Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 73 - Jawaban Yang Sebenarnya


__ADS_3

Seharian tidak melihat Damian di perusahaan, jadi Helena datang berkunjung ke rumah utama keluarga Lynford saat malam hari.


Lalu dibuat terkejut saat tante Jilliana menjelaskan bahwa Damian telah keluar dari rumah ini, hanya karena tidak mendapatkan izin untuk menikahi Ains.


Rachel belum mengetahui tentang hal tersebut, dia pikir kakaknya masih menginap di tempat salah satu sahabatnya, Aldian atau Marcel. Dan sejak tadi pagi Daddy Bastian lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang kerja.


Mommy Jilliana stress sekali, untunglah kini ada Helena yang datang dan jadi teman bicaranya. Selepas makan malam mereka berdua duduk di ruang perpustakaan.


"Astaga Ya Tuhan, maafkan aku Tante jika aku harus bicara seperti ini, tapi Ains pasti sudah memberi pengaruh buruk pada kak Damian, karena itulah kak Damian sampai bertindak sejauh ini," ucap Helena panjang lebar, kembali menebar benih kebenciannya pada Ains.


Dia juga cemburu ketika melihat tante Jilliana begitu menyayangi wanita jallang itu, Helena tidak terima dan untunglah sekarang dia punya peluang untuk merubah rasa sayang itu jadi benci.


"Tapi Ains tidak tahu apapun tentang hal ini, Hel. Ini semua murni keputusan Damian sendiri."


"Darimana Tante bisa tau itu, mereka selalu bersama pasti Ains pun tau tentang hal ini. Dan bukannya meminta kak Damian pulang, dia justru hanya diam."


"Damian tidak pulang bukan karena Ains, Hel. Karena dia sudah mendapatkan rumah baru dari tuan Erland," jelas mom Jilliana pula, bicara apa adanya, bukan bermaksud membela Ains.


Namun semua jawaban Tente Jilliana itu sangat membuat Helena geram.

__ADS_1


"Sudah aku katakan sejak awal Tante, yang harus ditekan itu Ains bukan kak Damian," ucap Helena lagi.


"Maksud kamu apa Hel?" tanya mom Jilliana yang masih bingung, kini pikirannya benar-benar buntu.


"Tante harus meminta Ains untuk mengakhiri hubungan mereka, katakan jika kak Damian berhak mendapatkan yang lebih layak dibandingkan Ains," kata Helena dengan suara yang terdengar tegas.


Sementara mom Jilliana seketika terdiam, membenarkan ucapan Helena tersebut. Jika Ains yang bilang untuk mengakhiri hubungan ini, pasti Damian tak akan bisa berbuat apa-apa.


Karena bukan mereka yang memisahkan keduanya, tapi Ains sendiri.


"Baiklah, kalau begitu besok pagi Tante akan menemui Ains," jawab mom Jilliana.


Helena tersenyum puas, "Tante harus tega pada Ains, karena ini demi kebaikan kak Damian sendiri. Ains memang pernah menyelamatkan kak Damian, tapi itu bukan alasan untuk mempertaruhkan masa depan kak Damian."


Saat pagi datang. Mom Jilliana benar-benar mendatangi Zen Minimarket.


Dia datang disaat jam 9 pagi.


Ains yang melihat mom Jilliana datang pun langsung keluar untuk menyambut.

__ADS_1


"Mom," sapa Ains dengan riangnya.


Melihat Ains memakai sepatu yang dia berikan, mom Jilliana pun tersenyum kecil. Lalu membuang nafasnya dengan kasar.


"Apa ada masalah Mom?" tanya Ainsley, kini mereka mulai duduk di depan sana.


"Apa Damian tidak menceritakan apapun padamu?"


"Tentang apa?"


"Tentang dia yang memutuskan untuk keluar dari rumah."


Deg! Ains seketika mendelik, ingatannya mundur ke belakang untuk megulik apa yang sebenarnya terjadi. Dan jawaban itu makin jelas karena mom Jilliana pun menjelaskan dengan rinci semua yang terjadi.


"Maafkan mommy Ains, mommy mohon akhirilah hubungan mu dengan Damian. Dia harus menikah dengan wanita yang setara, dia adalah pewaris keluarga Lynford, Damian bukan orang biasa," mohon mom Jilliana.


Ainsley seketika gemetar tubuhnya, dia meremat kedua tangannya sendiri yang sudah basah dengan keringat dingin.


Selama ini dia pun selalu mempertanyakan tentang restu tersebut, tapi kak Damian selalu menjawabnya dengan ambigu.

__ADS_1


Dan ternyata inilah jawaban yang sebenarnya.


"Mommy mohon Ains," pinta mom Jilliana dengan sungguh-sungguh, dia bahkan menyentuh tangan Ains yang kini terasa begitu dingin.


__ADS_2