Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 45 - Sudah Tidak Berlaku


__ADS_3

Damian tersenyum kecil ketika melihat sang wanita begitu agresif hari ini, Ains nampak begitu menggoda dan membuatnya jadi semakin cinta.


Ya, kini satu kata itu telah Damian yakini ada di dalam hatinya. Cinta untuk Ains. Damian merasa tidak rela meski hanya membayangkan Ains bersama dengan pria lain.


Entah apa jadinya jika dia sampai Kehilangan Ains, mungkin Damian akan kembali merasakan kesepian di dalam hidupnya untuk yang kedua kali.


Dan meski sudah mendapatkan izin untuk menyentuh lebih dalam daripada ini, tapi damaian tidak langsung menyergapnya. Dia justru menarik Ains hingga sang wanita terbangun dari tidurnya, hingga berada di atas pangkuannya di ranjang tersebut.


"Kenapa Ains? Kenapa kamu menyerah? Apa kamu sudah mulai bermain dengan perasaan?" tanya Damian, dia malah menggoda.


"Kak Ford menolak ku?" balas Ainsley pula, wajahnya mulai nampak sendu.


Namun Damian justru terkekeh, "Tunggu dulu, aku tidak ingin melakukannya dalam hubungan yang tidak jelas." Damian lantas turun dari atas ranjang tersebut, dia mendudukkan Ains di tepian.


Damian lalu berjalan menuju meja rias Ains dan mengambil sebuah hadiah yang sudah dia persiapkan.


Dengan membawa hadiah tersebut, Damian duduk di samping sang wanita. Damian juga membuka kotak itu dan menunjukkan isinya pada Ains.

__ADS_1


Sebuah cincin berlian yang sangat indah, sederhana namun berkilau begitu mewah. Kedua mata Ains bahkan sampai membola saat melihat hadiah tersebut, cincin mengisyaratkan sebuah simbol yang tak biasa. Lebih dalam maknanya ketimbang kalung dan anting.


"Aku ingin kita mengakhiri surat kontrak itu, aku ingin kamu jadi kekasih ku yang sesungguhnya dan ayo kita rencanakan tentang pernikahan," kata Damian.


Ainsley yang terkejut sampai ternganga mulutnya, namun dengan cepat dia tutup menggunakan kedua tangan.


Dia hanya ingin mencari bukti untuk menentukan apakah kak Ford dan kak Damian adalah orang yang sama, berdalih merayakan satu tahun kebersamaan mereka Ainsley berusaha untuk membuat kak Ford membuka bajunya.


Tapi ternyata dia justru mendapatkan kejutan yang luar biasa.


"Kak Ford jangan gegabah, tidak usah terburu-buru seperti ini," balas Ainsley.


"Terburu-buru bagaimana? Kita sudah bersama selama 1 tahun."


"Tapi kita sangat berbeda, kak Ford pasti berasal dari keluarga yang terpandang. Sementara aku?" balas Ainsley gamblang, dia tak ingin melayang terlalu tinggi, cukup sadar diri dimana posisinya.


Ainsley tidak ingin sampai ada masalah internal di dalam keluarga kak Ford, mereka memang hanya layak memiliki hubungan seperti ini, tidak lebih.

__ADS_1


"Karena itu ayo kita melangkah bersama. Akhiri kontrak itu dulu dan mulai berjuang untuk hubungan ini," balas Damian. Dia tahu hubungannya dengan Ains memang mungkin akan sulit.


Mengingat tanggung jawab dan harapan kedua orang tua Damian yang dia pikul di pundaknya. Tapi Damian yakin bisa melewati itu semua, dia hanya butuh Ains ada di sampingnya.


"Aku tidak bisa mengubah masa laluku Kak," balas Ainsley lirih.


"Aku tidak memintamu untuk merubahnya." Damian lantas mengeluarkan cincin tersebut dan memasangnya di jari manis tangan kiri Ains.


Membuat wanita cantik itu sampai menitikan air mata, beberapa saat lalu Ainsley terus memikirkan tentang kak Damian, sampai sesaat lupa bahwa kak Ford pun penting di dalam hidupnya.


"Mulai sekarang tidak perlu pikirkan tentang apapun, semua tanggungan mu akan aku lunasi."


"Jangan begini kak_"


"Tidak ada penolakan," putus Damian, lalu kembali mencium bibir kekasihnya dengan mesra.


Ciuman yang terasa berbeda karena kini telah saling memiliki, dinding pembatas bernama surat kontrak sudah tidak berlaku lagi bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2