
"Selamat Ains, hari ini kamu cantik sekali," ucap Megan. Selesai makan siang bersama mereka masih menghabiskan waktu di sini. Berkumpul, bermain dan bercengkrama.
Megan, Marcel dan Aldian memang awalnya sama-sama memandang rendah pada Ains. Tapi setelah mengenal, setelah mengetahui kehidupan Ains kini mereka justru malu sendiri. Ains bahkan rela melakukan apapun untuk memberi kehidupan yang lebih baik bagi adik-adiknya. Adik yang bahkan bukan dadi ikatan darah.
Kini mereka tak peduli pada pandangan orang luar jika mengetahui bagaimana masa lalu Ains, kini mereka hanya akan memikirkan tentang masa depan.
"Terima kasih, Kak," jawab Ainsley malu-malu. Ains pikir kak Megan pun akan sama seperti Helena. Tapi ternyata tidak, membuatnya banyak sekali merasa bersyukur hari ini.
Dalam kesempatan itu Damian juga mengatakan bahwa pernikahannya dengan Ains akan digelar 2 Minggu lagi. Semuanya telah diurus oleh wedding organizer yang dia pilih. Ains dan Damian hanya tinggal fitting baju pengantin.
"Aaa, aku mau menikah juga," celetuk Megan, dia gemas sendiri melihat Ainsley dan Damian.
Saat Megan melirik Aldian, pria itu justru mengusap puncak kepalanya dengan kasar. Membuat semua orang jadi tertawa.
*
*
Di tempat lain.
__ADS_1
Mommy Jilliana melihat dengan jelas foto yang ditunjukkan oleh Helena. Foto pertunangan antara Damian dan Ainsley.
Foto-foto yang Helena dapatkan melalui media sosial Megan. Pertama kali melihat tadi, kepala Helena pun rasanya ingin pecah itulah kenapa dia langsung bergegas mendatangi rumah ini dan menunjukkan foto-foto tersebut pada Tante Jilliana.
Helena ingin Tante Jilliana mengambil tindakan tegas, mengupayakan apapun agar pernikahan itu gagal.
Namun bukannya langsung memberikan tanggapan, Tante Jilliana justru nampak termenung.
Helena mana tau jika jantung mom Jilliana berdenyut nyeri kala menatap foto tersebut. Ada sesak di dadda yang tidak mampu dia ucapkan dengan kata-kata.
belum lagi saat dilihatnya dengan jelas Damian dan Rachel tersenyum bahagia di dalam foto-foto tersebut.
"Tante, Jangan hanya diam saja seperti ini. Tante harus segera mengambil tindakan untuk mencegah pernikahan itu terjadi!" ucap Helena, suaranya terdengar begitu menggebu. Dia tidak ingin mereka kehilangan waktu meski hanya sedikit. Tidak ingin terlambat mencegah pernikahan Damian dan Ainsley.
Tapi sekarang mom Jilliana tidak bisa berpikir jernih, kepalanya justru terasa berdenyut nyeri.
Mom Jilliana bahkan memijat kepalanya sendiri untuk meredakan rasa sakit itu.
Sebuah sikap yang membuat Helena justru menemukan cara untuk membatalkan pernikahan tersebut. "Bagaimana jika Tante pura-pura sakit parah saja, minta kak Damian untuk mengakhiri hubungannya dengan Ains jika tak ingin penyakit Tante semakin parah," ucap Helena.
__ADS_1
Sebuah ide yang justru membuat kepala mom Jilliana makin ingin pecah. "Cukup Hel, jangan bicara apapun lagi sekarang. Tante pusing, Tante tidak tahu apa yang harus tante lakukan."
"Tapi kita tidak bisa diam saja seperti ini Tante, jika orang-orang sampai tahu tentang pernikahan itu jelas tante dan om yang akan menanggung malu," balas Helena.
"Bagaimana Tante akan menghadapi keluarga yang lain? Bagaimana Tante menghadapi teman dan kolega? Bagaimana jika mereka mempertanyakan tentang masa lalu Ains? Dan bagaimana jika ada seorang pria yang mengakui pernah tidur bersama wanita itu."
"Cukup Hel, Tante mohon. Diamlah dulu," pinta mom Jilliana.
Nafasnya sudah terengah-engah, lelah sekali rasanya. Padahal dia tidak melakukan pekerjaan berat apapun, tapi setelah mengetahui kabar Ini tenaganya seolah terkuras habis.
Masih bingung seperti itu, tiba-tiba dia lihat sang suami yang mendadak pulang. Daddy Bastian melangkah penuh amarah dan masuk ke ruang kerjanya.
Lalu menutup pintu dengan sangat kuat.
Brak!
Suaranya hingga berhasil membuat mom Jilliana dan Helena terkejut.
"Astaga, om Bastian pasti juga sudah mengetahui tentang kabar ini," ucap Helena. Makin menyulut api di pembakaran.
__ADS_1
"Diam Hel, Tante mohon."