Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 53 - Di Luar Kendali


__ADS_3

Setelah mendengar semua cerita dari Helena, kini mommy Jilliana jadi banyak melamun. Jadi sibuk sendiri dengan pemikirannya.


Tak menyangka bahwa sang anak telah sejauh ini diperdaya oleh seorang wanita.


Tapi Mommy Jilliana benar-benar menepati ucapannya pada Helena, dia tetap merahasiakan kebenaran ini untuk dirinya sendiri. Bahkan tidak mengatakannya pada sang suami pula.


Jika Daddy Bastian sampai tau, pasti masalahnya akan semakin melebar. Pasti akan ada perselisihan di antara Damian dan sang ayah.


Menjelang sore Damian akhirnya pulang ke rumah, mommy Jilliana yang biasanya menyambut dengan antusias kini tetap duduk di ruang tengah tersebut.


"Mom," sapa Damian dengan bibir yang tersenyum lebar, aura bahagia karena telah menemukan Ainsleynya masih tergambar jelas di wajahnya. Tak bisa ditutupi bahwa dia tengah berbunga-bunga. Apalagi jika ingat dia telah menghabiskan malam yang panas dengan wanita pujaannya tersebut.


Tiap kali membayangkannya Damian masih merasa berdesir di dalam tubuh.


"Kamu sudah pulang, Dam," sahut mommy Jilliana.


"Hem, dimana Rachel dan Daddy?" tanya Damian pula, dia lebih dulu duduk di sana. Tidak langsung menuju kamarnya.

__ADS_1


"Kamu terlihat bahagia sekali," balas mommy Jilliana, dia tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Damian, tapi justru mempertanyakan tentang hal ini.


Dan lihatlah, mendengar sang mommy bicara seperti itu Damian jadi semakin lebar senyunya, sampai wajahnya pun jadi nampak berseri-seri.


"Mommy benar, aku memang sedang merasa sangat bahagia."


"Apa yang membuatmu merasa bahagia seperti itu? tidakkah ingin membaginya pada mommy?"


"Nanti ... Nanti aku akan jelaskan alasan kenapa aku sebahagia ini," terang Damian, dia berencana untuk menjelaskan semuanya sekaligus membawa Ainsley datang ke rumah ini. Karena itulah kini Damian sedang menahan diri untuk tidak mengatakan tentang kebenarannya.


Bahwa dia telah berhasil menemukan Ainsley mereka.


"Dam, mommy lihat sekarang ini kamu sedang memberi jarak dengan Helena. Apa benar seperti itu?" tanya mommy Jilliana.


Damian langsung kehilangan senyumnya, dia diam sesaat sebelum akhirnya mengangguk.


"Bukannya kalian sekarang sedang saling membuka hati untuk satu sama lain? Kenapa kamu malah menghindar?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa Mom, bagiku Helena sama seperti Rachel, dia hanya ku anggap sebagai adik. Bukan wanita yang ingin kujadikan istri," balas Damian tegas, dia bahkan mampu mendengar jelas saat sang mommy membuang nafasnya dengan kasar.


"Padahal Helena adalah gadis yang sempurna Dam, dia berasal dari keluarga yang terhormat. Memiliki nama baik yang bisa mengimbangi kamu. Jika ... Jika kamu benar-benar tidak bisa bersama Helena, mommy harap kamu menemukan wanita yang setara dengan Helena untuk jadi istrimu," balas mommy Jilliana, bicara panjang lebar dan lagi-lagi membuang nafasnya dengan kasar di ujung kalimat.


Damian sontak terdiam, dia menatap sang mommy lekat. Seolah menemukan sesuatu yang berbeda dari mommynya tersebut.


"Mom, kenapa mommy bicara seperti itu?" balas Damian. "Ketika aku memutuskan untuk menikahi seorang wanita, aku bukan menikahi kehidupannya yang terhormat, aku bukan menikahi kesetaraannya denganku. Tapi aku menikahi pribadinya, seseorang yang akan jadi teman hidupku." timpal Damian kemudian.


Sungguh, dadda mommy Jilliana sesak sekali ketika mendengar hal tersebut. Seolah Damian hendak melindungi wanita ****** itu.


"Setidaknya nikahilah seorang yang terhormat, agar kamu dan keluarga kita tidak menanggung malu," balas mommy Jilliana, dia tak kuasa untuk menahan kalimat ini. Pada akhirnya terlontar juga diluar kendali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tahan tahan, mampir dulu ke novel baru Ratu Ngupil ya ...


Judul : Mengasuh Anak Genius Pak Duda

__ADS_1


By : Dhevis Juwita



__ADS_2