Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 87 - Harusnya Ini Jadi Kejutan


__ADS_3

"Bagaimana jika dugaanmu benar? Aku ingin pamit untuk pergi ke luar negeri," balas Damian, akhirnya dia buka suara.


Mengucapkan kalimat menyakitkan itu dengan bibir yang tersenyum begitu manis, dia juga tetap fokus mengemudi dengan sesekali melihat ke arah Ainsley.


"Jahat," balas Ainsley singkat. Dia jadi enggan untuk menatap lagi ke arah pria yang dia rindukan tersebut. Karena kini hatinya jadi sesak tiap kali dia melihat kak Damian.


Meski perpisahan itu memang sudah di pelupuk mata, tapi tetap saja dia tak sanggup jika harus menjalaninya.


Harus sampai kapan mereka seperti ini?


Ainsley pilih untuk menatap ke luar jendela, tak mau menatap kak Damian lagi, tak mau bicara pada pria itu lagi.


Namun marahnya Ainsley justru terlihat lucu di mata Damian, tanpa sungkan dia terkekeh pelan. Membuat Ains kembali menatap ke arahnya, tapi bukan tatapan penuh rindu seperti beberapa saat lalu. Kini tatapan itu jadi berubah tajam dan terasa sangat dingin.


"Kamu pasti mengira sekarang wajahmu sudah seperti seekor singa yang sedang marah, tapi dimataku kamu seperti anak kucing," ucap Damian, malah menggoda.


Membuat Ainsley ingin menangis jadinya, karena sedih dan marahnya tidak dianggap serius. Malah dijadikan bahan bercandaan.

__ADS_1


"Kak Damian jahat," kata Ains, pada akhirnya dia tidak sanggup menahan kesedihan itu. Tak sanggup juga menahan air bening yang sudah terbendung di kedua matanya. Ainsley akhirnya menangis juga.


"Hei, kenapa kamu malah menangis?" cemas Damian.


"Kak Damian jahat! Jahat jahat jahat!" kesal Ainsley.


"Aku sedang mengemudi sayang."


"Terserah!!" balas Ainsley lebih kesal.


Damian lagi-lagi malah tersenyum, dia membiarkan Ains menangis dan terus mengemudi mobilnya dengan hati-hati. Hingga beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


"Kenapa kita datang ke sini! Aku tidak mau turun!" ucap Ainsley, Dia sedang marah tapi malah diajak ke hotel. tidak usah dijelaskan secara rinci, Ainsley pasti tahu apa yang sedang diinginkan oleh pria itu. lama tidak bertemu kak Damian pasti ingin menyentuhnya, memuaskan hasrratnya yang dahaga.


Mungkin memang benar, nasibnya hanya akan jadi pelampiassan hasrrat. Tak lebih.


"Ayo turun dulu, jangan buat aku memaksamu," titah Damian.

__ADS_1


"Aku tidak mau! Jika kak Damian memaksa aku akan pulang sendiri menggunakan taksi!"


"Serius ingin pulang?"


"Iya! aku malas datang ke sini."


"Tapi di dalam aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mu, semua orang juga sudah menunggu," balas Damian.


Ainsley terdiam sesaat, masih belum paham apa maksud ucapan kak Damian. "Apa maksudnya?" tanya Ainsley pula.


"Bibi Ema, Rachel, Rora, Zen, Joshua, Amara, Aldian, Marcel, Leo dan bahkan Megan sudah ada di dalam sana. Aku mengundang mereka untuk makan siang bersama. Aku ingin melamar mu di hadapan mereka. Kita akan segera menikah," jelas Damian gamblang, harusnya ini jadi kejutan. Tapi Ainsley sudah lebih dulu salah paham.


Inilah permintaan Damian pada Tuan Erland, mengadakan pesta pernikahan yang begitu megah untuk pernikahannya dengan Ains. Dan setelah pernikahannya, Damian akan mengajak Ains untuk kepergiannya ke luar negeri. Sekaligus bulan madu.


Tuan Erland langsung menyetujui tanpa ada syarat apapun.


Dan mendengar penjelasan sang kekasih Ains jadi menangis lagi.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Ainsley dan Damian mengangguk.


__ADS_2