
"Daddy terima jika wanita itu bukan Helena, tapi sudah Daddy tekankan padamu berulang kali, carilah yang sepadan dengan keluarga kita," putus Daddy Bastian, dia sampai seperti memohon saat membicarakan tentang hal ini.
Dan Damian tak menemukan cara apapun untuk membantah ucapan sang ayah, justru teringat ucapan bibi Ema untuk jangan mengedepankan amarah.
Sekarang Daddy Bastian dan mom Jilliana mungkin belum bisa menerima Ains. Tapi setidaknya dia harus menyingkirkan Helena lebih dulu. Karena ternyata Helena lebih mengerikan dari yang dia duga.
Entah dimana Helena yang memiliki ketulusan hati, kini justru menggunakan cara licik untuk menyingkirkan Ainsley dan mendapatkan apapun yang dia inginkan.
Pada akhirnya Damian pilih untuk mengulur waktu tentang Ains dan membuat keputusan final bahwa dia tidak akan menikahi Helena.
"Akan aku pertimbangkan ucapan Daddy, tapi aku mohon ... sangat mohon sekarang juga katakan pada Helena dan pada kedua orang tuanya bahwa aku menolak perjodohan itu," putus Damian tak kalah tegas ucapannya, menunjukkan keseriusan yang teramat.
"Baiklah, Daddy akan lakukan itu. Sekarang juga akan Daddy akhiri semuanya dengan Helwna. Tapi Daddy mohon juga, jaga kepercayaan Daddy," jawab dad Bastian dengan cepat. Damian dan Ainsley sudah menjalin hubungan selama 1 tahun ini, jelas bukan hal mudah untuk diselesaikan begitu saja. Daddy Bastian bisa memberikan Damian waktu untuk itu, asalkan pada akhirnya mereka hanya akan jadi kakak adik, bukan suami dan istri.
Selesai pembicaraan itu akhirnya mereka berdua pun keluar. Di hadapan Damian, Daddy memanggil Helena dan mom Jilliana untuk duduk di ruang tengah.
Tadi mom Jilliana dan Helena sedang duduk di meja dapur, mom Jilliana butuh minum untuk menenangkan dirinya sendiri.
Di panggil seperti ini, Helena tersenyum kecil. Sudah sangat yakin bahwa om Bastian akan membuat keputusan antara hubungan dia dengan Damian.
Perjodohan tak bisa dibatalkan hanya gara-gara wanita ****** itu, Damian pada akhirnya hanya akan menikah dengan dia.
Sudah ku duga akan seperti ini. Batin Helena penuh dengan percaya diri.
"Hati-hati, Tente," ucap Helena pula seraya membantu tante Jilliana untuk duduk, sandiwaranya jadi gadis yang baik memang berhasil Seratus persen.
"Ada yang ingin Daddy sampaikan," ucap Dad Bastian kemudian, sore itu secara mendadak dia menyampaikan keputusan penting ini.
"Apa Dad?" mom Jilliana yang menyahut.
"Damian tidak bisa menikahi Helena, jadi perjodohan itu Daddy batalkan," putus Daddy Bastian tak bisa diganggu gugat.
__ADS_1
Helena langsung mendelik dengan kedua tangan yang terkepal kuat.
"Kenapa Om? Apa karena Ains?" tanya Helena tanpa sadar, tak bisa dikendalikan tiba-tiba dia bertanya seperti itu, berucap dengan nada menggebu.
Hingga membuat Damian diam-diam tersenyum miring, karena semakin lama dia seperti bisa melihat wujud asli dari Helena.
Gadis yang selama ini dia sayang layaknya seorang adik, ternyata menusuknya dari belakang.
"Bukan, ini tidak ada hubungannya dengan Ainsley. Tapi memang Damian tidak bisa menikahi kamu," balas Daddy Bastian pula, lebih menekan ucapannya. Tapi dia pikir Helena pun harusnya tak begitu keberatan dengan keputusan ini.
Toh selama ini memang tak ada apapun diantara Damian dan Helena. Tiba-tiba saja kedua orang tua Helena membahas tentang perjodohan. Sebuah perjodohan yang bagi Daddy Bastian hanyalah opsi untuk pendamping Damian.
Bukan keputusan akhir.
Dan mendengar jawaban om Bastian tersebut akhirnya Helena terdiam seribu bahasa.
