Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti
Part 55 | Fair reply


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Dengan wajah berseri-seri Devano berlari mengitari kamarnya, ia pun sudah berkali-kali mengucapkan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas kesembuhan yang di berikan kepadanya.


Devano juga sebenarnya ingin berterima kasih kepada Rifa karena wanita itulah yang membayar semua biaya operasi dan terapi hingga biaya hidupnya selama di Korea Selatan yang pasti tidaklah murah, namun Devano ragu sebab ia tahu bahwa itu akan membuat Rifa semakin terobsesi kepadanya.


Jadi Devano memilih untuk bersikap dingin seperti biasa, agar Rifa sadar bahwa apapun yang dia lakukan tak akan mampu meluluhkan hatinya lagi.


Biarlah apabila ada yang mengibaratkan Devano itu seperti kacang yang lupa pada kulitnya, toh Devano seperti itu juga karena si kulit yang selalu mengurungnya sampai dia pernah di titik tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


Setelah merasa cukup dengan olahraga kecilnya Devano berhenti lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena hari ini dia akan pulang ke Indonesia dan tentu saja bersama Rifa lagi.


Anehnya kali ini hati Devano senang mengetahui kalau dia akan menaiki pesawat bersama Rifa lagi karena ia tahu bahwa akan ada peristiwa penting di Bandara Soekarno Hatta yang mungkin akan membuat Rifa terkejut setengah mati begitu sampai di sana.


Senyuman miring muncul di bibir Devano yang tengah membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower yang dinginnya mampu membuat mood naik seketika itu.


"Mau ditutupi serapih apapun jika itu rahasia busuk, maka akan tercium juga," gumam Devano yang diam-diam sudah melaporkan Rifa ke pihak kepolisian Indonesia yang juga akan bekerjasama dengan kepolisian Korea Selatan jika kemungkinan Rifa berupaya melarikan diri.


*****


Aisyah tidak menyangka jika ulang tahunnya yang ke 23 akan di rayakan seramai ini, bahkan semua orang yang bekerja di Studio DSL beauty show berkumpul untuk memberikan ucapan selamat, doa serta hadiah untuknya.


Ditambah lagi suprise dari Lee yang begitu membuatnya terharu sampai tak mampu berkata-kata, pedahal yang di berikan Lee bukanlah hal yang mewah cuma sebuah sepeda yang sama persis seperti yang dulu Aisyah dapatkan dari Ayahnya.


"Ayok Aisyah, buka kertas yang ada di keranjang sepeda nya itu!" teriak Avila antusias.


Aisyah tersenyum lalu menoleh ke arah Lee seperti meminta persetujuan pria itu.


Lee pun mengangguk seraya tersenyum manis.


"Silahkan Aisyah, yang ada di sepeda cantik itu semuanya untuk kamu," katanya.


Akhirnya dengan hati yang berdebar keras Aisyah membuka kertas berwarna merah muda itu dan ia pun lagi lagi terharu saat membaca tulisan di dalamnya.


Assalamu'alaikum, Aisyah.


Hari ini usia kamu bertambah satu tahun.

__ADS_1


Doaku semoga kamu selalu di berikan kesehatan dan juga kebahagiaan yang tak terhingga kedepannya.


Oh iya, aku mau jujur, semakin dewasa kamu semakin cantik dan... Bukan cuma cantik saja, kamu juga semakin baik, perhatian, dan juga semakin bisa mengekspresikan perasaan kamu kepada orang-orang yang kamu sayang.


Sebuah peningkatan yang bagus untuk seseorang yang hidupnya pernah hancur seperti kamu, aku harap kamu mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi, lebih bahagia dan penuh cinta serta kasih sayang.


Saranghae, always💕


Wassalamu'alaikum, Aisyah.


Air mata Aisyah luruh membasahi pipinya, ia benar-benar terharu sekaligus bahagia, ia juga merasa dicintai oleh orang yang tepat hingga hatinya kini bersedia memberikan tempat khusus untuk Lee yang mencintainya dengan sangat tulus.


Ya, Aisyah tidak akan lagi menyia-nyiakan pria langka seperti Lee, pria yang menerima dia apa adanya, pria yang bahkan masih kukuh mencintainya saat dia tahu semua kekurangannya, pria yang selalu ada meskipun beberapa kali di tolak cintanya.


