Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti
episode 8


__ADS_3

Mereka berpelukan dengan cukup lama, Rena menangis terisak-isak nya di pelukan kedua sahabatnya. "Guys, gue udah gak sanggup hidup lagi gue kayaknya mau mati aja. Gue capek hidup seperti ini, gak ada gunanya juga kan gue hidup sebaiknya gue mati aja." ucap Rena


Dania dan Naira melepaskan pelukannya dengan Rena, mereka menatap wajah Rena yang ada di depan mereka.


"Ren, lo gak boleh ngomong gitu, lo harus semangat gak boleh menyerah gitu aja. Kita akan bantu lo buat lepas dari Dika. Pokoknya lo harus pisah dari Dika kalau perlu lo lapor Dika ke polisi, gue gak mau ada korban lagi." usul Dania


"Iya, benar apa kata Dania. Sebaiknya lo lapor Dika ke polisi dan setelah itu lo ceraikan Dika. Mungkin itu yang terbaik buat kalian." lanjut Naira


"Tapi, aku masih cinta sama Mas Dika." ucap Rena dengan tangis pecah


"Iya gue tau, tapi apa lo mau di sakiti sama Dika lagi? hubungan kalian itu udah gak sehat, sebaiknya nya kalian pisah aja. Oke deh kalau lo gak mau lapor Dika ke polisi tapi lo harus dengerin saran dari kita lo dan Dika sebaiknya pisah aja." saran Naira


Dania mendekat ke arah Rena ia memegang tangan Rena dengan erat. " Ren, lo harus pikirkan hidup lo, gak usah pikirkan Dika lagi lo berhak bahagia. Emang lo gak mau apa bahagia?" tanya Dania


Rena terdiam mendengar apa yang di katakan Dania. Apa yang di bilang Dania ada benarnya nya dia berhak bahagia.


"Iya, saran dari kalian nanti aku pikirkan lagi. Oh ya Nai, gue boleh kan nginap di rumah lo sehari? soalnya gue lagi butuh sendiri dulu. Dan gue rasa di rumah lo ini gue bisa nenangin diri."


"Iya, boleh kok. Tapi gak apa-apa kan, lo nanti tidur nya di kamar Nayla?"


"Iya gak apa-apa." jawab Rena


......................


"Dika! pokoknya Mama minta kamu segera ceraikan Rena, karena Mama mau kamu menikah dengan wanita pilihan Mama." pinta Tantri pada Dika anak satu-satunya itu.

__ADS_1


"Iya, Dika akan segera ceraikan Rena. Tapi, kalau Dika boleh tau calon istrinya Dika nanti bisa hamil kan?" tanya Dika


"Bisa, Mama udah suruh dia buat periksa ke dokter dan kata dokter dia bisa hamil." jawab Tantri


"Syukurlah kalau gitu. Ya udah Dika mau ketemu sama wanita pilihan Mama. Nanti suruh dia ke rumah ya?"


"Iya, nanti Mama minta dia ke rumah. Tapi kamu harus segera ceraikan Rena. Mama gak mau punya menantu mandul kayak dia." jawab Tantri ia kemudian mengambil minuman di atas meja dan menyeruput nya


"Ya udah Ma, Dika pulang dulu ya ke rumah. Nanti Dika kabarin Mama lagi." Pamit Dika


"Iya sayang. Kamu segera ceraikan perempuan mandul itu."


......................


"Mas, aku kasian deh sama Rena, ia mendapat kdrt dari suaminya. Bahkan ia di benci sama Mama mertua nya karena tidak bisa hamil." bilang Dania pada Aska yang duduk di samping nya


"Iya Mas, aku kasian deh sama dia." jawab Dania


"Kalau menurut Mas sih sebaiknya Rena ceraikan saja suaminya dan lapor kan suaminya itu ke polisi. Hubungan mereka itu sudah tidak baik, sebaiknya mereka pisah aja." usul Aska


"Iya sih aku sama Naira udah suruh Rena buat ceraikan Dika dan lapor kan Dika ke polisi. Tapi, masalah nya Rena nya gak mau katanya dia masih cinta sama suaminya." jelas Dania ia kemudian bangkit dari sofa dan pergi ke dapur mengambil minuman dan kembali lagi ke ruang tv dan duduk di sana.


"Mungkin Rena gak mau hidup sendiri. Kamu kan tau sendiri Rena gak punya siapa-siapa. Pokoknya Mas minta kamu gak usah ikut campur urusan rumah tangga Rena. Mas gak mau kamu di salah-salahin sama orang."


"Iya Mas." jawab Dania ia kemudian bergelayut manja di tangan Aska

__ADS_1


Di tengah-tengah itu hp Aska berbunyi. Aska langsung mengambil hp saku celananya. Namun betapa terkejutnya Aska melihat siapa yang menelepon nya.


"Bella? ngapain sih Bella telepon segala. Udah di bilang juga gak usah telepon kalau aku lagi di rumah atau sama Dania." batin Aska dengan wajah gelisah karena ia tau Dania akan bertanya pada nya siapa yang menelepon nya.


"Mas, kok gak di angkat telepon nya?" tanya Dania dengan tatapan curiga dan serta penasaran siapa yang menelepon suaminya itu.


"Bukan siapa-siapa gak penting." jawab Aska dengan terbata-bata


"Yakin? Nanti kalau penting gimana?" tanya Dania lagi


"Kamu itu kenapa sih Dania. Aku bilang gak penting ya gak penting!" bentak Aska dan itu membuat Dania kaget karena bentakan Aska barusan.


Dania agak menjauh dari Aska ia menatap wajah Aska dengan tatapan takut. Karena selama ia menikah dengan Aska, baru kali ini Aska marah jika dia menanyakan siapa yang menelepon nya.


"Kamu kenapa sih jadi marah gitu, aku kan cuma nanya aja sama kamu. Lagi pula kalau emang itu gak penting kenapa kamu marah-marah dan bentak aku seperti itu?"


Aska mengusap wajah nya ia menyesal karena telah membentak Dania.


"Sayang maafin aku ya, aku gak bermaksud bentak kamu." ucap Aska dengan menggenggam tangan Dania


Dania tak menatap wajah Aska ia hanya menatap ke bawah. Bahkan ia tak bersuara dan beberapa detik kemudian suara tangis pecah. Dania menangis terisak-isak di depan Aska.


"Dania kamu jangan nangis aku minta maaf karena telah bentak kamu tadi. Aku tau aku salah, tapi plis maaf kan aku." mohon Aska


Dania menyeka air matanya ia menatap wajah Aska dengan serius.

__ADS_1


"Kamu tau Mas seorang istri dia bisa menahan segala lelah dan repot nya mengurus rumah tangga. Tapi, sekali saja kamu bentak istri mu dan itu akan menghancurkan segala kekuatan yang ia miliki. Jadi kamu harus ingat gak semua perempuan itu kuat, jadi tolong jangan pernah kamu sakiti hatinya." ucap Dania ia kemudian pergi dari hadapan Aska dan naik ke atas masuk ke kamar nya.


bersambung


__ADS_2