Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti
Part 78 | Si Kembar (END)


__ADS_3

Aisyah POV.


Aku memanggil Devano ketika perutku mulai terasa mulas lagi, kali ini mulasnya diiringi dengan rasa sakit, sepertinya aku akan segera melahirkan. Devano datang dan secepatnya membopong tubuh beratku masuk ke dalam mobil.


Detik-detik menegangkan pun dimulai, keringat dingin muncul di dahiku, bibirku juga mulai menggumamkan dzikir dan sholawat untuk menenangkan hatiku ditengah rasa sakit yang menderaku. Di sebelahku ada Bude Marika dan Dasha yang tak henti-hentinya membisikkan kata-kata penyemangat serta doa-doa agar proses melahirkan ku lancar.


Sementara aku melihat Devano fokus menyetir agar aku bisa secepatnya tiba di rumah sakit dengan selamat. Suamiku itu tampak gugup karena ini pertama kalinya dia menemani ku melahirkan.


Dari wajah Devano aku melihat adanya kekhawatiran yang besar, mungkin karena aku telah memutuskan untuk melahirkan bayi kembar kami secara normal tanpa operasi.


******


Aku mengejan beberapa kali dengan nafas yang masih teratur, melahirkan dua bayi sekaligus secara normal memang sulit dan sakit, namun ketika Devano menggenggam tanganku sembari mengecup kening ku, rasa sakitnya berkurang dan membuatku kuat sampai akhirnya tangisan dua bayi itu terdengar di telingaku. Aku sempat melihat Devano terharu sampai meneteskan air mata bahagianya. Dan setelah itu pandanganku kabur dan aku merasa dunia ini berubah menjadi gelap.


"Aisyah?!" Sayup-sayup aku mendengar Devano memanggil namaku.


Tujuh belas tahun kemudian....



Gadis cantik bernama Dasha Khumaira yang kini telah berumur 25 tahun itu menggerutu kesal ketika mengetahui dua adik kembarnya terus mengikuti dia yang tengah belanja pakaian di Mall.


"Aidan! Alvan! Keluar kalian! Kakak sebel ya kalau kalian ngikutin Kakak secara diam-diam kayak gitu!" teriak Dasha yang sudah tak mampu menahan rasa kesalnya.


Aidan keluar terlebih dahulu dari balik rak gamis. "Hehe, maafin kita ya, kak," ujarnya sambil meringis.


"Iya, maafin kita ya kak, kita kan cuma melaksanakan tugas dari Abi," timpal Alvan yang ikut keluar dari persembunyian.


Dasha menghela nafas panjang, jujur ia merasa sangat terkekang karena Sang Abi dan Dua adik kembarnya terlalu posesif terhadap dirinya. Padahal, Dasha merasa kalau dirinya sudah cukup dewasa dan dipastikan dapat menjaga dirinya sendiri tanpa harus dikawal kemana-mana. Namun apa daya, ia tidak bisa menolak atau melarang karena itu merupakan kebijakan langsung dari Abi dan Uminya.


"Kak Dasha jangan cemberut melulu dong, nanti enggak ada yang ngelirik lho," goda Alvan sambil mencolek-colek bahu kakak perempuannya itu.


"Biarin! Malah bagus kalau enggak ada yang ngelirik!" ketus Dasha sambil memilih gamis yang akan dikenakannya untuk ke acara pernikahan teman satu kampusnya.


"Diih, emangnya Kak Dasha mau jadi perawan tua?" ledek Aidan yang kemudian mendapat pukulan keras dari Dasha.


"Aduh! ssst, kakak gue galak banget sih," keluh Aidan setelah mendapat pukulan dari Dasha di bahu kanannya.


Alvan tertawa saat Aidan mendapat pukulan keras dari kakak mereka, Dasha. "Hahaha, rasain! Emang enak kena pukul!" ledeknya yang kemudian menjadi bencana karena Dasha menjewer telinganya.


"Aduh-aduh, ampun kak," ujar Alvan sambil berusaha melepaskan tangan Dasha yang menjewer telinganya dengan kuat.


Dasha pun melepaskan jeweran tangannya dari telinga sang adik. "Sekarang kalian berdua harus bantuin Kakak pilih gamis buat kondangan, cepetan!" teriak Dasha dengan galak.


"Iya, iya." Mau tak mau Alvan dan Aidan melaksanakan perintah dari Dasha.


Sedangkan Dasha kini hanya duduk-duduk santai di sofa yang ada di sebelah ruang ganti sambil mengomentari gamis pilihan adik-adik kembarnya.

__ADS_1


"Lihat deh, Kakak kita udah kayak bos dan kita kayak babunya," bisik Aidan ditelinga Alvan.


Sialnya, hal itu dilihat oleh Dasha. "Hei, kalian lagi gibahin kakak ya?!" teriaknya murka. Untung keadaan Mall sedang sepi, kalau tidak Dasha pasti sudah menjadi pusat perhatian orang banyak.


"Enggak kak, cuma lagi rundingan aja, gamis mana yang kira-kira cocok buat Kak Dasha," jelas Alvan.


Dasha pun kembali diam dan fokus menatap layar ponselnya. "Masya Allah, gantengnya... Andai dia yang jadi imanku," gumam Dasha sambil senyam-senyum sendiri, hilang sudah emosinya terhadap dua adik kembar yang sempat membuatnya badmood.


"Kak, yang ini cakep nih, cobain deh." Alvan mendekati Dasha sambil menunjukkan gamis berwarna purple di tangannya.


"Wah, bagus juga selera kamu," komentar Dasha yang kemudian mencoba gamis berwarna purple yang dipilihkan Alvan untuknya di ruang ganti.


