
"Apa yang mommy dan Daddy takutkan jika aku menikah dengan Ains?" tanya Damian, hingga membuat langkah pelayan yang hendak mengusirnya jadi terjeda.
Pelayan itu juga sangat bingung dihadapan dalam keadaan seperti ini.
"Apa malu karena masa lalu Ains?" tanya Damian.
Mom Jilliana terdiam dan Daddy Bastian maju hingga berdiri tepat di hadapan anaknya itu.
"Apa Daddy takut Ainsley akan mengambil semua harta keluarga ini? aku bahkan telah melepas semuanya."
"Kamu tidak akan pernah mengerti Dam, karena sekarang matamu buta!" balas dad Bastian, suaranya terdengar tinggi.
"Dengan menikahi wanita itu kamu telah melempar kotoran ke wajah Daddy dan mommy!" timpal Dad Bastian pula.
"Apa Daddy lupa bahwa wanita yang Daddy hina itu adalah wanita yang pernah menyelematkan aku?" tanya Damian lagi.
"Jangan sangkut pautkan hal ini dengan masa lalu, jelas beda pembahasannya."
"Jadi lebih baik dulu aku mati saja," kata Damian pula.
Daddy Bastian lantas mengepalkan kedua tangannya kuat, menahan diri agar tidak melayangkan sebuah pukulan di wajah sang anak.
Sementara mom Jilliana sudah tersentak hatinya, sakit sekali ketika mendengar kalimat itu keluar dari mulut sang anak.
"Kenapa begitu peduli dengan penilaian orang? Apa kita hidup untuk mereka?" tanya Damian pula dan makin terdiamlah dad Bastian dibuatnya.
"Ini terakhir kali aku dan Rachel datang ke rumah ini, jika Daddy dan mommy tidak datang ke pernikahan ku. Maka itu artinya hubungan kita benar-benar berakhir," timpal Damian, inilah keputusan yang dia ambil.
Rachel sudah menangis sesenggukan, dia bersembunyi di balik tubuh sang kakak.
Mom Jilliana akhirnya menangis juga, menahan sesak di dada.
Damian sama kerasnya dengan dad Bastian. Tapi Damian tak segila itu dengan harta dan tahta. Dia pernah hidup di titik yang paling bawah, sampai untuk mendapatkan makanan harus mengharapkan bekas kasih dari orang.
Roti dilempar ke lantai dan dia memungutnya.
Damian pernah berada di titik itu, tapi ternyata kedua orang tuanya tidak memahami.
"Kami permisi," kata Damian pula, dia menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat yang terakhir. Lalu memeluk pundak sang adik dan keluar dari rumah megah tersebut.
Mom Jilliana dan Daddy Bastian adalah yang paling tau bagaimana frustasinya Damian selama ini, sebab tak kunjung menemukan Ains.
__ADS_1
Tapi sekarang, apa artinya semua rasa peduli mereka selama ini jika untuk menerima Ains di hidup Damian saja mereka tidak bisa.
Tiba di teras rumah, Damian pun mengehentikan langkahnya. Dia menatap sang adik yang menangis tersedu-sedu. Sungguh, Damian sebenarnya tidak tega melihat sang adik jadi korban perselisihan mereka.
Damian ingin Rachel hidup dengan baik, tidak seperti ini.
"Rachel, apa kamu ingin tinggal bersama mommy dan Daddy?" tanya Damian kemudian.
"Jika mau kakak akan mengantarkan mu masuk lagi, kakak akan pergi sendiri," timpal Damian pula.
Rachel sontak menggelengkan kepalanya, dia masih saja terus menangis. "Ti-tidak kak, aku akan ikut dengan kakak," jawab Rachel dengan suara yang terbata, nafasnya tersengal karena tangis yang begitu pilu.
"Benar?"
"Iya," jawab Rachel dengan kepala mengangguk pula.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang," ajak Damian, kini mereka telah tinggal bersama di rumah Damian.
