
Semenjak keluar dari ruangan dokter rina , jamai dan raja berjalanan berpegangan tangan mereka sama-sama terdiam keduanya sangat terkejut dengan apa yang di alami jamai,,
raja menoleh ke arah istrinya melihat raut wajah jamai sedang memikirkan sesuatu hatinya tak menentu bagikan di terjang sebuah ombak besar,,
Saat berada di mobil mereka pun masih terdiam, jamai yanng membuang muka ke jendela lebih memilih melihat ke arah luar dengan tatapan yang hampa sorot matanya menampakkan kesedihan yang luar biasa,,
Raja yang melihat istrinya seperti itu pun tak tega lalu di raih lah tangan jamai yang berada di paha jamai menggenggam erat tangan jamai sesekali mencium punggung tangan jamai,,
"Sayang " Sahut raja sambil menyetir mobilnya
Jamai pun tak menanggapi nya, dia hanya terdiam dan tak menoleh ke arah raja,, hatinya sungguh sangat terpukul ingin menangis dan teriak sekencengnya tapi jamai hanya bisa menahan isak tangisnya di dalam hati,,,
"Mai makan dulu yuk? Dari tadi siang kamu belum makan? " Ucap raja sesekali melirik wajah jamai
" Hmm aku lagi gak ada selera makan mas "
Ucap jamai sambil menekuk wajahnya sorot matanya melihat ke arah perut nya
Betapa dia sangat merasakan kesedihan yang teramat menyiksa nya, dia tidak lagi menjadi istri sempurna, jamai jadi teringat akan pernikahan nya 2thn lalu bersama suami pertamanya
" Pantesan aku dulu gak hamil-hamil saat menikah dengan mas FATA ternyata aku mandul" Gerutu jamai dalam hati
Seketika itu jamai terisak di dalam mobil, air matanya tak bisa di bendung lagi dia tak bisa berpura-pura kuat untuk saat ini
Raja pun menepikan mobilnya di pinggir jalan di raihnya pundak jamai , dia memeluknya dengan sangat erat , menyembunyikan jamai didalam dada bidangnya,, dia membiarkan jamai mengeluarkan isi hatinya sesekali dia membelai rambut panjang istrinya dan menciun keningnya,,,
"Sabar sayang, kamu gak harus hamil kita bisa bahagia bersama sampai tua" Ucap raja yang mencoba menghibur hati jamai
" Egak mas, aku bukan wanita yang sempurna"
*
*
Terik matahari telah menyinari bumi dengan sangat cerah, tak terasa hari ini saat ovan dan sindi sedang menghabiskan waktu mereka di dalam kamar,,,
Kecantikan sesorang sepertinya tak hanya di nilai dari bentuk tubuhnya selain kecantikan dari wajah , kecantikan wanita sesungguhnya dapat di lihat dari bagaimana cara dia bersikap saat menghargai dirinya sendiri,,
Dan itulah yang di pikirkan ovan terhadap sindi saat ini,,
Dua insan yang pernah jatuh cinta saat mereka duduk di bangku SMA selama itu pula mereka mejalin kasih , mereka sudah mengenal satu sama lain mulai dari teman SD, teman SMP sampai mereka memutuskan untuk berpacaran saat di bangku SMA
Dan saat itu sindilah yang pertama mengutarakan isi hatinya lebih dulu kepada ovan saat mereka hendak memasuki bangku SMA dan mereka menjalin hubungan selama 3thn lamanya.
Entah mengapa seiring berjalannya waktu sifat keduanya mulai berubah,, padahal mereka dulunya sangat kompak saat menentukan mau meneruskan untuk sekolah dimana.
__ADS_1
sindi yang lebih memilih untuk kuliah di universitas A dan ovan yang lebih memilih kuliah di universitas C,,
Dari situlah awal mula keduanya mulai berbeda pendapat.
Ovan yang sibuk dengan mata kuliah nya sampai lulus dia tidak pernah memikirkan seorang wanita sedetik pun, dia berlajar dengan giat sampai akhirnya ovan lulus dari Universitas C,,
Berbeda dengan sindi, saat sindi sedang kuliah dia banyak menghabiskan waktu dengan teman barunya sindi lebih banyak bermain, menonton, berjalan-jalan di MALL
bagi sindi saat-saat kuliah, saat itulah yang paling bahagia di hidupnya,, dia bisa menikmati dunia luar bersama teman-teman nya, hari dimana sindi tak pernah lakukan sejak dulu,, disaat itulah sindi merasakan hidupnya lebih berwarna, dia bisa mengenal banyak hal dari arti persahabatan, dari arti semua kemenangan dan arti saat berjuang bersama teman-temannya saat kuliah,,
Berbeda dengan ovan saat lulus dari universitas ovan mulai merintis kariernya, menyiapkan masa depan yang lebih cerah, dia tak pernh melakukan kesalahan dalam hidupnya,, dia berusaha sekuat mungkin hingga akhirnya ovan bisa mencapai itu semua,, kini ovan telah menikmati hasil dari kerja kerasnya sampai ovan berada di titik tertinggi yaitu puncak kariernya,,
Perusahan SANJAYA, ya... Itulah nama perusahaan ovan saat ini, berawal dari nama belakang "OVAN SANJAYA" dia mengambil nama belakangannya untuk di jadikan sebagai nama perusahaan,..
