Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 82 - Keyakinan Daddy Bastian


__ADS_3

Saat ini Damian tidak hanya datang seorang diri, tapi dia juga datang bersama dengan Leo dan Marcel. Mereka bertiga menghajar pak Andre dan beberapa bodyguard yang di bawanya.


Saat pemukulan itu berlangsung, Ainsley memeluk Rachel erat, menyembunyikan kedua mata Rachel agar tidak melihat pemandangan tersebut. Sementara bibi Ema memeluk Amara erat.


Keributan itu pun membuat Rora akhirnya bangun, untunglah di samping dia ada Joshua yang menenangkan.


Kini pak Andre dan ketiga anak buahnya sudah tidak berdaya, babak belur dan habis tenaga.


Damian lantas berjongkok dan menarik kerah baju pak Andre. Pria itu telah terkulai lemas di jalanan. "Sekali lagi ku lihat kamu menyakiti adik dan wanitaku, aku akan membalas lebih dari pada ini," ucap Damian, suaranya begitu dingin.


Marcel lantas menepuk pundak Damian untuk segera meninggalkan pria tua itu, cukup sampai di sini. Jika mereka lanjutkan lagi bisa-bisa pak Andre akan masuk rumah sakit.


Damian lantas menghampiri Ainsley dan Rachel, saat itu Rachel langsung memeluk kakaknya erat.


Satu tangan Damian memeluk adiknya erat, sementara tangannya yang lain mengelus wajah Ains dengan lembut. Memperhatikan apakah ada luka di tubuh wanitanya.


"Aku tidak mau pulang Kak, Daddy dan mommy sudah benar-benar keterlaluan. Mereka membuat Zen di keluarkan dari sekolah," adu Rachel saat itu juga.


Dan Damian rasanya malu sekali pada Ains dan bibi Ema tentang hal ini.


"Ayo kita masuk dulu," ajak Ains pula.


Mereka semua masuk ke dalam rumah, sementara pak Andre dan semua anak buahnya tertatih untuk masuk ke dalam mobil. Mereka pergi dari sana tanpa membawa hasil apapun, justru babak belur begini.


Di dalam rumah itu banyak sekali hal yang mereka bicarakan. Tentang Rachel yang akan tetap tinggal di rumah ini, karena jika tinggal bersama Damian justru Rachel akan sering sendirian di rumah.


Marcel juga menjanjikan bahwa Zen akan tetap bisa sekolah di sekolah swasta milik keluarganya.


Diam-diam Marcel pun berencana untuk mengajak Aldian menyiapkan penjaga bayangan guna melindungi seluruh keluarga Ains. Makin lama mereka tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh Daddy Bastian. Semuanya merasa cemas pria paruh baya itu akan melakukan tindakan yang lebih ekstrim.


Di saat kedaaan mulai membaik, Marcel dan Leo pun pamit pulang. Rachel juga diajak Amara untuk beristirahat di dalam kamarnya.


Di ruang tamu itu bersisa Ainsley dan Damian saja. Ainsley sedang mengobati memar di sudut bibir sang kekasih. Membekas biru bekas pukulan para anak buah Daddy Bastian.

__ADS_1


"Tanganmu juga luka, Ains," ucap Damian, dia tahan tangan kanan Ainsley yang nampak banyak luka lecet, pasti tergores jalanan saat jatuh tadi.


"Tidak apa-apa, Kak. Ini hanya luka kecil."


Damian lantas mengecup bibir Ains sekilas, "Maafkan aku," ucapnya lirih sekali dan Ainsley langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"Jangan minta maaf," balas Ainsley pula.


"Aku mohon bertahan lah sebentar lagi," pinta Damian kemudian, dan kali ini Ainsley menganggukkan kepalanya, tanda menjawab IYA.


Mereka lantas saling memeluk erat.


Setelah ini Damian tidak akan ragu untuk membuat kedua orang tuanya sadar, bahwa harta dan tahta bukanlah segalanya. Keluarga yang utuh jauh lebih berharga daripada itu.


Damian tak bisa berlama-lama di rumah Ains, dia harus kembali ke perusahaan Davidson untuk menyelesaikan misi.


*


*


"Bodoh," satu kata itulah yang diucapkan oleh Daddy Bastian untuk sang asisten.


Kini kepalanya benar-benar ingin pecah.


"Baiklah jika ini yang kalian inginkan, daddy akan benar-benar melepaskan kalian," gumam Daddy Bastian dengan hati yang terasa jelas jika mengganjal.


Egonya makin menguasai diri, anak-anak yang selama ini dia besarkan dengan kasih sayang dan limpahan materi nyatanya membalas dengan cara seperti ini.


Hanya karena gadis penari striptis, keduanya jadi pembangkang.


Daripada memohon untuk meminta anak-anak kembali, Daddy Bastian justru memilih untuk tak peduli, lebih baik dia menstabilkan perusahaan kembali. Toh kelak, Damian dan Rachel akan menyesal dengan sendirinya. Lalu datang ke rumah dan memohon maaf.


Itulah keyakinan Daddy Bastian.

__ADS_1


*


*


Hari pun bergulir, ternyata Daddy Bastian pun mencabut semua fasilitas yang dia beri untuk Rachel. Rachel juga secara mendadak di keluarkan dari sekolahnya tersebut.


Pada akhirnya Rachel dan Zen sekolah di tempat yang sama, di sekolah swasta milik keluarga Marcel. Ada baiknya Rachel dikeluarkan, karena hal itu membuat Zen tidak lagi merasa marah padanya.


Pulang sekolah Rachel pun ikut membantu bekerja di Zen Minimarket, sesekali Rachel begitu rindu pada sang ayah dan ibu. Tapi kedua orang tuanya tersebut tak ada niatan untuk berubah, justru makin kukuh dengan egonya sendiri.


Proposal yang diajukan oleh Damian ternyata disetujui oleh para direksi di perusahaan Davidson, kini hampir 1 bulan proyek pemasaran yang baru itu dilaksanakan, dan peningkatan penjualan mulai bergerak naik meski sangat perlahan, 0.2 %.


Dan melihat keadaan ini, Helena lah yang paling tak suka.


"Tante Jilliana dan om Bastian sama-sama bodoh, bagaimana bisa mereka malah membiarkan Damian dan Rachel keluar dari rumah. Ahk! Bodoh bodoh bodoh!" kesal Helena.


Belum lagi pekerjannya pun jadi semakin banyak setelah Damian pergi. Membuatnya begitu penat.


*


*


Hampir 1 bulan berpisah dengan anak-anaknya mom Jilliana sangat rindu, diam-diam dia memperhatikan Rachel dari jauh. Rachel yang sedang tertawa bersama Ains saat keduanya menyirami tamanan di depan rumah.


"Rachel," gumam mom Jilliana lirih.


Satu yang mom Jilliana sadari saat melihat pemandangan tersebut, Ainsley tak pernah mengeluh meski Rachel menumpang di rumah itu. Meski kebutuhannya makin meningkat tapi dia tidak meminta uang kepadanya.


Meski hanya sepeserpun, Ainsley justru memperlakukan Rachel dengan sangat baik.


Dulu Ainsley menyelamatkan Damian, dan sekarang Ainsley bersedia menjaga Rachel.


Ya Tuhan, batin Mom Jilliana.

__ADS_1


"Jalan, Pak," titah mom Jilliana pada sang supir. Ainsley mungkin memang gadis yang baik, tapi dia tak bisa menutup mata. Bahwa Ainsley adalah gadis yang tidak layak untuk Damian dan keluarga mereka.


__ADS_2