Mereka berdua lantas segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah tersebut.
Di dalam sana, mom Jilliana langsung ambruk, terduduk di kursi dengan tangis yang masih menguasai. Ucapan Damian terus terngiang dan membuat dadanya sesak.
"Dad, mommy tidak sanggup lagi hidup seperti ini. Ayo kita menyerah dan beri restu pada Damian dan Ains," ucap mom Jilliana diantara tangisnya yang jelas.
Masuk ke ruang kerja dan menutup pintunya dengan kuat.
BRAK!!
*
*
Hari bergulir.
Kabar tentang pernikahan Damian dan Ains akhirnya masuk ke pemberitaan nasional. Sebuah stasiun televisi memberitakan kabar tersebut dan makin jadi pembicara umum. Pasalnya surat undangan pernikahan itu telah tersebar untuk semua tamu undangan.
Daddy Bastian sudah diburu oleh pencari berita mengenai adakah konflik dalam pernikahan ini, apalagi sekarang Damian tidak lagi bekerja di perusahaan Lynford, namun justru bekerja di perusahaan Pesaing, yaitu perusahaan Davidson.
Malas menanggapi semua pemberitaan itu dad Bastian jadi hanya mengurung diri di rumah, memantau semuanya dari Internet dan laporan Andre.
"Semenjak ada pemberitaan itu saham kita terus mengalami penurunan, Tuan," ucap Andre, melaporkan situasi terkini tentang perusahaan mereka. Bicara melalui sambungan telepon yang terhubung diantara keduanya.
__ADS_1
"****! Inilah alasan kenapa aku menolak pernikahan itu! Masa lalu Ains pasti akan memberi dampak yang buruk untuk perusahaan!" geram Dad Bastian.
"Maaf Tuan, tapi sepertinya banyak yang mendukung hubungan tuan Damian dan wanita itu. Sebab saham perusahaan Davidson terus mengalami kenaikan semenjak berita pernikahan itu mencuat," lapor Andre apa adanya.
Hal ini berarti pasar mendukung pernikahan tersebut, hingga mendukung perusahaan dimana Damian bekerja.
Dan mendengar penjelasan Andre, seketika Daddy Bastian tergugu.
"Jangan asal bicara kamu!" bentak dad Bastian pula. Dia pun memutuskan sambungan telepon ini lebih dulu.
Lalu Andre mengirim beberapa artikel dan berita terkini. Ternyata publik merestui hubungan bak Cinderella tersebut.
Damian adalah pria sejati, sebab menikahi cintanya di masa lalu dan bahkan tak mempermasalahkan masa lalu Ains.
Foto Damian dan keluarga Ains tersebar di internet dengan narasi yang mendukung.
Ains memiliki anak angkat bernama Aurora, kelak anak itu akan jadi anak Damian pula.
Pasangan Fenomenal tahun ini, penuh cinta Damian dan Ainsley.
Tak sabar menunggu hari paling indah, pernikahan Damian dan Ainsley!
Setelah membaca semua berita itu, kini Dad Bastian terduduk lemas di kursi kerjanya. Dia seperti tertampar oleh kenyataan. Pasalnya apa yang terjadi saat ini, sangat berbeda dengan apa yang selama ini dia pikirkan.
*
*
Keterpurukan yang bukan hanya di rasakan oleh dad Bastian, tapi Helena juga.
Setelah berita makin mencuat ke publik, dia makin tak memiliki muka untuk menemui semua kenalannya.
*
*
Dan kini kebahagiaan hanya dimiliki oleh Ains, Damian dan keluarga besar mereka.
5 hari lagi pernikahan itu akan digelar. Hari ini adalah hari terakhir Ainsley mendatangi Zen minimarket sebelum dia mempersiapkan dirinya sendiri untuk hari paling bersejarah nanti.
Saat jam makan siang, Ains melihat Eric datang.
__ADS_1
"Sekarang aku ingin kamu membayar hutang," kata Eric.