Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 92 - Surat Undangan Pernikahan


__ADS_3

Saat Megan menghubungi, Aldian sedang bersama dengan Marcel. Jadi kedua pria itu langsung bergegas mendatangi apartemen Megan takut sesuatu hal buruk terjadi di sana.


Saat mereka berdua datang, Megan sudah menangis dengan rambut yang nampak acak-acakan. Sementara Helena terduduk dengan tatapan benci pada semua orang.


"Al," panggil Aldian seraya berjalan masuk ke dalam pelukan pria itu. Marcel pun menatap iba pada penampakan Megan sekarang.


Aldian kemudian memeriksa keadaan Megan dengan teliti, ternyata ada luka kecil di pipi, nampak seperti bekas cakaran.


Mendapati luka itu Aldian pun langsung menatap tajam ke arah Helena.


"Kalian menjijikkan!" kata Helena pula, bagus jika mereka semua berkumpul di sini. Jadi Helena bisa memakai dan menyadarkan kebodohan orang-orang itu.


"Ainsley itu pelaccur, dan kalian membiarkan Damian menikahinya!!"


PLAK!! Satu tamparan akhirnya melayang di pipi Helena, bukan dari tangan Aldian, tapi Marcel.


Tamparan yang cukup kuat hingga Helen yang tak bertenaga jadi jatuh ke ke atas sofa.


Megan terkejut dan jadi tak tega sendiri, dia ingin menolong namun Aldian tetap menahannya di pelukan.


"Dengar Helena, kamu tidak berhak mengatur hidup orang lain. Bahkan jika Damian ingin menikahi mucikari pun itu hak nya," kata Marcel. Dia menggunakan perumpamaan paling mengerikan.


Sementara Helena makin menangis setelah mendapati tamparan tersebut.


"Jangan pernah sekalipun menampakkan wajahmu itu pada kami, pada Damian apalagi pada Ainsley. Kamulah yang nampak seperti jallang!" hina Marcel lagi, dia kembalikan semua ucapan kotor yang Helena berikan pada Ains.


Tak puas sampai di sana, Marcel pun menarik tubuh Helena lalu dia lempar keluar dan menutup pintu apartemen tersebut.


Brug! Helena jatuh lagi ke lantai, tak menyangka dia akan mendapatkan perlakuan sehina ini.


"Marc, apa kita tidak keterlaluan?" tanya Megan setelah Marcel kembali.


"Dia sudah keterlaluan, jika kita memberinya hati dia akan makin besar kepala," jawab Marcel.


Aldian mengangguk setuju. Entah kenapa Helena jadi berubah seperti ini. Padahal sejak dulu mereka juga tau bahwa Damian tidak pernah menaruh hati padanya.


"Ayo biar ku obati lukamu," ajak Aldian pula pada Megan. Marcel lantas mengambil bantal sofa yang berserak di lantai. Entah bagaimana perkelahian Megan dan Helena tadi, tapi tempat ini jadi sangat berantakan.


Megan dan Aldian memang belum resmi jadi kekasih, masih teman tapi mesra. Namun Megan tetap saja menganggap Aldian kekasihnya karena Aldian selalu memperlakukannya dengan baik seperti ini.

__ADS_1


Aldian sebenarnya pun merasa nyaman dengan Megan, tapi dia tak ingin merubah status mereka jadi kekasih. Takut kelak justru merusak pertemanan yang selama ini terjalin.


Aldian mengambil kotak obat yang sudah sangat dia tahu dimana tempatnya. Mereka duduk di ruang tengah dan Aldian pun mengobati sang wanita.


Diam-diam Megan menatap dengan intens.


*


*


Waktu pun bergulir, sampai hari jadi berganti.


Persiapan pernikahan Ainsley dan Damian pun terus berlanjut. Setelah kemarin fitting baju pengantin kini undangan pernikahan itu pun akhirnya siap disebar.


Di kota Servo Damian termasuk salah satu pengusaha muda yang telah diketahui banyak orang. Damian selalu memberikan impact yang besar dalam tiap proyek yang sedang dia garap. Apalagi sekarang dia pun bergabung di perusahaan Anderson, makin mengangkat namanya di jenjang yang lebih tinggi.


Hingga kabar tentang pernikahan itu pun cepat sekali tersebarnya, masa lalu Ains pun seolah dikuliti oleh semua orang.


Benar memang sebagian ucapan Helena, karena orang-orang menganggap Ains tak layak jadi calon istri Damian yang sempurna.


