
Ainsley memang takut, sangat takut kak Damian akan merasa kecewa atas masa lalu yang dia miliki. Tapi ... Tapi ternyata dia tak bisa menutupi perasaannya sendiri, hatinya tak bisa pergi dalam situasi seperti ini.
Terlebih ketika ingat jika mereka pun memiliki kisah lain selain tentang 16 tahun lalu, yaitu 1 tahun terakhir yang sangat berharga.
Disaat mereka jadi Ford dan Ains.
Pada akhirnya setelah cukup lama berpikir dan menangis, Ainsley pilih untuk mengungkapkan semuanya dan kini dia mendengar kak Damian menyebut namanya.
"Ainsley," panggil Damian dengan kedua mata yang menatap sendu.
Dan Ainsley hanya mampu mengangguk dengan cepat, "Terima kasih untuk sepotong roti waktu itu, dulu aku sangat lapar," kata Ainsley dan Damian langsung memeluknya dengan erat.
Sangat erat sampai tangis Ainsley terdengar begitu pilu.
"Ya Tuhan," gumam Damian,
"Maafkan aku," kata Damian lagi, yang tanpa sadar air matanya pun jatuh.
"Maaf karena aku telah kehilangan kamu, maaf karena tidak bisa menemukanmu dengan lebih cepat. Maaf membuatku selama ini sendirian," ucap Damian.
Ainsley sudah tidak mampu berkata-kata, hanya memeluk semakin erat seolah tak ingin pisah lagi.
"Kak Damian tidak salah, saat itu aku memang memutuskan untuk pergi. Aku lihat kakak dipeluk oleh seorang pria setelah ada peristiwa Bom," jelas Ainsley sesenggukan.
Damian dengan cepat melerai pelukan mereka. "Kamu melihat ku? Kenapa tidak datang? Kenapa tidak berlari ke arahku? Bukankah kita sudah berjanji untuk selalu bersama setelah keluar dari penjara itu?"
"Maafkan aku," lirih Ainsley, dia tak tau harus menjawab apalagi, jadi hanya bisa mengucapkan satu kata tersebut. Lagi pula Apa yang terjadi di masa lalu sudah tidak bisa mereka ubah lagi, nyatanya mereka berdua benar-benar terpisah selama 17 tahun ini.
Damian lantas merapikan rambut Ainsley yang sedikit berantakan, dia selipkan di belakang telinga dan kembali di belai wajahnya. "Kamu benar-benar sudah banyak berubah."
__ADS_1
"Kak Damian juga," balas Ainsley dengan cepat.
Membuat keduanya tertawa diantara tangis yang masih tersisa.
Damian lantas mencium bibir Ainsleynya, bukan lagi ciuman yang penuh cinta, tapi juga kerinduan yang membara. Dan sama, kini pun Ainsley membalas tanpa canggung. Memeluk erat sekali.
Rasanya jika bisa Damian sampai ingin memakan Ainsley, entah bagaimana caranya dia menghilangkan semua rasa rindu ini.
"Kak," lirih Ainsley karena nafasnya sampai hampir habis, nafasnya kini terengah.
"Rora bukan anak kandung mu?" tanya Damian.
"Memangnya aku pernah bilang jika Rora anak kandungku?" balas Ainsley pula, jadi bingung sendiri dengan pertanyaan itu.
Melihat reaksi Ainsley, Damian malah tertawa. Membodohi dirinya sendiri yang selama ini asik menerka. Nyatanya Ainsley belum menikah, nyatanya Ainsley bukanlah seorang janda, nyatanya dia memanglah yang pertama menyentuh Ainsley.
Dulu Ainsley baginya adalah seorang adik, tidak menyangka kini benar-benar jadi wanitanya.
"Kamu berutang banyak penjelasan padaku," balas Damian. Dia bahkan memukul bokkong Ainsley saking geramnya.
