
"Sayang, buka pintu nya dong kamu masih marah sama aku. Maafin aku, aku gak bermaksud bentak kamu tadi." Aska berusaha membujuk Dania supaya ia tidak marah lagi dengan nya. Namun, hal itu tak membuat Dania memaafkan nya bahkan ia mengunci pintu kamar mereka supaya Aska tidak masuk ke dalam.
Karena Dania tak kunjung membuka kan pintu untuk nya, Aska akhirnya pergi dan turun ke bawah.
"Maafin aku Mas, aku melakukan itu supaya kamu sadar dan tidak mengulangi nya lagi." ucap Dania sembari menangis
......................
"Gimana Tante, Dika nya mau di jodohkan sama aku?" tanya Mirna pada Tantri
"Udah kamu tenang aja dan sebentar lagi Dika akan ceraikan istri nya. Dan setelah itu dia akan segera menikah dengan kamu." jawab Tantri dengan wajah senang nya
"Jadi kapan aku bisa ketemu sama Dika?" tanya Mirna antusias
"Besok Tante suruh Dika ke sini. Dan kamu bisa ketemu sama dia." jawab Tantri
"Iya Tan." jawab Mirna dengan tersenyum senang karena sebentar lagi ia akan menjadi istri dari Dika. Laki-laki yang selama ini ia suka dan berharap ia bisa menjadi istri nya Dika.
......................
Nayla tampak masih belum mau bicara sama Naira sang Mama. Ia masih marah sama sang Mama karena Naira tadi sempat membentak nya.
"Tante Rena kenapa sih Mama bentak aku tadi? aku kan cuma mau tanya soal Papa? kenapa Mama bisa semarah itu sama aku?" tanya Nayla pada Rena karena saat ini Rena tidur bersama Nayla di kamar nya.
__ADS_1
"Tante jelasin ya sama Nayla, Mama marah karena Nayla gak mau dengerin Mama. Nayla tau kenapa Mama gak mau jawab pertanyaan Nayla soal Papa?" tanya Rena dan Nayla mengangguk serius mendengarkan Rena berbicara dengan nya.
"Karena ada satu hal yang Nayla gak boleh tau soal Papa. Nayla masih kecil jadi Mama gak mau cerita sama Nayla. Nanti kalau Nayla sudah besar Mama pasti akan cerita sama Nayla. Nayla mau kan maafin Mama?"
"Tapi, Nayla mau nya Papa! Tante, Tante kan sudah dewasa Tante bicara ya sama Mama. Tante bilang sama Mama kalau Nayla mau ketemu sama Papa. Tante mau kan bantu Nayla?" Nayla tampak memohon supaya Rena membantu nya bicara sama Mamanya.
"Iya nanti Tante bicara sama Mama. Tapi Nayla harus janji dulu sama Tante Nayla gak akan marah lagi sama Mama dan mau bicara sama Mama. Nayla mau kan?"
"Iya, Nayla mau." ucap nya dengan tersenyum
"Ya udah sekarang Nayla tidur ya, Tante ke bawah dulu bicara sama Mama!" ucap Rena
"Oke Tante Rena." jawab Nayla dan setelah itu ia keluar dari kamar Nayla.
"Nai, lo gak apa-apa?" tanya Rena yang sudah duduk di samping Naira
"Apa gue gak pantas ya jadi Ibu buat Nayla?" tanya Naira dengan tatapan sedih menatap Rena
"Siapa bilang lo gak pantas? menurut gue lo itu adalah ibu yang baik buat Nayla. Gue aja iri sama lo Nai, andai gue bisa punya anak mungkin gue akan bahagia banget dan rumah tangga gue gak akan seperti ini."
"Iya, apa yang lo katakan emang benar gue adalah ibu yang beruntung mempunyai anak seperti Nayla." ucap Naira yang baru menyadari kalau ia adalah ibu yang beruntung mempunyai anak seperti Nayla. padahal banyak yang menginginkan anak namun belum di kasih Allah termasuk Rena yang tidak bisa hamil.
Di tengah-tengah mereka mengobrol seseorang menggedor pintu depan rumah Naira.
__ADS_1
"Rena keluar kamu, aku tau kamu ada di sini?" teriak Dika yang berada di luar rumah Naira.
"Nai, kayaknya itu suara suami kamu deh? kita ke depan yuk?" ucap Naira dan Rena langsung pergi ke depan meninggalkan Naira.
"Rena buka pintu nya aku tau kamu ada di dalam! buka pintu nya sekarang! kalau kamu tidak mau buka aku dobrak pintu nya sekarang!" teriak Dika dengan emosi
Rena langsung membuka pintu setelah ia tiba di depan pintu. Dan setelah pintu terbuka Dika langsung menarik nya dan mengajak nya langsung masuk ke dalam mobil.
"Dika stop!" teriak Naira saat Dika memaksa Rena untuk masuk ke dalam mobilnya
Dika melepaskan tangan Rena ia membalikkan badan menatap Nayla yang memanggil nya.
"Kamu gak usah ikut campur ini urusan rumah tangga aku sama Rena. Kamu itu hanya seorang janda, jadi gak usah ikut campur urusan kita." ucap Dika
"Aku emang seorang janda tapi, aku juga pernah di posisi Rena. Jadi aku minta sama kamu, stop sakiti Rena kalau kamu gak mau aku lapor kan kamu ke polisi." ancam Naira
namun hal itu tak membuat Dika takut, ia malah mencengkram tangan Rena dan memaksa nya untuk masuk ke mobil. Dan setelah itu ia melajukan mobil nya meninggalkan rumah Naira.
"Ren, aku harap kamu baik-baik aja. Maafin aku yang gak bisa bantu kamu." ucap Naira setelah mobil yang di bawa Dika menghilangkan dari hadapan nya.
"Mas, pelan-pelan bawa mobil nya aku takut. Kamu kenapa sih jadi begini? Mas tolong jangan seperti ini aku takut." ucap Rena dengan wajah takut
"Kamu bisa diam gak sih berisik tau gak!" ucap Dika dan itu membuat Rena langsung terdiam mendengar bentakan dari Dika.
__ADS_1
bersambung