Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 46 - Membantu Ains


__ADS_3

Ahh, dessah Ainsley saat ciuman itu terasa lebih dalam. Kini kak Ford bahkan telah berhasil kembali menindihnya di atas ranjang. Tubuh mereka melekat dengan begitu intim, sampai bisa merasakan satu sama lain.


Damian bisa menikmati tiap lekuk indah tubuh sang kekasih, sementara Ainsley bisa merasakan dengan jelas sesuatu yang begitu mengganjal di bawah sana sampai membuat darrahnya terasa mendidih, mengalir dengan lebih cepat.


Awalnya Ainsley memang menginginkan sentuhan ini hanya untuk mencari bukti, tapi sekarang tidak, dia benar-benar melakukannya dengan hati untuk sang kekasih, kak Fordnya.


"Ains, katakan tidak jika ingin mundur sekarang. Setelah ini Aku tidak akan bisa menahannya lagi," ucap Damian dengan suaranya yang mulai terdengar berat, kedua matanya pun telah diselimuti oleh kabut gairrah.


Dia hanyalah pria biasa dengan bom waktu di dalam tubuhnya, dengan izin Ains maka bom itu bisa meledak kapanpun.


Ketika masih ada surat kontrak di antara mereka, Damiam tidak akan mungkin bisa melakukan ini. Karena dia tidak ingin Ains menganggap dirinya sendiri sebagai wanita pemuas nafsu pria hidung belang.


Tapi sekarang setelah surat kontrak itu tidak berlaku lagi di antara mereka, Damian benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya lagi. Ains adalah candunya, Ains adalah dambaannya.


"Aku juga menginginkannya, Kak. Bagaimana inih?" balas Ainsley dengan nafas yang terengah dan terasa panas.


Pada akhirnya mereka menyerah dengan pemikiran yang waras, Damian lantas menurunkan gaun Ainsley hingga dadda itu menyembul sempurna di hadapannya. Menegang dengan begitu indah. Tanpa mikir panjang Damian pun mengulumnya secara perlahan.

__ADS_1


Sementara Ainsley seketika menjerit tertahan, menggeliat merasakan nikmat yang tak terkira. Bahkan Ainsley berulang kali bergerak lebih dulu untuk menggesek sesuatu di bawah sana.


Panas, hanya ada satu kata itu saja di dalam kamar tersebut. Ainsley hanya mampu menganga dan memejam mata, tak kuasa untuk menatap secara langsung saat kak Ford menanggalkan bajunya.


Ainsley malu, sangat malu, tapi dia juga menginginkan lebih.


Sentuhan demi sentuhan akhirnya tercipta diantara keduanya, sampai pada titik dimana Damian benar-benar menyatukan diri dengan sang kekasih.


Ah kak! rintih Ainsley, nyaris menangis merasakan pedih. Dia sampai mengigit bibir bahwahnya sendiri dengan kuat, lalu mencengkram seprai.


"Sakit?" tanya Damian dan Ainsley mengangguk.


Damian lantas menciumi wajah sang kekasih, terus memberikan sentuhan sampai Ains merasa nyaman.


"Aku bergerak ya?" pinta Damian dan lagi-lagi Ainsley mengangguk.


Emph! Rintih Ainsley saat merasakan hentakan di awal-awal, namun tak berselang lama kemudian rintihan itu berubah jadi dessah. Dessahan yang bersambut merdu diantara keduanya.

__ADS_1


Ainsley sudah lupa dengan niatnya untuk mencari bukti, dia tidak melihat kemanapun kecuali menatap kedua mata kak Ford yang menatapnya dengan penuh damba.


"Ainsku sangat cantik," ucap Damian.


"Dengar ini baik-baik Ains ... aku mencintaimu," timpalnya lagi dan menghentak semakin dalam.


"Benarkah? Bukan hanya karena menginginkan tubuh ku?" goda Ains pula.


Damian menggeleng dan terkekeh pelan, "Aku mencintaimu dan menginginkan tubuh mu."


Akh! Pekik Ainsley karena dihajar dengan kenikmatan.


"Apa aku boleh mencintai tuanku sendiri?" tanya Ainsley kemudian.


"Aku bukan Tuanmu, kamu bahkan boleh menguasai aku sekarang," balas Damian, dengan cepat dia merubah posisi sampai Ains berada di atas tubuhnya, sementara dia berbaring dan berada di bawah kendali Ains.


"Kak!" rintih Ains, yang terkejut dan nikmat sekaligus.

__ADS_1


"Lihatkan? Sekarang aku bahkan tidak berdaya di bawah kuasamu," ucap Damian, tapi Ainsley langsung memukul daddanya.


Perdebatan itu terhenti saat Damian akhirnya memegang pinggang sang kekasih dan mulai membantu Ains untuk bergerak.


__ADS_2