mutia membuat Rossa semakin menggenggam erat sendok yang sedang dia pegang.


Rasa nya dia ingin cepat-cepat hamil.Karena dia setiap mendengar Mutia dan Emir yang terlihat bahagia menyambut kehadiran pewaris dari Albi itu terlihat sangat antusias.


"Semoga saja secepatnya dia balik ke Jakarta mah," ujar Albi.


"Mama sama papa doakan saja kalau Hanna akan setuju dengan usulan Albi untuk menjemput dia nanti kalau usia kehamilannya sudah terbilang kuat."ujar Albi.


Rossa mendengar penuturan suaminya pun hanya diam. Seminggu ini memang Rossa harus berusaha menebalkan telinga nya saat pembahasan sola Hanna di antara suaminya dan kedua mertuanya.


...----------------...

__ADS_1


"Wow..wow...wow..ada angin apa nyonya muda Pramudya datang ke kantor?"tanya Cheryl saat melihat sahabatnya lebih tepatnya mantan sahabatnya datang ke kantor dengan membawa sebuah kotak makan yang dia jinjing di tangannya.


"Ada apa,nggak masalah kan kalau saya kesini.Ini kantor suami saya.Maaf saya permisi,karena pastinya suami saya sudah menunggu kedatangan saya.." ucap Rossa dengan sikap sombong nya melangkah meninggalkan Cheryl yang tersenyum miring melihat kepergian Rossa.


"Sial*n kenapa Albi nggak menceraikan dia sih, kenapa harus aku yang mengalah untuk memenangkan hati Albi, Laki-laki boleh nikah dua kali ,atau bahkan nikah tiga kali..." batin Cheryl tersenyum licik.


Sedangkan Rossa melangkah menuju ruangan Albi. Sebelum masuk ke dalam ruangan Albi tentu saja dia melewati meja Fiza.Terlihat Fiza sedang sibuk dengan ponselnya.


"Sudahlah Han,jangan pikirin apa tanggapan Albi,kalau aku sih yakin kalau Albi akan oke-oke aja." ujar Fiza sedang bicara dengan seseorang melalui ponselnya


"...............


"Kalau kata bang Al, mba Rossa sudah mulai berubah.Itu juga berkat kamu untuk bang Al lebih sabar lagi hadapi istri pertamanya itu.Aku kan cuma sampaikan pandangan kamu ke bang Al, ternyata bang Al melakukan apa yang kamu usulkan." ucap Fiza.


Rossa mendengar penuturan Fiza terasa sakit di hatinya.Ternyata semua yang di lakukan Albi padanya itu atas suruhan Hanna.Apa memang selama ini Hanna tak pernah marah pada Albi dan hanya sekedar menguji kesabaran seorang Albi.


"Ehemmm..." deheman Rossa terdengar ke telinga Fiza dan otomatis Fiza dengan reflek menoleh pada sumber suara dan berapa terkejutnya jika di depannya sudah ada Rossa.


"Eh mba ..mba Rossa mau ketemu bang Al, sebentar... seperti nya meeting nya sudah selesai."ucap Fiza.


"Kamu sekongkol sama jala*g itu buat mempengaruhi Albi ? Kalian licik yaa..? Nggak nyangka kalian bermain drama untuk buat aku berhutang budi dengan apa yang kalian lakukan untuk aku sama Albi.Kamu bilang dengan madu ku..dia nggak akan dapat perhatian dari Albi setelah aku berhasil mengandung anaknya.Ngerti?!"


Fiza hanya bisa diam dan menelaah apa yang di ucapkan Rossa barusan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2