
Haii...para readers terimakasih sudah sampai sini kalian masih support Puspa Arum, untuk cerita Wanita Ke-2 jalan ceritanya agak sedikit lambat nggak sat set sat set,lebih tepatnya detail.Jadi..harap maklum yaa..karena memang isi otak Othor yang lumayan memperpanjang cerita hehehe..
Kita balik ke cerita ,⏩
...----------------...
"Apa benar Hanna ma?"tanya papa Emir tepat Hanna sampai tepat di mana namanya di sebut.
"Hanna kenapa pa,apa Hanna punya salah? maaf kalau ada yang salah dari perkataan atau perbuatan Hanna selama disini." cerocos Hanna dengan menundukkan kepalanya.
"Heiii sayang..bukan begitu,sini..bi Sarmi semuanya bisa ditata di sini." ucap mama Mutia.
Bu Sarmi pun mengikuti instruksi apa yang Mutia perintahkan.Sementara Hanna masih mematung ditempat nya tepat di samping Mutia.
"Hanna,kamu tidak punya salah apapun sama kami,tadi mama cuma ngasih tebakan kalau yang membuat kopi pagi ini bukan mama dan Firman tanya sama Albi,lalu Albi bilang kalau kopi ini buatan kamu.Bisa tepat gitu sih Al.." ucap mama Mutia menepuk bahu sang putra.
"Se_semalam icip-icip kopi Firman mah,jadi Al masih inget rasanya sama kayak kopi ini." ucap Albi dengan menatap sekilas Firman dan Hanna.
"Owhh..gitu.Eh iya sayang, kamu buat apa pagi ini?" tanya Mutia memeriksa hidangan yang ada di depan mereka.
Papa Emir membuka penutup makanan yang tadi Hanna bawa.
"Wow..nasi uduk mah, jarang-jarang pagi-pagi di suguhi menu komplit gini.Biasanya kalau makanan berat paling nasi goreng." ucap papa Emir dengan terkekeh.
"Yahh..gimana lagi hari ini kan ada anak perempuan kita pah,pastinya spesial dong.." ucap mama Mutia dengan mengelus pucuk kepala Hanna.
Terlihat jelas Mutia dan Emir menyayangi Hanna dengan tulus.Firman yang melihat itu pun merasa senang namun,tidak dengan Albi,dia merasa khawatir karena memang ada sebuah rahasia besar yang mereka tutupi saat ini.
Bisa jadi, kedua orang tuanya akan beranggapan membohongi mereka.Apalagi dengan status menjadi istri kedua mungkin nantinya kedua orang tuanya akan berbalik membenci Hanna.
Mendengar bualan bualan mama dan papanya mambuat Albi sedikit jengah.
"Ma, pah,kapan kita makan kalo kalian ngobrol saja.Sudah laper nih perut Al." ucap Albi menginterupsi obrolan papa dan mamanya.
"Astaga kamu ya Al,nggak sabar banget.Ya sudah kita makan ,ayo Firman ,Hanna kita makan!!" seru mama Mutia yang terlihat semangat.
__ADS_1
Mereka menikmati sarapan yang mereka anggap istimewa.Karena mereka hal ini juga tak pernah mereka lakukan.Makan berat di pagi hari.Kalaupun makan nasi mereka akan makan nasi goreng.
Papa Emir dan mama Mutiaterlihat lahap menyantap sarapan mereka.Apalagi mereka sangat suka dengan masakan Hanna yang sangat pas di lidah mereka.
Selesai sarapan ketiga pra itu pun langsung membersihkan diri dan bersiap untuk menjalani kegiatan weekend yang kebetulan mendapatkan undangan untuk bermain golf bersama papa Sheril.
"Sudah siap pah?" Albi saat Emir keluar dari kamarnya.
"Ya sudah, kita langsung berangkat.Ma,kita berangkat." ucap Emir berpamitan pada sang istri.
"lya pah, hati-hati." ucap Mutia.
Emir ,di temani Albi dan Firman melangkah keluar dari rumah dan segera menuju ke mobil dan langsung tancap gas menuju tempat di mana mereka akan main golf siang ini.
