Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti
Part 44 | Terkuak ke publik?


__ADS_3

"Bodoh! Kenapa Devano ikut tertabrak hah?!" Bentak Rifa kepada orang suruhannya.


"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja menabrak tuan Devano karena dia mencoba menyelamatkan wanita bernama Aisyah itu nona."


Rifa menatap tajam wajah orang suruhannya.


"Harusnya kamu bisa lebih hati-hati jika melaksanakan tugas dariku," ujar Rifa dengan tatapan yang berubah bengis.


Dengan kemarahan yang menyelimuti jiwanya Rifa mengambil tongkat bisbol lalu memukulkan alat itu ke kepala orang suruhannya tersebut sampai berdarah dan tak sadarkan diri.


"Itu hukuman karena kamu telah melukai pria kesayanganku," bisik Rifa ditelinga orang suruhannya yang sudah pingsan dan bersimbah darah.


"Hey! Cepat urus teman kalian ini! Dia sangat bodoh dan merepotkan." Rifa memerintahkan orang suruhannya yang lain untuk mengurusi teman mereka yang baru saja dipukulnya.


"Baik nona," sahut mereka yang sangat mematuhi Rifa.


"Oke, dan sekali lagi aku ingatkan pada kalian kalau aku tidak mau terlibat dengan polisi, jadi jika kalian sampai tertangkap ketika melaksanakan tugas dariku, maka kalian harus tutup mulut dan jangan pernah menyebutkan namaku sebagai bos kalian, atau kalau tidak hidup keluarga kalian akan sengsara di bawah genggaman tanganku, mengerti?" ancam Rifa yang membuat semua bawahannya menunduk takut.


"Jawab aku bodoh! Kalian mengerti tidak?!" Bentak Rifa marah karena tak ada yang menyahutinya.


"Mengerti nona, kami mengerti," jawab semua bawahan Rifa dengan sangat kompak.


Senyuman smirk terukir di bibir berwarna merah milik Rifa, wanita itu senang ketika melihat orang-orang suruhannya tunduk di bawah kekuasaannya.


"Lain kali kalian harus lebih becus dalam mencelakai targetku, paham?"


"Paham nona."


"Bagus."


******


"Lee," panggil Aisyah ketika hanya tinggal Lee yang masih ada di kamar rawatnya.


"Hm," sahut Lee dengan wajah yang masih menunduk menatapi lantai.


"Look at me!" perintah Aisyah yang sebal karena dari tadi Lee terus memandangi lantai seolah benda itu sangat menarik di matanya.


Lee mengalihkan pandangannya ke arah Aisyah lalu mencoba untuk tersenyum meskipun sebenarnya dia sedang tak ingin.


"Nah gitu dong," ujar Aisyah seraya tersenyum lembut.


"Aisyah, kamu udah gak marah lagi sama aku?" tanya Lee dengan wajah penuh harap.


"Kata siapa? Aku masih marah ya sama kamu, tadi itu kamu terlalu cepat bertindak tanpa berpikir panjang terlebih dahulu," pungkas Aisyah dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Ya... Maaf, aku akui tindakanku itu memang salah, tapi itu masih bisa di bilang wajar, Aisyah. Coba kamu pikir, pria mana yang gak emosi kalau wanita yang amat di cintainya terluka karena pria lain?" ujar Lee yang membuat Aisyah terdiam dan seketika suasana diantara mereka menjadi canggung.


Di depan pintu kamar rawat Aisyah rupanya ada Avila yang sudah menguping pembicaraan Aisyah dan Lee sejak tadi. Gadis tomboi itu tersenyum meskipun hatinya sakit mendengar Lee mengatakan kalau Aisyah adalah wanita yang sangat dicintainya.


"Aisyah, aku gak mau tahu, apapun yang terjadi kamu harus sama Oppa Lee karena aku yakin hanya dialah yang bisa jagain kamu dengan penuh kasih sayang," lirih Avila sebelum akhirnya masuk ke dalam ruang rawat Aisyah sambil membawa sekantong jajanan sehat untuk sahabatnya itu.


"I'm comeback! Lihat apa yang aku bawa buat kalian." Suara cempreng Avila membuat Aisyah dan Lee sontak menatap gadis itu sambil tersenyum lebar.


"Wah, adek tahu aja kalau kakaknya lagi lapar," sahut Lee yang langsung merebut kantong jajanan dari tangan Avila.


"Eh eh, itu bukan buat Oppa doang yah, buat Aisyah juga!" protes Avila sambil merebut kembali kantong jajanannya lalu memberikannya kepada Aisyah.