"Cocok, ayo kita pergi ke kasir," pungkas Dasha setelah keluar dari ruang ganti. Dasha mengapit lengan kedua adik tampannya menuju meja kasir.


"Tunggu, kak. Aku mau beli cake buat seseorang," ujar Alvan yang membuat Dasha jadi penasaran.


"Siapa? Cewek atau cowok?" tanya Dasha sambil menatap wajah Alvan dengan penasaran.


"Siapa lagi kalau bukan anak gadisnya Papa Lee," sahut Aidan yang membuat pipi Alvan memerah karena ketahuan.


"Kamu pacaran sama...."


"Enggak kok!" sangkal Alvan seraya menggelengkan kepalanya.


"Awas aja kalau kamu sampai berani pacarin Aleena, Kak Dasha bakal laporin ke Papa Lee sama Mama Naya," ancam Dasha yang membuat Alvan menggaruk tengkuknya yang merinding.


"Tuh, inget-inget kata Kak Dasha," bisik Aidan yang kemudian berlalu mengikuti Dasha.


"Buat kakak mana?" tanya Dasha sambil menaik-turunkan alisnya.


Alvan menghela nafas panjang lalu kembali ke tempat tempat kue-kuean dan mengambil sekotak kue kering rasa coklat lalu memberikannya kepada Dasha.


"Apalagi?" tanya Alvan dengan ekspresi malas.


Dasha menampakkan cengirannya lalu menunjuk ke arah Snack yang tersusun di rak.


"Rasain, emang enak disuruh-suruh lagi." Aidan mengejek kembarannya.


Dasha menoleh ke arah Aidan sambil tersenyum penuh arti. "Aidan, kamu yang bayar semua belanjaan kakak ya?" katanya yang membuat Aidan menyesal telah mengejek Alvan. Tak disangka nasibnya lebih buruk dari kembarannya itu karena ia disuruh membayar semua belanjaan Dasha yang totalnya hampir satu juta.


"Lho, kok jadi aku yang bayar? Kak Dasha kan punya uang sendiri, malahan uang Kak Dasha jauh lebih banyak dari aku," protes Aidan yang tak dihiraukan oleh Dasha. Gadis cantik itu malah pergi meninggalkan kedua adiknya yang pasti mau tak mau akan membayar belanjaannya.


"Apes lagi gue!" umpat Aidan. Kini giliran Alvan yang menertawakannya.


Dasha memang selalu adil dalam memperlakukan adik kembarnya.


*****

__ADS_1


"Assalamualaikum, Umi." Sepulang dari Mall Dasha langsung menghampiri Aisyah yang sedang menyiram tanaman di depan rumah lalu mengecup pipi Uminya tersebut.


"Abi mana, mi?" tanya Dasha sambil celingukan mencari keberadaan Abi-nya yang biasanya tak pernah jauh-jauh dari Umi-nya.


"Abi lagi mancing sama Papa Lee di kolam ikan belakang rumah," jawab Aisyah.


"Oalah, mancing ikan lagi? Memang yah, Abi sama Papa enggak ada kapoknya, padahal waktu itu mancing cuma dapet satu. Hihihi," kata Dasha yang kemudian berlari menuju belakang rumahnya untuk menemui dua orang ayahnya yang sama-sama payah namun pantang menyerah dalam hal memancing ikan.


"Abi Dev, Papa Lee, sudah berapa ikan yang kalian dapat?" sapa Dasha yang membuat Devano dan Lee yang sedang asyik mengobrol sambil memancing pun menoleh dan tersenyum ke arah putri mereka tersebut.


"Eh Dasha udah pulang, sini sayang, ajari kita berdua cara mendapatkan ikan dengan cepat," ujar Devano.


"Iya benar, cepat ajari dua calon kakek dari anak-anak kamu nanti ini cara memancing ikan, agar suatu saat kami berdua juga bisa mengajarkan caranya kepada cucu-cucu kami," timpal Lee.


"Papa Lee, aku ini nikah aja belum, gimana bisa menghadirkan cucu-cucu buat kalian?"


"Abi udah siapin calon suami buat kamu kok dan dua minggu lagi kamu akan menikah," ungkap Devano yang sangat mengejutkan Dasha.


"Apa?!"


"Bercanda sayang," ujar Devano kemudian.


Setelahnya Devano dan Lee pun tertawa melihat muka syok Dasha.


Bahagia, itulah akhir dari kisah mereka. Meskipun masalah terus berdatangan dalam hidup mereka, semua dapat terselesaikan dengan cara kekeluargaan.


...S E L E S A I...


...Terimakasih banyak atas semua dukungan yang selalu kalian berikan....☺️☺️πŸ₯°πŸ₯°...


...Jangan sedih karena cerita ini selesai karena mungkin ada ektra part-nya.☺️☺️...


...Dan buat yang menantikan kisah cintanya Lee dan Kanaya akan segera diwujudkan di karya baruku nanti berjudul 'Kanaya, istri yang tak diinginkan'. βœοΈπŸ‘πŸ˜πŸ€©πŸ₯°...


...Pokoknya pantau terus profil aku ya, insyaallah gak akan lama lagi aku bikin karya baru ceritanya Lee sama Kanaya yang pastinya gak kalah seru dan juga mengaduk-aduk perasaan.πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘...


...See you on the next story....πŸ₯°...


...Maaf kalau selama ini aku punya kesalahan, bye, bye, dan.......


...Assalamualaikum semuanya,...


...terimakasih....


...02 Juni 2021...


...----...

__ADS_1


...**A S Y I A H M U Z A K I R...


...FOLLOW IG AUTHOR : asyiahmuzakir**...


__ADS_2