Wanita Sang Tuan Muda

Wanita Sang Tuan Muda
WSTM Bab 36 - Yang Layak Jadi Calon Istrimu


__ADS_3

Seperti sebuah teror, Ainsley sering sekali mendapatkan pesan masuk dari nomor asing. Pesan itu selalu mengirimkan foto-foto Ford bersama seorang wanita yang entah siapa.


Seseolah sedang ada seseorang yang ingin menunjukkan pada Ainsley bahwa kini kak Ford sudah memiliki seorang kekasih, maka menjauhkan! Wanita seperti mu tak dibutuhkan lagi oleh sang tuan muda.


"Kak, mulai hari ini aku akan memakai masker saat bekerja di toko," kata Zen, langsung membuyarkan semua lamunan Ainsley. Dia juga mematikan layar ponselnya agar Zen tidak melihat foto yang baru saja dia terima.


"Kenapa?" tanya Ainsley penasaran, Zen datang ke toko ketika dia sudah pulang sekolah.


"Aku tidak nyaman ketika ada beberapa orang yang diam-diam mengambil fotoku."


Ainsley terkekeh pelan, "Itu karena kamu sangat tampan Zen," balas Ainsley.


"Jangan menggodaku, aku bisa marah pada kak Ains."


"Ish, sinis sekali, penjaga kasir harus ramah dan tersenyum," jawab Ainsley lagi.

__ADS_1


Zen tidak menjawab lagi, dia hanya menatap dengan sorot mata tajam. Lalu mulai menggunakan maskernya yang berwarna hitam.


Ainsley justru tertawa, sesaat dia lupa tentang kak Ford.


*


*


Di perusahaan Lynford Kingdom, Damian diminta untuk datang ke ruangan sang presdir. Daddy Bastian memanggilnya untuk datang. Membicarakan tentang Joe yang sudah mulai membicarakan tentang pertunangan antara Damian dan Helena.


Sebenarnya ini semua tak ada dalam rencana Bastian, tapi tiba-tiba ada pemikiran seperti itu dari keluarga Pedrox.


"Duduklah, ada yang ingin Daddy bicarakan padamu."


Damian diam, menunggu apa yang akan disampaikan oleh sang Daddy. "Om Joe menghubungi Daddy tadi pagi, dia ingin berkunjung ke rumah kita malam ini."

__ADS_1


Dahi Damian berkerut, jika hanya sedang berkunjung untuk makan malam bukankah itu sudah sesuatu hal yang biasa, lalu kenapa sekarang kedatangan keluarga Pedrox harus sekali mereka bahas berdua seperti ini?


"Mereka datang karena ingin membicarakan tentang menjodohkan Helena denganmu."


"Tunggu dulu Dad," potong Damian yang tak ingin pembicaraan ini jadi semakin panjang.


"Daddy adalah yang paling tahu bagaimana hubunganku dengan Helena selama ini, kami tidak memiliki hubungan yang seperti itu. bagiku Helena hanyalah adik sama seperti Rachel," terang Damian dengan gamblang.


Daddy Bastian mengangguk, "Ya, Daddy memahami mu. Daddy juga tidak ada niat untuk memaksamu menikah dengan Helena," balas Daddy Bastian kemudian.


"Tapi satu hal yang harus kamu tahu Dam, Helena adalah gadis yang baik, berasal dari keluarga yang terhormat, dan kalian juga sudah saling mengenal sejak kecil," kata Daddy Bastian lagi, Dia sedikit mengambil jeda sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Mengingat itu maka bukan hal yang sulit untuk kalian bisa menerima satu sama lain dan memiliki hubungan lebih dari sekedar pertemanan."


Hening sesaat. Damian diam bukan karena dia tak bisa membantah, tapi sang ayah sudah banyak sekali bicara dan kali ini dia tak ingin lagi menyela.


"Jika kamu ingin menolak, katakan secara langsung dengan jelas saat makan malam nanti. Daddy juga percaya padamu Dam, bahwa kamu pasti akan menemukan seorang nona muda yang layak jadi calon istri mu," ucap Daddy Bastian lagi.

__ADS_1


Dan untuk kali ini Damian benar-benar terdiam karena tak tau harus menjawab apa.


Karena seketika yang dia ingat adalah Ains.


__ADS_2