Sedangkan Hanna baru muncul setelah ketiga pria itu pergi.
"Loh Han,kamu mau kemana ?" tanya Mutia melihat Hanna yang sudah rapih.
"Bang Firman mana mah,aku mau pergi ke tempat teman aku.Kebetulan dia baru pulang dari Bandung dan ada kiriman dari bibi.Jadi,aku mau kesana.Tadinya mau minta anterin bang Firman sekalian tapi,aku nggak lihat dia sama mobilnya,apa dia pergi mah?"
"Owh ya sudah,Hanna naik taxi online saja mah,mamah juga kayaknya mau pergi kan?"
Hanna melihat Mutia yang juga sudah rapih dengan dandanan nya ala sosialita.
"Mama mau arisan,tadinya mama mau ajak kamu.Mau ngenalin kamu sama temen-temen mama.Tapi, kamu ada acara sendiri..lain waktu saja kita pergi bareng,oke?"
"lnsyaallah mah," ucap Hanna.
Tak lama sebuah mobil pun akhirnya datang menjemput Hanna dan dia pun langsung berpamitan dengan Mutia dan ke empat kost Rana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"lni titipan buat kamu." ucap Rana dengan menyerahkan sebuah tas pada Hanna.
"Apa ini?" tanya Hanna menatap Rana.
__ADS_1
"Entahlah, bi Liana yang ngasih aku kotak itu dan katanya suruh kamu simpan baik-baik."
Karena begitu penasaran akhirnya membuka tas itu.Hanna mulai mengambil beberapa barang yang ada di dalam tas itu dan melihat dan membacanya.
"Sertifikat tanah.lni punya siapa Ran?" tanya Hanna dengan menatap Rana.
"Disitu ada namanya dan kamu bisa baca Hanna." ucap Rana dengan jengah yang melihat kelakuan sahabatnya yang tiba-tiba jadi bod*h.
"lni surat tanah.Bukan hanya satu tapi lima dan disini tercantum nama ayah dan juga ada nama bibi.Apa kata bibi?" tanya Hanna.
"Dia bilang tolong kamu simpan itu,emmm..Han,aku ada berita yang kurang menyenangkan soal bi Lia." ucap Rana yang terlihat ragu menyampaikan sesuatu hal buruk pada sahabatnya.
"Apa,kenapa dengan bibi.Kemaren dan semalam memang tidak biasanya dia hubungi aku cuma sebentar.Apa yang terjadi?" tanya Hanna yang penasaran.
"Bi Lia sudah nikah dan dia sudah menikah dengan pacarnya dulu . Sebenarnya bibi mau putus tapi,karena sebuah insiden mereka harus nikah secepatnya.Terus,bibi bilang,kamu harus jaga baik-baik apa yang bibi titipkan padamu." ucap Rana.
Hanna terkesiap mendengar penuturan sahabatnya.Kenapa bibinya tidak cerita akan hal sepenting itu, apa yang terjadi sebenarnya.
"Hemmm.." jawab Hanna singkat dengan masih syok dengan berita yang baru saja dia dengar.
Jam tujuh malam Hanna pulang ke rumah dimana Hanna dan Albi tinggal.
Dia pulang ke rumah itu menggunakan taxi online.Butuh empat puluh lima menit sampai di rumah itu.
Saat turun dari mobil dia melihat mobil Albi sudah terparkir di halaman.Dia masuk melalui pintu samping yang langsung ke arah taman dan kolam renang.
Terdengar sayup-sayup suara gelak tawa berasal dari gazebo samping kolam renang.Karena penasaran dia pun mencoba mengintip dari pohon bunga yang ada di samping kolam renang.Dia melotot melihat Albi yang sedang bercanda dengan seorang wanita cantik terlihat begitu intim membuat tiba-tiba darah Hanna naik melihat pemandangan itu.
Pluk
Tiba-tiba bahu Hanna di tepuk seseorang dan karena memang dia berdiri di samping kolam dan dalam keadaan licin dan pijakan kakinya tak benar ,tubuh Hanna pun oleng dan tak dapat di hindarkan tubuh kecilnya itu tercebur di kolam renang.
Byurrr
Bersambung
__ADS_1