Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 65 - Berlari, Menangis dan Tertawa


__ADS_3

Ainsley mengambil ponselnya dan menyimpan nomor ponsel milik tuan Eric. Setelah dia pikir-pikir pertemuannya dengan tuan Eric tak akan membuatnya bermasalah. Pertama, dulu mereka bertemu dalam keadaan yang wajar. Berpisah sebagai semestinya pula.


Anggaplah ini seperti takdir mereka dipertemukan lagi, awalnya tuan Eric yang memiliki hutang, tapi ternyata Ainsley yang lebih dulu berhutang pada pria itu.


Tuan Eric yang patah hati butuh seseorang untuk menemani malamnya yang sepi dan saat itu pilihannya jatuh pada Ains. Namun tuan Eric justru membayar lebih, sementara Ains tidak pernah mau menerima pembayaran diluar harga yang diberikan oleh pak Juan. Karena itulah sebelum berpisah Ains mengatakan untuk mereka bertemu 1 kali lagi.


Waktu itu Eric mengiyakan, tapi nyatanya mereka baru bertemu sekarang. Disaat sakit hati Eric sudah sembuh, disaat Eric jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ains, dan ternyata mereka pun pernah bertemu di masa lalu.


Ini Ains, Tuan. Tulis Ainsley dalam pesan singkatnya.


Cukup panggil Eric, jangan Tuan. Balas Eric dengan cepat.


Dan Ainsley menjawabnya singkat sekali. Baik.


"Aduh, kenapa aku hanya membalas seperti itu. Sekarang kan aku yang punya hutang padanya," gumam Ainsley kemudian.


Buru-buru dia kembali mengirim pesan lagi.


Silahkan datang ke toko, kapanpun anda butuh teman cerita saya akan temani. Tulis Ainsley, setelah ini maka lunas sudah hutang yang dia punya.


Di ujung sana Eric tersenyum, dia pilih untuk mengabaikan pesan tersebut. Tidak dia balas lagi.


*


*


Jam istirahat siang, Mom Jilliana putuskan untuk mendatangi Zen Minimarket. Padahal sore nanti Ainsley sudah berencana untuk berkunjung ke rumah mom Jilliana.

__ADS_1


Tapi mom Jilliana yang penasaran dengan kehidupan Ains jadi pilih untuk datang ke sini, setelah bertanya pada sang suami tentang banyak hal. Dad Bastian pun telah menyelediki masa lalu Ains demi memperkuat bukti bahwa Ains benar-benar adalah Ainsley.


Dari dalam toko Ainsley langsung terkejut ketika melihat mom Jilliana turun dari mobil, dia bahkan langsung keluar dari meja kasir dan berlari menuju ke luar.


Dilihatnya mom Jilliana yang turun dengan membawa banyak barang bawaan.


"Mom," panggil Ainsley setelah berdiri di hadapan, dia juga langsung bantu mom Jilliana untuk membawa semua barang tersebut.


"Sayang," balas mom Jilliana pula, lengkap dengan senyumnya yang terlihat hangat, senyum yang sama seperti milik Damian.


"Kenapa mom ke sini? ada sesuatu yang ingin dibeli? Kenapa turun dengan membawa banyak barang?" tanya Ains bertubi, dia tidak merasa bahwa kedatangan mom Jilliana karena dia, dipikirnya mom Jilliana berhenti tanpa sengaja.


"Sayang, mommy datang ke sini untuk menemui kamu. Mommy tau toko ini dari daddy," jawabnya jujur.


Ainsley tentu terkejut, namun dia langsung membimbing mom Jilliana untuk masuk ke dalam toko. Tapi ternyata mom Jilliana pilih untuk duduk di luar saja, di tempat itu pun terasa sejuk dan banyak angin.


"Di dalam saja Mom, di dalam juga ada tempat istirahat," jelas Ains, dia sungguh merasa tak enak hati.


"Tidak apa-apa, di sini saja. Mom juga hanya sebentar, mommy tidak ingin merepotkanmu," jawab mom Jilliana. Karena dia lihat Ains yang masih berdiri, jadi mom Jilliana menarik anaknya itu untuk duduk juga. Lalu semua barang bawaannya diletakkan di atas meja.


"Ini makan siang untukmu, mommy tadi sudah menelpon bibi Ema untuk tidak mengantarkan Mu makan siang," ucap mom Jilliana, "Makanlah bersama rekan kerjamu itu," timpalnya lagi.


"Mommy juga membelikan mu sepatu baru untuk bekerja. Coba kamu pakai ya," pinta mom Jilliana, dia bahkan langsung bersimpuh di hadapan Ains untuk memasangkan sepatu tersebut.


Namun Ains dengan cepat menahannya, "Tidak Mom! aku bisa memakainya sendiri!" tolak Ainsley dengan cepat.


"Sayang, memangnya kenapa jika mommy yang pakaikan? Memangnya tidak boleh?" balas mom Jilliana pula dan akhirnya membuat Ains tak bisa menjawab.

__ADS_1


Mom Jilliana lantas melepaskan sepatu milik Ains yang lama, lalu dia ganti dengan sepatu pemberiannya. Tentu saja langsung Pas, bahkan untuk ukuran dada Ains pun kini mom Jilliana sudah mengetahuinya. Secanggih itu data yang dia punya.


"Saat bekerja pakailah sepatu yang nyaman," ucap mom Jilliana pula, dia tidak mempermasalahkan pekerjaan Ains yang seperti ini, asal jangan lagi jadi penari striptis.


"Terima kasih Mom," jawab Ainsley lirih, siapa yang tak tersentuh hatinya ketika mendapati perlakuan seperti ini.


Ainsley saja rasanya sampai ingin menangis.


"Mommy membelikanmu 7 sepatu, bisa kamu pakai untuk ganti-ganti," ucap mom Jilliana pula, karena itulah banyak sekali barang bawaannya tadi.


"Dan satu lagi, mom datang untuk memberikanmu ini sayang," kata mom Jilliana, dia mengambil sesuatu di dalam tasnya. Sebuah black card untuk Ains. "Mom tidak sempat membelikan sepatu untuk adik-adikmu, jadi belikanlah mereka menggunakan ini," timpal mom Jilliana.


Ainsley hanya mampu menelan ludah. "Tapi Mom_"


"Tidak ada tapi-tapian, sekarang kamu adalah anak mommy dan Daddy, nanti di belakang namamu juga akan ada nama keluarga Lynford. Jadi pakailah kartu ini dengan nyaman, ya?" mohon mom Jilliana pula. Dia menyentuh kedua tangan Ains dengan lembut.


Jika dulu Ains bisa menolak pemberian kak Damian, maka sekarang Ains tak bisa melakukannya.


Mom Jilliana teramat baik dan begitu tulus, membuatnya tak bisa berkata-kata.


"Mom akan pulang sekarang, makanlah makan siangmu, ya," ucap mom Jilliana, tanpa canggung mom Jilliana bahkan mencium pipi kanan dan pipi kiri Ains dengan sayang, berpisah setelah dia mengelus puncak kepala Ains dengan lembut.


Saat mobil milik Mom Jilliana pergi, barulah Ains menjatuhkan air matanya. Merasakan sepatu yang begitu empuk dan sangat nyaman.


Ains berlari kecil untuk menikmati sepatu itu, berlari, menangis dan tertawa.


Kak Damian memang telah memberikannya banyak cinta, bibi Ema bahkan sudah seperti ibu baginya. Tapi entah kenapa kasih sayang mom Jilliana tetap saja rasanya berbeda. Diterima seperti ini membuatnya jadi merasa haru sendiri.

__ADS_1


__ADS_2