Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 106 - Spesial Zen & Rachel 'Kasmaran'


__ADS_3

"Rachel! Tunggu!" panggil Zen dengan suaranya yang terdengar lebih tinggi, dia bahkan urung naik ke motornya dan pilih mengejar Rachel lebih dulu.


Membuat langkah gadis cantik itu pun terhenti, berbalik dan langsung berhadapan dengan Zen. Teman yang selalu membuatnya merasa kesal.


"Ada apa?!" tanya Rachel dengan ketus, dia bahkan melipat kedua tangannya di depan dada.n


Sementara Zen mendadak tergugu, jadi bingung sendiri kenapa dia memanggil Rachel, kenapa dia mencegah kepergian gadis ini.


Tadi dia ingin mengatakan sesuatu yang begitu penting, tentang rasa yang selama ini diam-diam menguasai hatinya. Tapi kini semua kata-kata yang sempat terakit mendadak buyar.


"Tidak apa-apa, tapi besok aku yang akan menjemputmu ke sekolah," jawab Zen, justru kalimat seperti ini yang dia ucapkan.


"Terserah mu mau kesini atau tidak, yang jelas aku akan menelepon Reino untuk datang menjemput ku," putus Rachel tak bisa diganggu gugat, jika Zen bisa keras kepala, maka dia akan lebih keras kepala juga.


Rachel siap diadu.


"Jangan keras kepala, kamu hanya akan merepotkan Reino."


"Tidak, Reino tidak akan pernah merasa kerepotan Karana aku!" tegas Rachel, " Kamu ingin tau buktinya, sekarang juga akan aku tunjukkan, sekarang juga aku akan telepon Reino," timpal Rachel pula.

__ADS_1


Dia mengambil ponsel di saku cardigan yang saat ini dia kenakan. Rachel segera membuka ponselnya dan mencari nama Reino untuk dihubungi, namun belum sempat tangannya bergerak untuk menelpon tiba-tiba ponsel itu sudah lebih dulu direbut oleh Zen.


"Zen!" pekik Rachel, dia sungguh terkejut.


"Jangan hubungi Reino," kata Zen, suaranya terdengar dingin, namun sungguh Rachel sudah biasa dengan nada bicara yang seperti itu, jadi dia tidak terkejut ataupun takut lagi. Apalagi sekarang hatinya pun sedang kesal.


"Kenapa aku tidak boleh menghubungi Reino? Kenapa? Kenapa? KENAPA?!" pekik Rachel pula, hih, dia geram sekali, bahkan sekarang ponselnya ditahan oleh pria menyebalkan ini.


"Karena sekarang aku adalah kekasih mu, jadi aku yang akan menjemputmu," balas Zen dengan santainya, seolah kata-kata itu bukanlah sesuatu hal yang serius. Dia bahkan mengatakan dengan tatapan yang dialihkan, tak kuasa untuk menatap Rachel secara langsung. Malu dan gugup yang jadi satu, namun tentang perasaan ini Zen rasakan dengan jelas, bahwa dia menyukai Rachel.


Sedangkan Rachel sampai nyaris tersedak ludahnya sendiri saat mendengar ucapan Zen, kedua matanya pun sontak mendelik.


"Apa kamu tuli? Aku tidak akan mengulangi kata-kata ku," balas Zen, "Aku pulang sekarang," ucapnya lagi, lalu menarik salah satu tangan Rachel dan mengembalikan ponsel milik gadis tersebut.


"Masuklah," kata Zen dengan bibir tersenyum, senyum yang membuatnya jadi terlihat sangat tampan, namun mendadak terlihat Mengerikan pula bagi Rachel.


Setelah mengucapkan sebuah kata yang membuatnya syok, kini dengan mudahnya pria itu pergi begitu saja.


Rachel yang tercengang tak sempat mencegah kepergian Zen, dia tetap membatu ditempatkan berdiri dan menyaksikan Zen pergi mengendarai motornya.

__ADS_1


Malam ini sebenarnya terasa sangat dingin, namun darrah Rachel rasanya mendidih.


Sepersekian detik berikutnya, jantung Rachel baru berdebar, lengkap dengan kedua pipi yang merah merona.


"Aku tidak salah dengar kan? Zen bilang tadi aku adalah kekasihnya? Karena itulah hanya Zen yang boleh menjemput ku, AKH!" pekik Rachel kemudian.


Siapa yang tidak menyukai Zen? bahkan pria itu digadang-gadang sebagai pria paling tampan di sekolah, meski kadang kesal, namun jujur saja, di bagian hati Rachel dia pun menyukai Zen juga. Bukan hanya tampan, Zen juga pintar dan bertanggung jawab.


"Ya Tuhan," gumam Rachel, dia menangkup wajahnya sendiri yang terasa panas. Lalu berlari masuk ke rumah sakit dengan membawa hatinya yang berdebar.


Entahlah, ini semua seperti mimpi. Mimpi yang begitu indah.


Entah akan jadi apa hubungan mereka ke depan. Tapi yang jelas sekarang Rachel sedang merasakan apa itu kasmaran, apa itu jatuh cinta.


Di tempat lain, Zen pun mengemudikan motornya dengan bibir yang terus tersenyum. Sampai gigi-giginya jadi kering.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zen dan Rachel nanti buat kamar sendiri ya, tapi sabar 🤭

__ADS_1


__ADS_2