
"Kak Damian tidak bohong kan?" tanya Ainsley lagi.
"Ayo iku aku," ajak Damian kemudian. Dia turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk sang kekasih. Kali ini Ainsley tidak melakukan penolakan sedikitpun. Dengan tangan yang saling menggenggam mereka berdua memasuki hotel tersebut.
Awalnya Damian mengajak Ains untuk masuk ke dalam salah satu kamar, disana Ains membersihkan tubuh dan menggunakan gaun yang indah. Begitu serasi dengan penampilan Damian siang ini. Ainsley juga menggunakan sepatu yang senada dengan gaunnya, dia nampak begitu cantik dan anggun.
Setelahnya Damian pun mengajak sang kekasih untuk segera menuju tempat acara, di ruang VIP Restoran hotel bintang 5 tersebut. Ruangan yang cukup luas dan di dalam sana telah banyak orang yang menyambut.
Bibi Ema, Rora, Amara, Joshua, Zen, Rachel, kak Marcel dan kak Aldian, kak Megan dan juga asisten Leo.
Di depan sudah ada seseorang yang seperti pemandu acara tersebut, langsung berkata bahwa pasangan yang mereka tunggu akhirnya tiba.
Damian menuntun tangan Ains layaknya seorang putri, melewati karpet berwarna merah hingga tiba di depan sana.
"Kya! Ains," pekik Megan yang kegirangan sendiri, dia ikut merasakan kebahagiaan yang begitu kental di acar ini. Tamunya tidak banyak tapi justru terasa begitu haru.
Di depan semua orang akhirnya Damian bersimpuh menggunakan satu kakinya, dia membuka sebuah kotak cincin tepat di hadapan Ains.
"Maukah kamu menikah denganku, Ains?" tanya Damian.
__ADS_1
Ainsley langsung memeluk kak Damiannya, seolah tak peduli ini dimana.
"Anak-anak tidak boleh lihat!" pekik Megan lagi, heboh sendiri. Sementara yang lain tertawa dan menatap penuh bahagia.
"Kak Ains ayo jawab," ucap Rachel pula.
"Aku akan ambil foto," kata Megan. Aldian sampai harus memeluk lengan Megan agar wanita itu tidak bergerak liar, kesana kemari hanya untuk mengambil foto. Tapi di ditahan seperti ini pun Megan malah merasa senang, dia bahagia ketika mendapati sentuhan Aldian seperti ini.
"Iya Kak, aku mau," jawab Ainsley setelahnya. Semua orang bersorak, Amara dan Rachel bahkan langsung berlari dan memeluk kak Ains. Padahal Damian belum sempat memasangkan cincin tersebut di jari manis sang kekasih. Damian berdiri dan melihat Ainsley berpelukan dengan semua orang.
Hanya Aldian, Marcel dan Leo yang tidak boleh menyentuh.
Damian ingin mencium bibir sang calon istri, namun langsung gagal saat ingat sekarang banyak orang.
Jadi Damian hanya mampu memeluk Ainsley erat, mencium puncak kepalanya dengan lembut.
"Ayo kita makan dulu," ajak Joshua pula, yang sudah tidak sabar menyantap hidangan di atas meja. Setelah acara inti selesai, pemandu acara itu pun pamit undur diri. Meninggalkan keluarga dan tamu untuk menikmati makan siang.
Tiap menit Megan selalu mendokumentasikan acara tersebut di ponselnya. Beberapa bahkan telah dia unggah di media sosialnya.
__ADS_1
Happy engagement Ainsley dan Damian.
Tulis Megan dalam postingannya. Dia senang sekali diundang dalam acara ini. Berharap kelak Aldian pun akan menyayanginya seperti Damian menyayangi Ainsley.
Masih berharap seperti itu, tiba-tiba Aldian menambah daging di dalam piring Megan.
"Makan yang banyak, biar cepat sehat lagi," bisik Aldian, karena beberapa hari lalu Megan sempat sakit.
Mendapati perlakuan manis tersebut, Megan sampai ingin meleleh.
"Sayur juga," kata Marcel, dia memasukkan sayur di piring Megan.
"Aku tidak suka sayur, aku suka daging," balas Megan, dia mengembalikan sayur pemberian Marcel dan hanya menatap daging pemberian pria pujaannya.
Aldian jadi terkekeh melihat sikap Megan tersebut, sementara Marcel mendengus kesal.
Di sebelah sana, Damian bahkan mengiriskan daging untuk Ains. Agar sang kekasih bisa makan dengan mudah.
Hari ini bahagia sekali. Sangat bahagia.
__ADS_1