Tapi pikiran Ainsley langsung tertuju ke arah pekerjaannya yang seorang penari striptis, pekerjaan yang membuat mereka bertemu.
"Maafkan aku, Kak. Aku tidak punya pilihan lain, hanya jadi penari yang bisa aku lakukan."
"Bukan itu yang ingin aku dengar, tapi bagaimana kamu bisa lepas dari pria badjingan yang membelimu?" balas Damian sendu.
Dan akhirnya Ainsley ceritakan semuanya, ledakan Bom itu membuatnya bisa kabur, lalu kembali ke tempat kejadian dan melihat Damian, Ainsley malu untuk mendekat, apalagi banyak sekali orang yang mengelilingi Damian saat itu. Jadi Ainsley pilih untuk pergi, berlari dan kelaparan sampai jatuh pingsan, lalu diselamatkan oleh bibi Ema. Ainsley sempat lupa ingatan beberapa tahun, hingga saat ingat waktu telah lama sekali berlalu. Semua masalah telah selesai, bahkan panti asuhan milik madam Cloe telah digusur.
Sejak saat itu Ainsley putuskan untuk melupakan Damian, cukup mengingatnya dalam doa. Sementara dia sendiri pun harus terus melanjutkan hidup.
__ADS_1
Setelahnya Ainsley bertemu dengan anak-anak terlantar, Amara dan Joshua, lalu Zen dan yang terakhir Rora.
Awalnya mereka tinggal di pinggiran kota Servo, hingga akhirnya memutuskan untuk pindah ke kota dan Ainsley jadi penari striptis.
Selesai Ainsley bercerita Damian memeluknya dengan erat, sangat erat, lalu menciumi pundak Ainsley dengan penuh kasih sayang. Pundak yang selama ini banyak sekali menanggung beban.
"Sekarang dengarkan aku," kata Damian, dia masih bisa mendengar tangis Ainsley yang sesenggukan.
"Selama 17 tahun ini aku terus mencarimu, tapi aku bodoh sampai tidak bisa menemukanmu dengan lebih cepat, maaf tentang hal ini."
"Jangan meminta maaf Kak," balas Ainsley lirih.
"Mulai sekarang kita tidak akan pernah berpisah lagi, hidup mu adalah hidupku Ains. Ayo kita benar-benar hidup bersama."
Ainsley mengangguk. Dia ingat pertemuan pertama mereka di Klub malam Paradise, saat itu Damian mempertanyakan tentang kedua matanya yang biru. Kini Ainsley sadar, selama ini Damian terus mengingat tentang dirinya.
Begini saja Ainsley sudah merasa sangat bahagia. Karena ternyata kak Damiannya tidak pernah lupa, bahkan tidak menyalahkan pekerjannya.
Masih ada air mata yang mengalir, Ainsley tersenyum seraya melerai pelukan mereka. Damian kembali menghapus air matanya dengan lembut.
"Dulu waktu kecil kamu tidak terlihat secantik ini, bagaimana caranya sekarang jadi sangat cantik?" tanga Damian.
"Dulu kakak juga tidak telalu tampan, kenapa sekarang jadi sangat tampan?" balas Ainsley.
"Tampan dan perkasa kan? Aku akan terus menghajar mu mulai sekarang," jawab Damian tanpa segan. Kini benar-benar mengklaim bahwa Ainsley adalah miliknya seorang. Tak ada yang bisa memisahkan mereka, tak akan ada orang lain yang boleh memiliki Ainsleynya.
"Kak!" pekik Ainsley saat Damian kembali menggendongnya dan dilempar ke atas ranjang.
"Jangan menangis lagi, sekarang aku hanya akan membuatmu mendessah," ucap Damian.
__ADS_1
Ainsley lantas tertawa, bahagia sekali sampai lupa semua penderitaan yang selama ini dia alami.
Sebagai perayaan pertemuan mereka, Damian akan terus mengurung Ainsley di dalam apartemen ini.