
Wanita yang tersakiti 🍒🍒🍒🍒
Terbangun dari tidurnya kori melihat sekelilingnya mencari keberadaan wanita tua . Dia mencari tiap sudut tapi tidak menemukannya.
"Hemm kemana si nenek , apa aku ditinggal kan sendiri di gubuk ini "
Kori mencari kertas dan pulpen hampir lama baru menemukan apa yang ingin dicari dia cepat menuliskan dikertas seperti karton.
Isi suratnya
Maaf kan kelanjanganku menulis surat ini untuk nenek saya meninggalkan rumah nenek tanpa bertemu dan berpamitan dengan nenek , saya tidak bisa berlama lama tinggal dirumah ini karena saya tidak mau merepotkan nenek , maka itu maaf kan saya nek atas ketidak sopanan saya ini , untuk ganti rugi nantinya saya akan datang kerumah ini lagi pada waktunya . Terima kasih saya ucapkan kepada nenek.
Salam kenal kori pamela
Setelah menulis surat kori pergi dari rumah nenek tanpa tujuan , kori memang keras kepala jadi lah seperti ini segala kemauanya langsung main keputusan saja .
Berjalan tanpa tujuan membuat kepala kori pusing kembali , udak berratus meter perjalananannya kembali tanpa minum membuat tubuhnya lemah sehingga dia kembali pingsan di pinggir jalan yang sepi dan kendaraan yang lalu lalang terhitung dengan jari .
Sudah lama kori pingsan di pinggir jalan tak ada yang menolongnya , 3 jam kemudian ada mobil sedan mewah melewati jalan yang sepi itu, sang supir tiba-tiba mengerem medadak mobilnya .
Kenapa mang ucap nyonya didalam mobil
Ittu uuu nyonya ada wanita pingsan dijalan ucap supirnya
Ya udah mang dibantu dulu turun mang
Ehh nya jangan nanti kalau dia hanya pura2 gimana ucap supir
__ADS_1
Kalau dia memang benar benar pingsan gimana mang apalagi ini jalan sepi orang yang lalu lalang juga jarang
Aduhhh nya lebih baik jangan
Nyonya langsung turun dari mobilnya tanpa ragu-ragu walau dalam hati kahwatir. Sang supir turun mengikuti nyonyanya takut juga nyonyanya kenapa napa.
"ayo mang diangakat kedalam ucap nyonya. Si supir pun bergegas mengangkat wanita itu kedalam mobil dan menaruh dibelakang , pormasi duduk di dalam mobil berubah , kori yang pingsan di tempat duduk penumpang dibelakang ditidurkan sedangkan si nyonya duduk disamping supir . Mobil melaju ke villa yang akan dituju awal tujuan memang ke villa .
Hanya memakan waktu setengah jam ahkirnya sedan mewah memasuki pekarangan villa mewah dilihat dari villa yang dilewati ada beberapa villa dan semua villa itu besar tak kalah besar villa mewah yang dikunjungi nyonya penolong kori , kalau dilihat lebih mewah villa nyonya itu. nyonya membuka pintu penumpang dibelakang si supir langsung mengangkat kori tanpa menunggu aba-aba dari nyonya . Mang supir menaiki tangga sesampai dikamar yang dituju mang supir meletakan kori ditempat tidur .
"cepat panggil pelayan kesini membawa wewangian yang tajam perintah nyonya ke supirnya . Secapat mungkin mang supir kebawah memanggil pelayan .
Wewangian sudah dioleskan di bawah hidung ,tapi kori belum sadar. wewangian terus dioleskan tanpa henti oleh nyonya dan pelayan memijit mijit kaki kori agar aliran darah lancar , 1 jam lamanya menunggu ,nyonya pantang menyerah ahkirnya kori sadar dari pingsannya
" aku dimana tanya kori melihat sekelilingnya dimana lagi aku ini kemarin gubuk tua sekarang dikamar yang mewah kenapa takdir begitu mempermainkan aku seperti ini gumam kori dihati
Kori yang mendengarnya hanya diam tanpa menyaut sinyonya , kepalanya masi sakit dan energinya terkuras dia lemah tak berdaya . Nyonya yang melihatnya pun menyuruh kori beristirahat dulu untuk memulihkan tenaganya
"kau tidur saja dulu kau begitu lemah besok saja kau menceritakan tentangmu ucap nyonya .
