Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti
Part 25 | I will protect you as hard as I love you


__ADS_3

Pagi itu Aisyah yang baru saja selesai merapihkan penampilannya di kejutkan oleh suara ketukan yang berasal dari jendela kamarnya. Karena penasaran, Aisyah segera membuka jendela itu dan seketika wanita cantik itu terkejut lagi sebab melihat buket bunga yang indah tepat berada di depan wajahnya.


"Assalamualaikum and good morning for pretty woman," sapa Lee dengan senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya.


Rupanya yang mengetuk jendela dan menyodorkan sebuket bunga cantik tersebut adalah pria yang bernama lengkap David Steven Lee.


"Wa...wa'alaikumsalam," jawab Aisyah yang sempat speechless dengan apa yang baru saja Lee lakukan untuknya di pagi hari ini.


"Maaf, kamu pasti kaget ya?" kata Lee dengan wajah yang berubah lesu karena melihat Aisyah terus terdiam seraya menatapnya, tanpa mengambil buket bunga yang ada di tangannya.


"Gak kok, gak papa," sahut Aisyah sembari mengambil alih bunga yang di sodorkan Lee kepadanya.


"A...aku aneh ya?" tanya Lee yang kemudian membuat Aisyah tersenyum lebar lalu menggeleng pelan sambil melihat bunga pemberian Lee yang sangat cantik itu.


"Gak kok Lee, makasih ya bunganya," jawab Aisyah sembari tersenyum.


"Sama-sama Aisyah, aku seneng banget karena akhirnya aku melihat bunga cantik itu jatuh ke tangan wanita secantik kamu," ungkap Lee yang tanpa sadar membuat pipi Aisyah merona karena malu.


"Ekhem...kamu udah sarapan?" Aisyah mengalihkan pembicaraan sebab sejujurnya dia tersipu dengan ucapan Lee serta tatapan penuh kekaguman di mata pria itu ketika menatapnya.


"B...belum, kamu?" Sepertinya Lee juga sama salah tingkahnya dengan Aisyah, buktinya kini pria itu menundukkan wajah tampannya.


"Aku juga belum," jawab Aisyah tanpa melihat Lee.


"Kamu...mau sarapan bareng aku?" tawar Lee seraya menatap wajah Aisyah lagi.


"Apa bareng sama ibu kamu juga?" tanya Aisyah.


"Enggak jadi Syah, eomma udah balik ke Korea karena harus melanjutkan pengobatan di sana," jelas Lee yang langsung membuat Aisyah merasa sedikit kecewa sekaligus sedih karena gagal bertemu dengan ibu kandung Lee.


"Aku turut sedih dengar kabar ini, tapi semoga eomma kamu segera lekas sembuh ya," kata Aisyah sambil menatap Lee.


"Makasih ya Syah, aku beruntung banget bisa kenal wanita sebaik dan seperhatian kamu," ungkap Lee seraya menatap Aisyah dengan senyuman yang kembali menghiasi wajah tampannya.


"Aisyah...ada siapa sih, nduk?" Suara itu membuat Aisyah lantas menoleh ke arah bibinya yang kini berdiri di pintu kamarnya.


"E...eh itu, ada temen Aisyah," jawab Aisyah sambil memberi kode kepada Lee untuk segera pergi ke pintu depan Rumahnya.


Lee secepatnya berjalan menuju pintu depan rumah dan berdiri di sana lalu mengetuknya pelan seraya mengucapkan salam.


"Kenapa gak di bukain pintunya?" tanya sang bibi sambil melongok ke jendela dan melihat Lee tengah mengetuk pintu depan.


"O...oh iya bik, kalo gitu Aisyah bukain pintunya dulu ya," sahut Aisyah sambil menaruh bunga pemberian Lee di ranjangnya lalu bergegas ke ruang tamu dan membuka pintu untuk Lee.


*****


Ketika Aisyah pamit ke bibinya untuk pergi sarapan bersama Lee, bibinya malah terus menerus menanyainya.


"Masya Allah, Aisyah. Dia ganteng banget sih, kamu kenal Oppa Korea seganteng itu di mana? dan sejak kapan?" tanya sang Bibik yang seketika membuat Aisyah tersenyum tipis.

__ADS_1


"Dia bos agensi dan juga pemilik studio tempat aku kerja bik, aku kenal dia udah lumayan lama," jawab Aisyah santai.


"Kamu kok gak pernah cerita ke Bibik kalau ternyata kamu punya teman laki laki seganteng dia?" cecar Bibik nya yang membuat Aisyah terkekeh geli.


