Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 44 - Mencari Bukti


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Ainsley sudah pergi ke toko dan berjaga di sana, dia sudah katakan pada kak Ford untuk datang ke apartemen sekitar jam 11 siang.


Hari ini tepat satu tahun mereka menjalin hubungan, meski didasari oleh sebuah surat kontrak tapi tetap saja ada yang terasa berbeda. Seolah hari ini benar-benar terasa spesial bagi keduanya.


Ainsley juga makin gugup ketika ingat bahwa dia pun akan memastikan sesuatu, tentang kak Ford dan Kak Damian. Benarkah keduanya adalah orang yang sama.


Saking gugupnya, Ainsley bahkan berulang kali tanpa sadar terus melihat ke arah jam dinding yang terpasang di dalam toko tersebut. Rasanya tidak sabar menunggu Amara dan Joshua pulang.


"Ains," sapa seorang pria yang tiba-tiba berada di hadapan Ains. Pria yang tak asing tapi Ainsley butuh sedikit waktu untuk mengingatnya.


"Tuan Eric," balas Ainsley dengan sopan, dia bahkan sedikit menundukkan kepalanya memberi tanda hormat.


"Aku sedang lewat sini, jadi ... Mampir," kata Eric.


Ainsley hanya mampu tersenyum kikuk, merasa mereka berdua tak memiliki hubungan sedekat ini. Jika ingin belanja ya belaja saja, kenapa harus menyapa dengan canggung seperti ini.


"Anda ingin membeli minuman lagi?" tanya Ains, coba mencari bahan pembicaraan.


"Oh ya, aku akan ambil minumannya dulu." Eric lantas meninggalkan meja kasir tersebut dan masuk untuk mengambil minuman, diam-diam dia tersenyum, membodohi dirinya sendiri yang sampai bertingkah sejauh ini hanya demi melihat karyawan di bagian kasir tersebut.


Eric Fuller adalah seorang manajer di salah satu perusahaan besar yang ada di kota Servo, ketidaksengajaannya datang ke toko ini membuat Eric jadi kecanduan, karena dia begitu terpesona dengan kecantikan sang kasir.


"Kamu bekerja di sini? Dimana suamimu?" tanya Eric seraya menyerahkan minuman yang telah dia ambil. Dia pikir Ains sudah menikah dan memiliki anak usia sekitar 4 tahunan. Tapi dugaannya itu entah benar atau tidak, karena itulah sekarang dia sedang mengorek informasi.


"Maaf Tuan, tapi aku belum menikah."


"Belum menikah? Yang anak kecil kemarin bukannya anakmu?"


"Iya," jawab Ainsley dengan santainya, sementara Eric langsung mendelik bingung sendiri.


Langsung menyimpulkan bahwa Ains memiliki anak di luar nikah.


"Lain kali aku akan datang lagi," kata Eric setelah dia menyelesaikan pembayaran.


Ainsley hanya mampu mengangguk, tidak lebih. Ainsley tidak sadar bahwa kecantikannya memang jadi daya tarik tersendiri di toko tersebut, Ainsley dan Zen adalah mahakarya Tuhan yang banyak dikagumi oleh orang-orang.


Ainsley berada di toko itu sampai bibi Ema datang.

__ADS_1


"Bi, sepertinya Malam ini aku tidak akan pulang. Nanti kalau sudah jam 8 malam langsung tutup saja tokonya," pinta Ainsley, dia tidak ingin bibi Ema sampai lembur.


"Iya Ains, pergilah. Tuan Ford pasti sudah menunggumu."


Ainsley mengangguk, sebelum dia pergi ke apartemen Ainsley putuskan untuk pulang lebih dulu dan bersiap-siap. Ketika sedang bekerja dengan kak Ford seperti ini Ainsley tidak pernah berpenampilan biasa saja, dia selalu tampil sempurna, cantik dan anggun sekaligus.


Untuk hari yang spesial ini Ainsley sengaja memakai gaun baru, yang belum pernah dia pakai sebelumnya, gaun warna merah marun yang begitu menyala hingga membuat kulitnya nampak putih bersih.


Sedangkan rambutnya yang panjang Ainsley gerai dengan begitu indah.


Janjinya Ainsley akan datang di jam 11, nyatanya dia tiba di apartemen saat waktu sudah menunjukkan jam 12 siang.