Keesokan harinya 🍒🍒🍒
Nyonya punya villa lagi sibuk berkutat di dalam dapur dia memasak banyak makanan dan mengidangkannya di meja setelah merasa cukup dengan masakannya dibergegas masuk ke kamar kori dan melihat kori yang telah selesai mandi . Kau sudah selesai mandi rupanya
Kori yang melihat nyonya tersenyum iya nyonya saya sudah beberapa hari belum mandi merasa lengket dengan badan sendiri ucap kori
Baiklah jika kau sudah selesai mari kita kebawah untuk sarapan
__ADS_1
Mereka berdua turun kebawah menuju meja makan. Kori yang melihat banyak makanan dimeja merasa kaget ,"kenapa ini banyak makanan nyonya"
Nyonya pun tersenyum "saya senang memasak jadi saya memasakan banyak makanan ini untukmu dan panggil saja aku tante mili ucap tante mili
Iya tante ucap kori
Dan namamu siapa ucap tante mili
Ehh saya lupa memperkenalkan nama saya kori pamela dan panggil saja kori tante ucap kori
Baik lah kori mari makan ucap tante
Mereka makan dengan nikmat hanya terdengar dentuman sendok dan piring setelah selesai makan tante mili mengajak kori ketaman villa disana kori melihat bunga yang bermekaran warna warni . Kori terkesima melihat bunga warna warni , " wow indahnya tante "
Tante mili melihat kekaguman kori akan tamannya divilla itu merasa senang dan bangga banget . Tante menarik tangan kori ke atas bukit tidak jauh dari tempat mereka . Kori makin mengagumi taman warna warni didepannya, dilihat dari bukit itu taman ternyata luas beberapa hektar kedepan . Kori gak henti hentinya takjub dengan apa yang dilihat nya , ini pertama kali dia melihat taman seluas itu dan milik peibadi . "keren banget tante "
Tante mili makin senang akan kekaguman kori , merasa puas akan kekagumanan kori, tante mili mengajak kori duduk dibangku diatas bukit tidak lama pelayan datang mengantar minuman kepada mereka .
Tante mili langsung menanyakan kenapa kori bisa ditemukan pingsan dijalan dan badan begitu lemah . Melihat tatapan kori yang sendu tante tidak melanjutkan pertanyaannya ," ya udah kamu tidak usah menceritakan apapun jika kamu tidak ingin menceritakannya ucap tante mili.
Dengan tatapan yang sendu kori mengeluarkan air mata dia tak tahan mengingat kejadian yang telah dilaluinya , dia memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya bagaimanapun tante mili yang telah menolongnya harus mengetahui penyebab pingsannya. "sebenarnya aku ragu menceritakannya ini semua tante tapi menurutku tante berhak mengetahui penyebabku pingsan" , kori menyiapkan hatinya menceritakan semuanya sambil meneteskan air matanya yang makin deras.
tante yang melihat tetesan air mata kori tak tega dan mengusap air mata kori,. " udah kamu tahan aja dulu ceritamu itu mungkin belum saatnya aku mendengarkankan ceritamu. pada saat nanti kau sudah kuat menceritakan semuanya ceritakan lah padaku , aku tidak memaksamu ucap tante mili
dengan tersenyum kori menganggukan kepalanya , dia senang dengan sikap tante mili kepadanya , dia merasa beruntung yang menolongnya tante mili , apakah takdirku kali ini akan berbeda dengan sebelumnya pikir kori .
sekian lama tante mili dan kori diteman bercengkrama diselengin dengan tawa mereka , matahari makin naik keatas tempat yang mereka duduki ditaman terbuka jadi sengat matahari terasa . tante mili mengajak kori masuk ke dalam villa kembali , tante mili juga senang ada kori menemaninya di villa .
__ADS_1
bersambung