Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 66 - Seperti Kemarin


__ADS_3

Foto-foto pertemuan Ainsley dan mom Jilliana itu pun sampai di tangan Helena. Meskipun Ainsley hanya akan dijadikan sebagai anak angkat, tapi tetap saja ada rasa cemburu di dalam hatinya melihat kedekatan mom Jilliana dan wanita jallang tersebut.


Selalu ada hal yang membuatnya tak suka jika menyangkut dengan Ains. Sumpah, Helena sedikit pun tidak ingin berbagi dengan wanita itu. Entah itu Damian, ataupun kasih sayang tante Jilliana dan om Bastian, termasuk kasih sayang Rachel sekalipun.


Hanya dia wanita yang boleh hadir di tengah-tengah keluarga Lynford.


Sekarang sudah waktunya makan siang, tapi dia sedikit pun tidak merasa lapar, terus saja berpikir bagaimana caranya menyingkirkan Ainsley. Sedangkan sekarang posisinya sendiri pun terancam. Apalagi Damian telah mengetahui ulahnya yang mengirim foto-foto itu.


"Cara mengalahkan musuh adalah berada di dekatnya," gumam Helena kemudian. Lalu berpikir untuk mendekati Ains pula.


Ketika yakin dengan caranya tersebut, barulah mulai muncul senyum kecil di bibirnya.


*


*


Siang ini juga Aldian, Marcel dan Damian janji bertemu di cafe langganan mereka untuk makan siang bersama. Yang berinisiatif untuk mengajak bertemu adalah Aldian, sebab pria itu ingin menceritakan tentang Helena yang datang ke apartemennya dan menuntut penjelasan tentang Ains.


"Waktu itu aku terbawa emosi, jadi aku katakan bahwa Ains adalah penari striptis di Paradise Club," terang Aldian apa adanya, setelah dia meminta maaf sebelumnya.


"Wah, mulutmu benar-benar sampah Al." Marcel yang menyahut, baginya mereka semua memang bangssat, tapi tak ada yang mempertaruhkan temannya seperti ini.

__ADS_1


"Sudahlah, sekarang itu bukan hal yang penting lagi," balas Damian pula, dia pun menceritakan bahwa Ains adalah Ainsley yang selama ini dia cari.


Marcel dan Aldian makin tercengang, seolah takdir ini lucu sekali. Damian juga menceritakan bahwa perjodohannya dengan Helena fix batal, tapi kedua orang tuanya tidak setuju jika dia menikahi Ains, dan Ains hanya akan diangkat sebagai anak di keluarga Lynford.


Sesaat Marcel dan Aldian sama-sama terdiam, saking tercengangnya mereka tak mampu berkata apa-apa.


Hingga entah di detik ke berapa, akhirnya Marcel yang lebih dulu berucap. "Itulah hati manusia Dam, mereka bilang akan memperlakukan Ains seperti kamu dah Rachel.Tapi kenyataananya mereka akan tetap membedakan. Karena nyatanya Ains tak akan pernah setara dengan kalian semua," ucap Marcel.


Aldian hanya mampu membuang nafasnya dengan kasar mendengar ucapan Marcel itu, kini justru kehidupan Ains lebih menyedihkan. Karena kasih sayang yang akan diberikan oleh om Bastian dan Tante Jilliana hanyalah palsu.


Mom Jilliana dan Daddy Bastian akan memberikan kehidupan yang lebih layak dan tidak sembarangan untuk kedua anaknya. Sementara Ains tidak, jika Ains nanti menikah, pasti terserah siapa jodohnya. Tak perlu seselektif Damian sekarang.


Rachel pun kelak pasti akan mengalami yang dialami oleh Damian saat ini.


Jelas wanita itu begitu penting di hidup Damian.


Jam 2 siang pertemuan itupun berakhir, ketiganya berpisah dan menuju perusahaan masing-masing.


Saat sore Damian mendatangi Zen Minimarket. Menjemput Ains pulang. Tadi Ains juga sudah bertukar kabar dengan Damian tentang mom Jilliana yang datang ke toko.


Ainsley berlari antusias dan buru-buru masuk ke dalam mobil milik kekasihnya tersebut. Aura kebahagiaan tergambar jelas di wajah Ains.

__ADS_1


Damian tidak langsung melajukan mobilnya, lebih dulu menatap lekat ke arah sang kekasih.


"Kenapa kak Damian menatap ku seperti itu?" tanya Ainsley.


"Kita ke apartemen sebentar ya?" ajak Damian dan Ainsley langsung mengangguk.


Setelah mendapatkan izin itu barulah mobil melaju.


Tiba di apartemen, Damian langsung menggendong Ainsley seperti bayi koala. Sesekali mencium bibirnya dengan mesra.


Mereka sama-sama rindu, sama-sama ingin merasakan penyatuan seperti kemarin.


Bagaimana bisa Damian menganggap Ainsley sebagai Adik? Jika hubungan mereka yang sesungguhnya saja seperti ini.


Brug! Keduanya telah jatuh di atas ranjang.


"Apa yang mommy katakan padamu tadi?" tanya Damian, kini dia telah menindih Ains, bertanya seraya melepas kancing baju Ains satu per satu.


"Ada satu yang membuatku bingung Kak, kata mom Jilliana nanti aku akan menggunakan nama keluarga Lynford. Apa mereka tidak merestui hubungan kita? Apa aku hanya akan diangkat sebagai anak?" tanya Ainsley pula, tadi dia tidak sempat memikirkan tentang hal ini, tapi sekarang setelah merasakan gairrah ini tiba-tiba pemikiran seperti itu muncul.


Dan Damian bingung bagaimana cara menjelaskannya, dia justru lebih dulu menyesap salah satu dadda yang sudah terpampang nyata.

__ADS_1


Ugh! lenguh Ainsley.


__ADS_2