Buru-buru Ainsley menempelkan kartu untuk masuk, berulang kali merutuk dirinya sendiri yang begitu terlambat datangnya. Kak Ford pasti sudah menunggunya lama sekali.


"Kak!" panggil Ainsley ketika dia sudah masuk dan menutup pintu.


Deg! Ainsley seketika tersentak kaget ketika dia justru menginjak banyak kelopak bunga mawar merah di lantai. Berserak dengan begitu indah.


"Kak," panggil Ainsley dengan suara yang lebih pelan, mulai sadar bahwa kak Ford telah menyiapkan ini semua untuk merayakan satu tahun hubungan mereka.


Lebih indah lagi saat dilihatnya kak Ford menyambut dengan senyumnya yang nampak hangat.


"Kaaak," manja Ainsley, dia berdebar sekali hatinya mendapatkan kejutan seperti ini. Meski hanya wanita bayaran, tapi kak Ford selalu memperlakukannya dengan special. Selalu membuatnya merasa istimewa, dan selalu membuatnya merasa nyaman.


"Sini," pinta Damian seraya merentangkan tangannya meminta Ains untuk mendekat, agar dia bisa mendekap.


Ainsley lantas melangkah cepat untuk segera masuk ke dalam pelukan itu. Semalam dia mendapatkan foto kak Ford berciuman mesra dengan wanita lain, Ainsley pikir pertemuan mereka kali ini akan biasa saja, karena kak Ford telah memiliki wanitanya yang sesungguhnya.


Tapi dugaan Ainsley salah, dia justru mendapatkan kejutan yang begitu luar biasa.


"Aku punya hadiah lain untukmu," kata Damian.


"Apa?"


"Sayangnya hadiah itu ada di dalam kamar, kita akan membukanya setelah makan siang," ujawab Damian, dia tau Ainsley pasti belum makan.


"Tapi aku ingin lihat hadiah itu sekarang," pinta Ains, dia manja sekali.

__ADS_1


Damian lantas melepaskan pelukan mereka dan memperhatikan penampilan Ainsley siang ini, "Cantik sekali. Baiklah, karena kamu sangat cantik, kita akan buka hadiah itu sekarang," balas Damian seraya menggoda.


Ainsley mencebik malu dan sedikit menjerit saat kak Ford menggendongnya di depan, ala bridal style.


"Kak! Untung tidak jatuh."


"Karena itu berpeganglah, peluk yang erat."


"Ish!" kesal Ainsley, dia malah memukul dadda sang Tuan.


Tiba di dalam kamar Ainsley kembali di buat tercengang saat melihat ranjang mereka pun telah penuh dengan kelopak bunga mawar, merah yang menyala dan harum yang begitu semerbak. Membuat Ainsley jadi begitu bergairrah.


Ainsley bahkan langsung mencium lebih dulu bibir kak Ford, ciuman bersambut hingga mereka sama-sama berbaring di atas ranjang itu.


"Kamu menggodaku ku Ains?" tanya Damian dengan kedua mata yang sudah nampak sendu.


"Salah siapa menebar bunga mawar sebanyak ini, aku sangat menyukainya," jawab Ainsley. Bukan hanya tentang bunga mawar, tapi Ainsley pun ingin membuat kak Ford melepaskan baju tersebut. Ainsley ingin melihat tubuh sang Tuan dengan rinci, ingin menatapi tangannya untuk mencari bukti.


Ainsley kembali mencium lebih dulu, bahkan merapatkan tubuh mereka hingga sangat intim.


Selama ini Ainsley selalu menjaga dirinya baik-baik, kali ini dia rela jika benar kak Ford adalah kak Damiannya.


Berbekal keyakinan yang ada di dalam hati, Ainsley akhirnya mengarahkan tangan sang Tuan untuk menyentuh tubuhnya, untuk melepas gaunnya.


Ainsley sudah lupa dengan hadiah yang akan diberikan oleh sang Tuan, kini dia justru menginginkan hal yang lain.


"Kak Ford ingin melakukannya? Kalau begitu lakukanlah," ucap Ainsley, memberi izin. Bahkan kini daddanya sudah naik turun, tanda hasrrat yang sudah menggelora.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tahan nafas, mampir dulu ke novel Ratu Ngupil ya 🤭


Judul : Kekasih Kontrak Mr. Tajir


By : Dhevis Juwita


__ADS_1


__ADS_2