Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 76 - Tidak Pernah Meminta


__ADS_3

Damian memang telah keluar dari rumah utama keluarga Lynford. Dia bahkan tidak lagi mendapatkan sedikit pun fasilitas atas nama besar keluarga tersebut.


Tapi bukan berarti dia berubah jadi pria yang lemah. Dia menggunakan kesempatan ini untuk bisa bangkit dengan kedua kakinya sendiri.


Dan setelah sepakat untuk sama-sama berjuang, akhirnya Ainsley memberanikan diri untuk mengunjungi rumah mom Jilliana lebih dulu. Dia akan mengatakan bahwa tak bisa mengabulkan permohonan mom Jilliana kemarin.


Ainsley datang ke rumah ini tanpa sepengetahuan Damian. Dia sengaja datang sendiri karena merasa mampu untuk menghadapi masalah ini.


Ainsley datang dan langsung bertemu dengan mom Jilliana dan Daddy Bastian di ruang tengah. Baru menatap wajah keduanya sudah berhasil membuat jantung Ainsley berdegup kencang.


Sungguh, dia sangat takut. Tapi Ainsley tidak menemukan jalan untuk mundur.


Terlepas dari kasta mereka yang berbeda begitu jauh, dia dan kak Damian hanyalah dua manusia yang saling mencintai. Tidak perlu harta yang berlimpah, saling memiliki keduanya sudah merasa cukup.

__ADS_1


17 tahun lalu mereka sudah dipisahkan oleh takdir dan sekarang keduanya tidak ingin pisah lagi.


"Ains, kamu datang sayang? Kenapa tidak memberitahu Mommy. Tau begini Mommy akan meminta sopir untuk menjemputmu," ucap mom Jilliana, dia langsung bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan sang anak angkat. Memeluk Ainsley sejenak lalu membawanya untuk segera duduk di sana.


Daddy Bastian mulai menatap tak suka pada Ains, karena Ains lah kini anaknya jadi pembangkang. Bukannya membantu perusahaan keluarga untuk memiliki peluang di pasar internasional, Damian justru bergabung dengan perusahaan pesaing mereka.


Jika ingat itu rasanya kepala dad Bastian ingin meledak, tak bisa dia kendalikan amarah yang menggumpal di dalam hati.


Tapi hingga detik ini dia masih mencoba sabar.


Tapi belum sempat Ainsley menjawab, sudah terdengar dad Bastian yang menyahut.


"Tentu saja kalian harus berpisah apapun yang terjadi, selagi Daddy dan mommy masih memperlakukan mu dengan baik. Segeralah akhiri hubungan kalian," ucap Dad Bastian, suaranya begitu menekan, tak ingin dibantah.

__ADS_1


Dan Ainsley sesaat menelan ludahnya sendiri dengan susah payah, dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mulai bersuara.


"Maaf Mom, Dad. Tapi aku tidak bisa mengakhiri hubungan ku dengan kak Damian," kata Ainsley, dia menunduk saat mengucapkan kalimat tersebut.


Daddy Bastian sudah tercengang, sementara mom Jilliana seketika mengambil jarak duduknya. Menatap Ains seolah tak percaya. Bagaimana bisa kalimat tidak tau diri itu keluar dari mulut seorang Ains.


Ternyata benar, ketika orang miskin telah menemukan sumber harta maka dia akan terus meraupnya tanp menemukan kepuasan. Dan bagi Ains, Damian adalah tambang emasnya.


"Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu Ains? Mommy dan Daddy sudah menganggapmu seperti anak sendiri, mommy bahkan sudah memberimu black card," ucap mom Jilliana, dia bangkit dari duduknya dan mulai menatap marah. Sungguh, dia benar-benar merasa dipermainkan oleh Ains.


Dan mendengar ucapan mom Jilliana tersebut, Ainsley pun akhirnya menyerahkan black card yang dia punya, diletakkannya di atas meja.


"Aku tidak pernah meminta black card ini, Nyonya. Aku juga tidak pernah minta kalian untuk menganggap ku anak. Aku bahkan tidak pernah meminta untuk ditemukan," balas Ainsley.

__ADS_1


Dan dengan cepat dibalas oleh sebuah tamparan oleh Daddy Bastian.


PLAK!!


__ADS_2