Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 47 - Apa Dia Akan Kecewa Padaku?


__ADS_3

Damian dan Ainsley ambruk saat keduanya telah sama-sama tiba di puncak surga dunia. Nafas mereka terengah dengan kedua mata yang masih terpejam, tapi bibir keduanya sama-sama mengukirkan senyum yang begitu damai.


"Aku sangat mencintaimu Ains," ucap Damian seraya menarik sang kekasih untuk dia dekap dengan erat. Kebahagiaan yang makin bertubi saat merasakan bahwa dia adalah orang pertama untuk sang kekasih. Sesaat Damian lupa tentang Rora, hanya mensyukuri semuanya, hanya menikmati cinta yang makin berkali-kali lipat untuk Ains.


Wanita bermata biru miliknya.


Ainsley sudah kehabisan tenaga, sampai rasanya sulit sekali untuk membuka mata.


Pada akhirnya mereka berdua pun tertidur.


Ainsley adalah yang pertama kali membuka mata, saat itu waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Dia sedikit merasa lapar, ingat jika siang tadi mereka tidak sempat makan.


Masih berbaring di sana, Ainsley sontak menutup wajahnya dengan kedua tangan. Malu sekali jika ingat tadi dia sangat liar.


Astaga! Aku maluuu!! pekik Ainsley, tapi hanya mampu dia ucapkan di dalam hati, sebab Ainsley tak ingin membangunkan sang Tuan. Tidak, kini kak Ford bukan tuannya lagi, melainkan kekasihnya.


Ingat hal itu membuat kedua pipi Ainsley jadi merah merona. Diam-diam Ainsley pun menatapi wajah sang kekasih dengan lekat. Kak Ford sangat tampan, sangat tampan.

__ADS_1


Pandangan Ains terus turun sampai tanpa sengaja jatuh di tangan kanan sang kekasih.


Deg! jantung Ainsley seperti berhenti berdetak saat itu juga. Dunianya seolah runtuh dan berhenti berputar.


Kedua matanya mendelik dan dalam sekejap berubah jadi berkaca-kaca.


Kak Damian, lirih Ainsley. Dia menutup mulutnya takut tangis ini pecah.


Bekas luka cambukan itu masih berbekas di sana, meski tertutup dengan warna kulit yang sama putih tapi tetap saja bekas itu terlihat cukup jelas.


Ainsley sampai tak tau harus bicara apa, dia hanya mampu menangis dan ditahan sendiri sesak di dada. Seseorang yang selama ini hanya mampu dia doakan ternyata ada di hadapan, bahkan kini sangat dia cinta.


Setelah lama tak bertemu ternyata dia hidup dengan begitu hina. Menari sampai nyaris telanjjang di hadapan orang-orang.


Bagaimana jika kak Damian tau bahwa aku adalah Ainsley? Apa dia akan kecewa padaku?


Tangis Ainsley makin sesenggukan, sampai akhirnya berhasil membangunkan Damian. Damian yang terkejut sontak menuntut penjelasan. "Ains, kenapa kamu menangis?" tanya Damian, dia bangun dan duduk di samping Ains.

__ADS_1


Dan bukannya langsung menjawab, Ains justru makin menangis dan berulang kali menggeleng. Sumpah, Ainsley sangat malu, bagaimana jika kak Damian tau bahwa dia adalah Ainsley?


"Hei, jangan begini? Kamu menyesal kita telah melakukannya?"


Ainsley menggeleng dengan cepat, dia bahkan langsung memeluk kak Damian dengan erat, sangat erat tak peduli jika keduanya belum kembali memakai baju. Tubuh Ains hanya diselimuti oleh selimut.


"Apa ada yang sakit?" tanya Damian lagi dan lagi-lagi Ainsley menggeleng. Namun dia terus menyembunyikan wajahnya di dalam dada Damian, terus menangis sampai suaranya nyaris habis.


"Ains, jangan begini. Katakan jika ada yang salah," mohon Damian. Dia juga sedikit mendorong Ains agar melepaskan pelukannya.


"Kak, bo-boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Ainsley dengan suara terbata.


Damian mengangguk seraya coba menghapus semua air mata di wajah sang kekasih.


"Siapa nama lengkap kak Ford?" tanya Ainsley lirih, sakit sekali tenggorokannya ketika mempertanyakan hal tersebut.


"Damian Lynford," balas Damian dengan jelas.

__ADS_1


Dan makin tertusuklah hati Ains dibuatnya.


Deg!


__ADS_2