
Keluar dari perusahaan Marcel, Damian langsung menuju ke rumah utama keluarga Davidson. Tuan Erland tak bisa dia temui di perusahaan, karena itulah dia putuskan untuk langsung berkunjung ke rumahnya.
Keluar dari perusahaan Marcel dengan berjalan kaki, foto Damian langsung terkirim pada Daddy Bastian.
Di rumahnya sana Daddy Bastian tersenyum miring, "Ternyata kamu tau jika Daddy mengawasi mu, Dam," gumam dad Bastian. Jika saja Damian masih menggunakan mobil keluar dari perusahaan Marcel, maka perusahaan Marcel akan makin dia buat turun harga sahamnya.
Damian berani-beraninya melawan dia hanya karena seorang wanita, jadi jangan harap kini anaknya itu akan tetap mendapatkan kenyamanan hidup.
Tidak akan pernah.
"Sekarang ayo lihat apa yang akan kamu lakukan," ucap Dad Bastian pula. Ingin lihat sejauh mana anaknya akan melangkah, karena sampai kapanpun Dia sangat yakin bahwa damaian tidak akan mungkin pernah bisa mengalahkan dia.
*
*
Meski tak membawa apapun atribut dari Marcel, tapi Damian membawa uang tunai cukup banyak di dalam dompetnya. Uang siapa lagi jika bukan uang milik Marcel. Hanya dengan cara seperti ini saja bantuannya tak akan terhendus.
__ADS_1
Kedatangan Damian di rumah utama keluarga Davidson langsung disambut oleh tuan Rumah secara langsung.
Tuan Erland pun bertanya-tanya di dalam benaknya kenapa tiba-tiba keturunan keluarga Lynford mendatangi kediamannya. Kini kedua orang berbeda generasi tersebut telah duduk bersama di ruang tamu mansion itu.
"Maaf jika kedatangan saya menganggu waktu istirahat Anda, Tuan," ucap Damian.
"Tidak perlu basa-basi, langsung katakan saja apa tujuanmu datang kemari," balas tuan Erland. Pria yang betah menjadi duda itu menatap lurus ke arah Damian, sedikit pun tidak mengalihkan pandangannya.
"Saya ingin bergabung di perusahaan Anda, saya memang tidak memiliki sejumlah uang untuk investasi, tapi saya punya kemampuan untuk membantu Anda menembus pasar internasional," terang Damian secara gamblang.
Dan mendapati jawaban itu Damian menjawab jujur bahwa dia bukan lagi bagian dari keluarga Lynford. Namanya hanyalah Damian, bukan Damian Lynford.
Tuan Erland tersenyum kecil saat mendengar hal itu, cukup tau bahwa Damian sedang memiliki masalah internal dengan keluarganya.
Tapi tuan Erland tidak ingin ikut campur terlalu dalam dengan urusan tersebut, mendapatkan Damian di perusahaannya pun akan jadi Jackpot tersendiri. Pasalnya Damian sudah terkenal sebagai pengusaha yang mumpuni.
Tak ingin hanya basa basi, jadi tuan Erland langsung mengajukan surat kontrak kerja sama. Jika Damian bisa menambah 1 persen saja penjualan di perusahaan Davidson, maka Damian baru akan jadi mitra kerjanya. Tapi jika gagal, Tuan Erland tak sudi menampung pecundang.
__ADS_1
Kerja sama yang seperti tantangan itu pun Damian terima tanpa pikir panjang, karena kini dia pun tak punya tempat pulang.
Sudah menandatangani surat kontrak itu, Damian langsung mendapatkan fasilitas yang memadai dari tuan Erland. Mulai dari rumah, mobil dan bahkan kartu kredit.
Hari itu juga bahkan Damian mulai memasukki perusahaan Davidson.
*
*
Di rumah keluarga Lynford.
Daddy Bastian mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Tak menyangka jika Damian akan benar-benar melawannya, masuk ke kandang musuh yang selama ini selalu jadi pesaing perusahaan mereka.
"Anak tidak tau diri, kamu benar-benar keterlaluan, Dam," ucap Daddy Bastian, dia sungguh kecewa.
Belum apa-apa, tapi kini daddy Bastian sudah ketakutan sendiri.
__ADS_1