
Sepanjang makan malam itu berlangsung Helena masih terus memikirkan bagaimana caranya dia membuat Tante Jilliana kembali membenci wanita jallang itu.
Sungguh, fakta ini pun jadi membuatnya bingung sendiri. Helena benar-benar jadi bingung harus melakukan apa. Pasalnya dia pun sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Ains adalah Ainsley, seseorang yang selama ini terus dicari-cari oleh seluruh keluarga Lynford.
Apalagi sepanjang acara makan malam itu semua orang tak henti-hentinya membicarakan tentang Ainsley. Om Bastian bahkan berulang kali memerintahkan Rachel untuk meniru sifat Ainsley, sifat yang mandiri dan pekerja keras.
Banyak sekali pujian yang dilontarkan oleh orang-orang pada wanita hina itu, sampai membuat telinga Helena rasanya sangat panas.
"Aku jadi ingin bertemu juga dengan Ainsley," ucap Helena, dia berbicara dengan bibir yang tersenyum lebar. harus pura-pura ikut bahagia menyambut tentang hal ini.
"Besok Ainsley dan keluarganya akan datang ke sini saat makan siang, kamu datanglah juga. Pulang lebih cepat dari kantor," balas mommy Jilliana. Rachel dan om Bastian mengangguk setuju.
Sementara Damian justru merasa tak akan nyaman jika ada Helena. "Bukannya besok kamu harus pergi ke proyek?" tanya Damian, ini bukan alasan, namun memang benar tentang pekerjaan.
Tapi pertanyaan itu membuat Helena tau, bahwa Damian tidak menginginkan kehadirannya dalam pertemuan tersebut.
"Oh iya aku lupa, sepertinya aku tidak bisa datang kesini, Tante," balas Helena kemudian, sekarang dia memang mengikuti permainan Damian. Tapi lihatlah, besok dia akan tetap menunjukkan diri di rumah ini.
"Ya sudah tidak apa-apa, lain kali saja bertemunya. Tante juga akan meminta Ains untuk sering-sering datang ke rumah ini," balas mom Jilliana.
Setelah selesai makan malam itu Damian adalah yang pertama meninggalkan meja makan. Tidak usah ditanya apa alasannya, jelas pria itu hendak menghubungi sang kekasih. Damian sedang menikmati hari-harinya yang kasmaran.
Memiliki Ainsley seutuhnya adalah kebahagiaan yang tak terkira.
Sebelum Helena pamit pulang dia kembali mengajak Tante Jilliana untuk bicara berdua di perpustakaan rumah tersebut. Tempat ini sudah seperti ruang pertemuan rahasia mereka berdua.
__ADS_1
"Kenapa sayang? apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan pada tante?" tanya mom Jilliana, sedikit merasa heran karena Helena mengajaknya ke tempat ini lagi. Bukan untuk membaca buku tapi membicarakan sesuatu.
"Aku cemas dan takut, Tan," adu Helena kemudian, dia bahkan langsung memasang wajahnya yang nampak bersedih. Kini mereka berdua telah duduk berdampingan di sofa ruangan tersebut.
"Cemas kenapa? Apa yang membuatmu takut?" balas mom Jilliana penuh dengan perhatian. Mom Jilliana memiliki hati yang lembut, jadi mudah sekali dia terpengaruh dengan cerita sedih.
"Aku bahagia karena Ainsley telah ditemukan, tapi aku juga jadi takut itu artinya aku benar-benar tidak akan bisa bersama dengan kak Damian."
"Loh, kenapa begitu?"
"Apa Tante lupa? Mereka kan sebelumnya sudah menjalin hubungan, pasti setelah ini kak Damian akan semakin serius dengan Ainsley," balas Helena, kedua matanya nampak berkaca-kaca seolah begitu sedih ketika membicarakan tentang hal tersebut. sesekali dia bahkan menyentuh daddanya yang terasa sesak, sampai membuatnya kesulitan untuk bernafas.
Dan ucapan Helena itu akhirnya membuat mom Jilliana terdiam sesaat. Saking bahagianya dia karena telah menemukan Ainsley, mom Jilliana sampai melupakan tentang hal ini.
Tapi sungguh, di dalam benak mom Jilliana dia sedikitpun tidak berencana untuk menjodohkan antara Damian dan Ainsley. Dia hanya berniat menjadikan Ainsley sebagai anak angkatnya.
"Apa Tante tidak keberatan jika kak Damian menikahi Ainsley? Meskipun dia adalah seseorang yang selama ini kita cari, tapi tetap saja dia adalah seorang penari striptis di klub malam. Bagaimana jika ada seseorang yang mengenalinya atau bahkan pernah tidur dengannya?" ucap Helena, mulai memprovokasi lagi.
"Maafkan aku Tante, maaf karena harus bicara seperti ini. Tapi sejak tadi pemikiran seperti ini terus menggangguku," timpal Helena, dia memeluk lengan tante Jilliana saat mengatakan hal tersebut.
Membuat hati mom Jilliana makin tersentak dibuatnya.
Jika hanya sebagai anak angkat mom Jilliana bisa sangat rela, bahkan bersedia menyayanginya pula dengan tulus. Tapi jika untuk jadi istri Damian entah kenapa dia merasa keberatan.
Karena apapun yang telah diucapkan oleh Helena ada benarnya juga, mereka tidak benar-benar tahu masa lalu seperti apa yang dijalani oleh Ains. Pelanggan seperti apa yang selama ini Ains layani.
__ADS_1
Ya Tuhan, mom Jilliana hanya mampu membatin seperti itu. Seketika dia tidak bisa berkata apa-apa.
Mom Jilliana lantas menatap Helena lekat, selalu merasa hanya Helena lah yang pantas untuk bersanding dengan sang anak.
Mom Jilliana lantas mengelus puncak kepala Helena dengan lembut, ingin membuat semua rasa cemas Helena menghilang.
"Terima kasih sayang, kamu menyadarkan Tante tentang hal ini," ucap mom Jilliana.
"Ains akan Tante dan om Angkat jadi anak, jadi dia tidak akan pernah jadi istri Damian," putus mom Jilliana, sebuah keputusan yang akhirnya bisa mengembalikan senyum di wajah cantik Helena.
Helana bahkan langsung memeluk Tante Jilliana dengan erat. "Terima kasih Tante, aku juga akan memperlakukan Ainsley dengan sangat baik. Aku akan menganggapnya seperti adikku, seperti Rachel," balas Helena, manis sekali ucapan yang keluar dari mulutnya tersebut.
Namun mom Jilliana benar-benar merasa bahagia pula mendengar kalimat itu.
"Jadi sekarang tidak perlu cemaskan apapun, biar Tante yang bicara pada Damian."
"Tidak Tante, jangan bicara pada Kak Damian. Dia sangat keras kepala, lebih baik Tante langsung bicara pada Ainsley," sahut Helena, terus mempengaruhi.
"Kamu benar Hel, besok Tante akan bicarakan ini baik-baik dengan Ainsley. Dia pasti bisa mengerti."
Helena tersenyum lebar sekali, dia memeluk Tante Jilliana dengan sangat erat.
Sangat sayang pada sang Tante.
Sumpah, ini adalah kebahagiannya yang paling hakiki. Sampai kapanpun Damian dan Ainsley tidak akan pernah bersatu, hanya dialah satu-satunya wanita yang pantas bersanding dengan tuan muda keluarga Lynford.
__ADS_1