"Tahulah aku juga," ketus Lee dengan wajah cemberut yang membuat Aisyah terkekeh geli.


"Udah udah, lebih baik sekarang kita makan jajanannya bareng bareng," kata Aisyah menengahi.


"Nah bener banget tuh," timpal Lee yang mendapat lirikan judes dari Avila.


"Makasih ya Avi, udah mau repot-repot bawain jajanan sehat kayak gini," ucap Aisyah yang di balas anggukan dan senyuman tulus dari Avila.


"Bilang sama-sama kek," sindir Lee yang membuat Avila menatapnya jengkel.


"Sama-sama Aisyah... Puas?" cetus Avila dengan wajah galak yang membuat Lee tertawa terbahak bahak.


"Ayo kita makan salad buahnya!" ajak Aisyah yang mampu menghentikan perang diantara Lee dan Avila.


******


Madam Maria Ziao adalah ibu kandung Rifa yang merupakan istri pertama dari salah satu konglomerat keturunan China di Indonesia yang terkenal sangat protektif kepada Rifa Sherina, putri kesayangannya. Dan beliau baru saja terkejut mendengar skandal putrinya yang menjadi pelakor atau perebut suami orang terkuak ke hadapan publik.


"Rifa!" teriak Madam Maria marah ketika melihat putrinya baru pulang entah dari mana saja.


Namun Rifa malah dengan santainya menghampiri lalu mencium pipi ibunya seperti sedang tidak terjadi apapun di luar sana.


"I'm home, mom," gumam Rifa yang sedetik kemudian mendapat tamparan dari ibunya.


"Bagaimana bisa kamu sesantai ini di saat semua orang heboh membicarakan kamu?!"


Rifa mengernyitkan dahinya tak paham dengan apa yang barusan di katakan oleh ibunya.


"What?" tanya Rifa cuek.


"Anak tolol! Katanya kamu bisa membereskan urusan mu tanpa campur tangan Mama, tapi apa yang terjadi sekarang hah?" omel Madam Maria yang membuat Rifa berpikir.


"Oh, kalau masalah itu, tenang saja ma, aku tidak akan di tangkap polisi kok, anak buahku tidak mungkin mengatakan kalau akulah yang menyuruh mereka," ujar Rifa yang mengira kalau ibunya marah soal keterlibatannya dalam insiden tabrak lari kemarin.

__ADS_1


"Bukan masalah itu bodoh!" teriak Madam Maria yang sudah terlampau kesal dengan ketidakpekaan putrinya.


"Lalu?" tanya Rifa yang membuat ibunya gregetan.


"Media telah menyebarkan rumor soal kamu yang pernah merebut suami orang ketika istri sahnya tengah hamil."


Deg.


Jantung Rifa berdetak dengan cepat ia lalu menatap ibunya. "Bagus, dengan begitu kebrengsekkan Devano di masa lalu akan terungkap dan dia pasti akan dipecat dari Kemiliteran, jadi aku bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hatinya kembali," ujar Rifa sambil tersenyum santai.


Madam Maria tak habis pikir dengan jalan pikiran putrinya yang terlalu dibutakan oleh cinta.


"Astaga Rifa! Sampai kapan kamu terobsesi sama duda itu, hah? Sadarlah, pikirkan karir dan image kamu!"


"Followers kamu pasti akan meng-unfollow kamu dan fans-fans kamu di luar sana juga pasti akan ramai ramai membenci kamu!"


"Cukup, ma! Stop! Aku bosen hidup sebagai selebriti, aku gak bahagia ma, walaupun followers dan fans aku banyak, mereka gak mampu bahagiain aku. Asal mama tahu ya, yang bisa bikin hidup ku bahagia itu cuma Devano. Oleh karena itulah aku rela kehilangan segalanya untuk dapat memiliki Devano kembali."


"Tapi Mama yakin, pada akhirnya kamu pasti akan menyesal Rifa," ujar Madam Maria yang kemudian pergi meninggalkan putrinya yang amat sangat keras kepala dan tak mau mendengarkannya lagi.


Bersambung....


Bagaimana perasaan kalian?


Pada greget gak?


Soalnya aku greget banget pas nulis part ini.


Seperti biasa, jangan lupa untuk :


-LIKE 👍


-KOMENTAR 📝


-VOTE CERITA INI ❤️


-BAGIKAN KE TEMAN KALIAN ➡️


-TEKAN BINTANG LIMANYA ⭐⭐⭐⭐⭐


-DAN FOLLOW PROFILKU 🙏😊


Makasih banyak udah stay baca Wanita Yang Tersakiti.


Bye, Assalamualaikum.

__ADS_1


__ADS_2