
hujan deras dan petir menggelegar tidak membuat tekat kori berjalan menusuri , dia terus saja menusuri jalan sambil menangis tiada hentinya
kenapa aku selalu mengahadapi ini semua tuhan, apa tidak ada satu pun rasa kebahagian yang ku alami ucap kori sambil menusuri jalan .
sudah berratus ratus meter sudah ditempuh kori tanpa istirahat , dia tetap bertekat meninggalkan masa lalu nya yang begitu kejam .
tiba tiba kori merasa pusing karena dia belum makan seharian dan ditambah berjalan berratus meter dengan hujan yang lebat .
plakk kori pun terjatuh saja di pinggir jalan .
tidak lama kemudian lewat seorang wanita tua di daerah tersebut sedang mencari botol bekas , dia melihat seorang wanita muda tertidur di pinggir jalan .
nak nak bangun ucap wanita tua itu
kori tetap tidak sadarkan diri, hakirnya si wanita tua itu pun berinisiatif sendiri mengangkat tubuh kori ke dalam gerobaknya , si wanita tua itu pun menyorong gerobaknya menembus jalanan yang sepi dan diikuti petir yang hebat , tidak lama perjalanan ditempuh sampai lah di gubuk tua yang hampir roboh .
wanita tua itu mengangkat tubuh kori kedalam gubuknya dan mengganti baju yang dipakai kori dengan baju wanita tua itu yang ada walau bajunya bau dan tidak pantas dipakai tetap dikenakan ke tubuh kori setidaknya baju itu bisa menghangatkan tubuh kori.
wanita tua itu pun menggosok gosokan telapak kaki kori dengan minyak kayu putih untuk menarik kesadaran kori.
__ADS_1
nak bangun nak ucap wanita tua itu
kori tetap belum bangun , wanita tua itu kembali mengosok gosok kaki kori tetap belum bangun , wanita tua tetap tidak patah semangat menarik kesadaran kori .
sekarang wanita tua menggosok gosokan tangannya ke telapak tangan kori tetap belum bangun juga , kali ini wanita tua menggosok gosok kan minyak kayu putih ke hidung kori .
tidak lama kemudian kori pun sadar .
udah sadar kamu nak ucap wanita tua
hemm dimana aku ucap kori
kok bisa saya berada disini ucap kori
tadi kamu saya temukan tertidur di pinggir jalan ucap wanita tua
kori hanya diam mendengarkan ucapan wanita tua , dia merenungkan waktu sebelum dia berada di rumah wanita tua itu,
kori tidak habis pikir kejadian kejadian yang dialaminya . dia hanya bisa menarik nafas dengan kasar .
__ADS_1
kamu istirahat saja memulihkan tenaga dan ini makan lah setidaknya bisa mempercepat pemulihanmu ucap wanita tua sambil meninggalkan kori yang terbaring dikasur lapuknya .
apakah ibu tidak mau mendengarkan bagaimana aku bisa pingsan di pinggir jalan ucap kori
"hemm" wanita tua hanya menarik nafasnya sambil menatap kori
aku penasaran dengan kehidupanmu kau wanita muda dan wajahmu cantik tapi kau bisa pingsan di pinggir jalan aku begitu heran nasip apa yang sedang menimpamu sampai bisa pingsan di pinggir jalan dan hujan yang deras pasti ceritamu akan sangat menyakitkan untuk didengar jadi aku harap kau siapkan dulu tenagamu agar bisa siap menceritakan apa yang terjadi padamu setelah kau siap aku akan mendengarkannya ucap wanita tua
kenapa kau begitu baik padaku ucap kori setelah mendengar perkataan wanita tua itu
aku bukan baik padamu tapi sedang membantu orang yang lagi kesusahan dari aku , aku tau aku juga susah tapi aku melihat dirimu sekarang ini lebih susah dan menderita dari pada aku ucap wanita tua
kori yang mendengar ucapan wanita tua hanya bisa mengeluarkan air matanya
y udah kau istirahat saja dulu dan jangan lupa makan makananmu agar menambah tenagamu ,ingat masi banyak yang diluar sana lebih menderita darimu jadi jangan kau sia siakan hidupmu dengan percuma ucap wanita tua dan meninggalkan kori sendiri
kori pun memakan makanan yang disediakan wanita tua setelah itu dia langsung tertidur
bersambung
__ADS_1