Aisyah tidak ingin lagi ragu hanya karena Devano kembali ke hadapannya, karena baginya untuk saat ini Devano adalah kenangan masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan sedangkan Lee adalah harapannya, harapan untuk membangun kebahagiaan penuh kasih sayang seperti yang ia dambakan sejak menikah dengan Devano dulu.


*****


Pukul 14 : 00 Devano dan Rifa tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, setelah melewati waktu penerbangan selama tujuh jam. Rifa yang kelelahan tak kunjung memindahkan kepalanya dari bahu lebar Devano sekalipun telinganya mendengar kalau pesawat sudah mendarat.


"Rifa, bangun!" bentak Devano yang langsung membuat Rifa terkejut lalu menatapnya dengan tatapan protes.


Tapi Devano tak peduli, ia malah melenggang keluar pesawat sambil membawa ranselnya sendiri, meninggalkan Rifa yang nyawanya belum terkumpul sepenuhnya karena kelelahan.


"Devan! Jangan tinggalin aku," rengek Rifa bergegas menyusul Devano.


Sayangnya belum sempat Rifa menghampiri Devano, polisi lebih dulu menemukan dan menangkapnya hingga dia tidak bisa apa-apa selain berteriak memanggil Devano yang tak akan berbalik kepadanya.


"Hiks, hiks, aku tak menyangka kamu akan setega ini setelah banyak hal yang udah aku korbankan untuk kamu," tangis Rifa pecah ketika melihat Devano pergi semakin jauh dari pandangannya. Hatinya seperti tercabik-cabik menyadari kenyataan kalau di hati Devano sudah tak ada lagi kata peduli apa lagi cinta yang tersisa untuk dirinya.


"Inikah akhir semua pengorbanan ku? Hiks, selama ini aku melukai banyak orang hanya untuk memiliki kamu, Dev. Tapi kenapa malah berujung sia-sia dan menyakitkan seperti ini?" gumam Rifa yang sudah banjir air mata.


Kini perempuan mantan model terkenal itu diapit oleh dua orang polisi, tangannya di borgol dan hatinya terluka. Sungguh, itu masih belum termasuk balasan yang setimpal untuk Rifa yang telah banyak menyakiti orang yang tak bersalah hanya karena obsesinya terhadap Devano.


*****


Sebelum kembali ke Apartemen Devano memutuskan untuk mampir ke supermarket guna membeli beberapa bahan makanan yang bisa dia masak setibanya di Apartemen nanti.

__ADS_1


Ketika Devano berdiri di depan rak camilan tiba-tiba dia ingat kalau hari ini adalah hari milad Aisyah. Seketika itu juga Devano langsung mengambil Snack yang paling disukai oleh Aisyah yaitu kripik Lays ukuran jumbo sebanyak mungkin lalu memasukkannya ke dalam troli lalu buru-buru mendorongnya ke tempat kasir.


"Totalnya 500 ribu mas, mau pakai uang cash atau kartu kredit?" tanya si kasir setelah menghitung semua belanjaan Devano.


"Kartu kredit aja mbak," sahut Devano sambil mengeluarkan kartu kreditnya dari dompet lalu menyerahkannya kepada kasir itu.


"Ini sudah selesai mas, terimakasih banyak."


"Sama-sama mbak," balas Devano sambil menerima kembali kartu kreditnya lalu keluar dari supermarket itu.


Setelahnya Devano menuju taman bermain tempat anak-anak madrasah biasanya berkumpul kemudian ia membagikan coklat dan meminta anak-anak itu mendoakan yang terbaik untuk Aisyah karena Devano percaya kalau doa anak-anak yang belum berlumuran dosa seperti mereka pasti akan mudah di kabulkan.


Bersambung....


Happy birthday to Aisyah❤️🥰


Finally😊Rifa di ringkus juga, ada yang ikut lega?


Oh iya, kira-kira kripik Lays yang di borong Devano itu bakal di jadiin apa ya?🤔🙂


Jangan lupa untuk selalu support aku dengan cara seperti biasa, yaitu;


1. Like👍


2. Komentar📝


3. Tekan bintang limanya⭐⭐⭐⭐⭐


4. Vote novel ini❤️


5. Bagikan ke teman-teman kalian➡️🧕


6. Serta follow follow profil ku.


Terimakasih, i love you all.😘😘😘


Assalamualaikum 😍

__ADS_1


__ADS_2