Sementara mom Jilliana tak kuasa untuk berucap, karena dilihatnya sang suami yang sudah begitu serius dengan keputusan tersebut. Jika dia mempertanyakannya juga maka hanya akan berselisih paham.
Mom Jilliana lantas mengelus lengan Helena dengan lembut, meminta tenang dan sabar dulu. Nanti setelah keadaan mereka mom Jilliana bisa membicarakan tentang hal ini berdua saja dengan dad Bastian.
Lagi dan lagi seperti tusukkan yang mengenai jantung Helena. Bahkan dihadapannya pula lah Daddy Bastian menghubungi sang ayah melalui sambungan telepon.
Memutuskan perjodohan begitu saja, ayah Helena tak bisa berbuat banyak. Karena diantara mereka keluarga Lynford lebih memiliki kuasa.
Yang memiliki kuasa lebih, dia lah yang memiliki keputusan.
"Sudah selesai masalah ini ya, yang berakhir hanya perjodohan kalian bukan hubungan kekeluargaan kita," ucap Dad Bastian pada semua orang.
Damian tak menanggapi apapun, dia hanya langsung pergi dari sana.
Sementara Helena hanya mampu mengangguk dengan hati yang berkecamuk, "Iya Om," jawabnya singkat.
__ADS_1
Dad Bastian juga langsung pergi dari sana setelah mendengar jawaban Helena tersebut. Dia begitu lelah hari ini dan butuh waktu istirahat.
"Tante istirahat lah juga, aku akan pulang setelah menemui kak Damian sebentar," ucap Helena ketika hanya ada dia dan Tante Jilliana di sana.
Hatinya memang kecewa, tapi ini semua belum berakhir. Apalagi Tante Jilliana selalu bisa dia manfaatkan. Kini saja Helena sedikit menunduk, menunjukkan kesedihannya.
"Baiklah, Tante akan beristirahat. Kamu jangan terlalu bersedih dengan keputusan om Bastian ya?" pinta mom Jilliana pula dan Helena mengangguk.
"Padahal aku mulai mencintai kak Damian," lirih Helena, lalu menangis tiba-tiba dan mom Jilliana langsung memeluknya dengan erat.
"Tante sangat mendukung jika kamu tetap mendekati Damian, Hel. Raihlah cinta Damian sendiri, tanpa perlu perjodohan ini," ucap mom Jilliana dan Helena langsung mengangguk dengan cepat.
Mom Jilliana juga menghapus air mata Helena tersebut. Tak lama kemudian mereka berpisah.
Sebelum pergi Helena pun datang ke kamar Damiannya. Pintu kamar itu tidak terkunci, jadi dia masuk begitu saja.
"Kak," panggil Helena lirih, masih belum sadar bahwa Damian telah mengetahui semua kebusukannya.
Damian yang baru saja mandi dibuat terkejut dengan kedatangan Helena tersebut, apalagi kini dia hanya memakai handuk sementara daddanya terbuka.
"Dimana sopan santunmu? jangan asal masuk begitu saja," balas Damian, suaranya terdengar dingin. Dia bahkan langsung menuju lemari pakaian dan dengan cepat memakai bajunya, lengan panjang yang selalu dia pilih.
"Bukannya sudah biasa aku masuk-masuk begitu saja, kenapa sekarang jadi masalah?" rengek Helena, masih terus menunjukkan sifatnya yang manis.
Damian yang geram langsung menghadap ke arah wanita itu. "Berhenti mengirim pesan konyol pada Ains, tindakan mu itu sangat menjijikkan," ucap Damian, "Sekarang keluar dari kamarku!" timpalnya lagi dengan nada mengusir yang sangat jelas.
Helena yang terkejut kembali tercengang sesaat, lalu buru-buru ingin membela diri "Apa maksud ucapan kak Damian itu? Aku tidak paham."
"Cukup Hel, di depanku kamu tidak lagi bisa bersandiwara," balas Damian dengan cepat. Dia bahkan langsung menarik Helena dan mendorongnya keluar dari kamar ini.
Brak! Pintu itu tertutup cukup keras.
__ADS_1
Membuat Helena seketika tergugu.
Ainsley, tunggu pembalasanku. Geram Helena di dalam hati. Damian yang memperlakukannya kasar seperti ini, tapi Ainsley yang jadi pusat pelampiassannya.