Tapi sebanyak apapun orang meragukan pernikahan tersebut, nyatanya Damian semakin berani menunjukkan kemesraannya dengan Ains.


Hingga akhirnya Eric Fuller pun mendengar pula tentang kabar tersebut.


Bukannya langsung mendapatkan Ains, kini malah wanita itu akan dimiliki oleh orang lain.


Dan kabar yang sudah tersebar secara luas itu akhirnya membuat Helena mengurung diri, dia tak berani keluar dan bertemu dengan teman-temannya. Tak punya muka sebab ternyata bukan dia yang dinikahi oleh Damian.


Helena hanya mampu menangis, kadang marah tidak jelas.


Helena adalah satu-satunya orang yang tidak diundang dalam pernikahan Ainsley dan Damian. Aldian, Marcel dan Megan lah yang mengajukan hal tersebut, mereka kompak setuju tak ingin Damian mengundang Helena.


Dalam pernikahan nanti Damian pun membatasi tamunya, dan hanya menyebar undangan sebanyak 500 lembar.


Untuk undangan kedua orang tuanya, Damian antarkan seorang diri.


Hampir 3 bulan pergi kini Damian menginjakkan kakinya lagi di rumah utama keluarga Lynford. Dia tau bahwa sekarang mommy dan Daddynya ada di rumah. Dia telah mendapatkan informasi tersebut sebelum memutuskan untuk datang.


Damian tidak datang seorang diri, dia datang bersama sang adik, Rachel.

__ADS_1


Ting Tong! Suara bell akhirnya menggema di dalam rumah tersebut. Seorang pelayan langsung berlari untuk membukakan pintu.


"Tuan Damian, Nona Rachel," ucap pelayan tersebut, langsung terkejut ketika melihat siapa yang datang.


Dia membuka pintu lebar-lebar dan mempersilahkan keduanya untuk masuk.


Dan langsung bertemu dengan mom Jilliana yang ada di ruang tengah.


Rachel sangat merindukan sang mommy, dia sebenarnya ingin berlari dan memeluk. Tapi semua itu urung Rachel lakukan saat dia lihat mom Jilliana yang justru menatapnya dengan dingin.


Belum sempat mereka saling bicara tiba-tiba Daddy Bastian datang dari arah ruang kerjanya. Dan sama, pria paruh baya itu menatap dingin ke arah dua anaknya.


"Untuk apa kalian berdua datang ke sini? Bukankah kalian sudah memutuskan untuk pergi dari rumah ini?" tanya mom Jilliana, dia sebenarnya juga rindu, bahkan sangat rindu. Namun mom Jilliana tidak bisa mengambil keputusan apapun selama sang suami belum memberinya perintah.


Ditanya seperti itu Rachel seketika menunduk, tidak lagi berani membalas tatapan sang mommy.


"Kami datang Untuk mengantarkan surat undangan pernikahanku dengan Ains." Damian yang menjawab, "Jika Mommy dan Daddy tidak ingin datang tidak apa-apa, mommy bisa mengabaikan surat undangan ini," timpal Damian kemudian. Dia lantas meletakkan surat undangan itu di atas meja ruang tengah. Dia dan Rachel tidak duduk di sana.


Dan melihat surat undangan itu, kedua mata mom Jilliana jadi panas saat melihatnya. Tak menyangka Damian benar-benar melawannya hanya demi Ains.


"Pelayan!" panggil Daddy Bastian, suaranya yang tinggi membuat seorang pelayan berlari dengan cepat menghampiri dia.


"Iya Tuan," jawab pelayan tersebut, setelah berdiri di hadapan sang majikan.


"Buang surat undangan itu dan usir mereka berdua dari rumah ini," titah dad Bastian.


Rachel seketika menangis diantara kepalanya yang menunduk. Dia menangis banyak sekali sampai air matanya jatuh ke lantai.


Setelah semua hal yang terjadi, bahkan setelah dia ikut jadi korban tentang perselisihan ini nyatanya kedua orang tuanya tetap tak berubah.


Tetap juga tak memberikan restu dan justru semakin membenci.


Mom Jilliana lantas memalingkan wajah, tak lagi menatap ke arah dua anaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sabar ya sabar, mampir dulu ke karya baru Ratu Anu, si paling anu ..


Judul : Pemuas Sang Casanova

__ADS_1


By : Ntaamelia



__ADS_2