Perusahaan ovan bergerak di bidang industri pangan,, mengolah makanan yang FRESS dari kebun untuk di jadikan frozen food dan itu sukses besar,,,
Dulu saat bertentanggan dengan jamai dia hanya salah satu karyawan biasa sama seperti yang lainnya tapi dengan kegigihan, pengalaman dan kepintaran ovan akhirnya dia memutuskan memberanikan diri untuk membuka perusahaan nya sendiri...
Tentu itu awal mula yang sangat berat tapi berkat dorongan dan dukungan dari keluarga ovan saat ini, ovan berhasil mencapai semua itu,,,
Hingga akhirnya mereka bertemu kembali setelah sekian lama,, mungkin ini yang di katakan jodoh siapa yang tau " Yaaa jodoh memang tidak ada yang tahu " Seperti yang mereka alami,, seberapa sindi jauh melangkah pada akhirnya di ujung sana bertemu kembali dengan cinta pertamanya yaitu ovan,,,
*
*
Dan di meja makan mbok siem sudah menata banyak sekali makanan ada ayam bakar kesukaan sindi dan ovan pun masih mengingat nya dengan jelas makanan kesukaan pacar yang pertama dan terakhir bagi ovan ,,
ovan yang tadi turun mengambil minum di dapur dia berpesan ke mbok siem untuk memasak ayam bakar,,
tak lupa mbok siem juga memasak makanan kesukaan ovan yaitu nasi sop dengan lauk tempe dan tahu tak lupa sambel yang sangat pedes makanan yang sederhana seperti orangnya, walaupun kini ovan telah sukses meraih usahanya dan sekarang dia berada di puncak karirnya ovan masih terlihat seperti lelaki biasa yang sederhana....
" Yuk makan dulu sin, jangan terlalu di pikirkan nanti saya yang akan membantu kamu bilang ke ibu dan bapak ya" Ucap ovan yang tengah duduk di meja makan bersebelahan dengan ovan
" Kamu mau bilang apa sama bapak dan ibu van? Sahut sindi dengan wajah memelas nya
" Ada dech nanti kamu juga bakalan tau sin" Timpal ovan dengan nada menggoda
"Van jangan bercanda dech, yang ada nanti kamu malah di marahin Habis-habisan sama ibu bapak "
" Egak lah sin, udah tenang aja, yang penting sekarang kamu makan ya " Ucap ovan yang mencoba menyakinkan sindi
" Kamu jangan macem-macem lo van, pokoknyaa aku gak mau tahu kalau misalkan masalah ini semakin melebar awas aja kamu ya"
" Udah tenang aja,, kamu serain sama aku "
__ADS_1
"Ovannnn jangan bercanda " Sindi yang berbicara sedikit teriak
"Kamu lupa aku sama ibu dan bapak dulu sangat dekat, dia menganggapku seprti anak mereka sendiri , udah tenang aja pokoknya kamu gak usah khawatir, makanya sekarang kita makan ya"
" Yakin van? "
" Sure " Ovan yang berbicara dengan sindi sambil tersenyum
"Hmmm... Oke "' sahut sindi sambil mengambil nasi dan lauk
" Mau aku ambilkan juga van " Tanya sindi yang menoleh ke arah ovan
" Boleh calon istriku "
"WHAT ? "
sindi yang terkejut saat mendengar ucapan barusan,, dan ovan tertawa terbahak-bahak karena melihat sindi yang begitu terkejut..
*
*
Disana dua insan yang baru sampai depan rumahnya,
jamai melangkah terlebih dulu tanpa menghiraukan suaminya yang masih di belakang dan jamai berjalan dengan cepat menuju arah kamar , satu persatu anak tangga dia lewati dan raja pun masih melihat punggung jamai lama kelamaan menghilang dari hadapannya, setelah sampai di kamar jamai pun menutup dan mengunci kamar itu, jamai hanya ingin sendirian menenangkan hati dan pikirannya ,, hati jamai benar-benar hancur ,,
Tiba-tiba raja memukul dinding di ruang tamu dengan sangat kencang...
BUUUUGGH. ..
Hantaman itu sampai terdengar dari kamar jamai, tapi jamai tetap tidak memperdulikan nya..
Raja sesungguhnya begitu terpukul dengan apa yang terjadi tapi dia menyembunyikannya dia tidak ingin membuat jamai lebih tersiksa lagi,,
" Apa yang harus aku lakukan " Gerutu raja sambil melihat ke arah kamar mereka yang kini telah di kunci jamai dari dalam
Raja hendak menyusul jamai ke kamarnya dia tidak ingin jamai sampai melakukan yang tidak di inginkan di dalam kamar,, raja mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu hingga sampai lah di depan pintu kamar,,
Tokkk....
Tokkkk....
Tokkk....
" Mai " Panggil raja dari arah luar kamar,,,
__ADS_1