"Bibik ini ada ada aja deh, masa iya aku harus terbang ke rumah bibi di Australia cuma buat ngasih tau Bibik kalau aku berteman sama Lee,"


"Eh iya yah, Bibik lupa kalau selama ini kan Bibik tinggal di Australia dan sekarang aja Bibik baru bisa ketemu lagi sama kamu, hehehe,"


"Oh iya Syah, apa...kamu punya hubungan yang lebih sama si Oppa ganteng itu?" tanya sang Bibik sambil menatap Aisyah dengan raut penasarannya.


"Gak bik, kita cuma berteman, aku...masih mau sendiri dulu, aku masih cukup trauma untuk menjalin hubungan lagi setelah kehancuran pernikahanku dulu," sahut Aisyah yang membuat sang Bibik langsung menunduk sedih karena mendapati kalau keponakannya masih belum bisa melupakan pernikahannya yang dulu berujung perceraian sadis itu.


Bibik Aisyah itu mengelus bahu Aisyah sambil tersenyum.


"Sebaiknya mulai sekarang kamu coba buka hati kamu buat seseorang yang tulus mencintai kamu seperti dia," ujar Bibik itu seraya melirik Lee yang masih duduk menunggu Aisyah di sofa ruang tamu.


Aisyah mengikuti arah lirikan mata bibinya dan memandang Lee lalu bergumam dalam hati.


"Apa benar Lee mencintaiku?" tanya Aisyah dalam benaknya.


"Gimana Bibik bisa tahu dan yakin kalau Lee mencintaiku?" bisik Aisyah di telinga bibinya.


"Karena Bibik bisa melihat adanya kekaguman, cinta, dan juga kasih sayang yang begitu besar di matanya ketika dia menatap kamu, Aisyah," ungkap sang bibik yang seketika membuat hati Aisyah berdesir.


"Apa itu benar?" tanyanya dalam hati.


"Apa aku perlu membuktikan kebenarannya?"


Kemudian setelah itu Aisyah dan Lee bergerak menyalami sang Bibik sambil pamit.


"Kamu jagain Aisyah baik baik, ya. Jangan biarin dia terluka, karena bibi udah bosen liat dia nangis," pesan sang Bibik kepada Lee sambil menepuk bahu pria tampan bermata sipit itu.


"Saya janji akan berusaha untuk menjaga Aisyah melebihi saya menjaga diri saya sendiri, dan saya juga akan selalu berusaha untuk membuatnya tersenyum sampai dia tak ingat kalau dia punya air mata, saya janji bik," ujar Lee dengan serius, sampai tak sadar kalau Aisyah terharu mendengar janjinya.


*****


"Kimchi ini enak banget ya?" kata Lee yang hanya mendapat anggukan dari Aisyah.


"Apa dia marah kepadaku?" Lee mulai bertanya tanya dalam hati. Sebab sekarang Aisyah menjadi lebih pendiam dan sama sekali tak menatapnya ketika berbicara.


"Argh! Apa aku telah membuatnya tak nyaman?" keluh Lee di dalam hatinya.


Tanpa terduga di tengah keheningan sarapan itu, seseorang datang dan secara tiba-tiba menarik kerudung Aisyah dari belakang sampai membuat sang empu terjatuh ke lantai.


"Dasar pelakor!" Teriak wanita itu sambil menuding wajah Aisyah.


Lee secepatnya menghampiri Aisyah dan melindungi kepala wanita itu dengan jaket miliknya. Kemudian dia menatap wanita yang baru saja menyakiti dan menghina Aisyah itu dengan tatapan tajamnya.


"SIAPA KAMU HAH!!" Bentak Lee dengan kemarahan yang tampak di wajahnya.

__ADS_1


"Berani beraninya kamu memperlakukan Aisyah seperti ini!"


Lee membantu Aisyah berdiri sambil terus menutupi kepala Aisyah dengan jaketnya karena hijab wanita itu sudah lepas saat di tarik tadi.


"Dia pantas di perlakukan seperti itu karena dia sudah menyita pikiran suamiku! Dia pelakor!!" Teriak wanita itu yang membuat Lee semakin marah sekaligus geram. Apalagi ketika dia melihat mata Aisyah mulai berkaca-kaca.


"STOP!! Jangan bicara sembarangan ya mbak, Aisyah itu wanita baik baik, dan yang terpenting dia gak punya hubungan dengan suami mbak itu! Jadi mendingan mbak pergi sekarang juga dan urusi suami mbak tanpa membawa bawa Aisyah," tegas Lee yang membuat wanita itu menghela nafas kesal sebelum akhirnya pergi dengan mata yang masih menatap Aisyah dengan emosi.


Kemudian Lee memungut hijab pashmina milik Aisyah dan mengantar wanita itu ke kamar mandi untuk mengganti jaket yang menutupi kepalanya dengan hijab seperti semula.


Lalu setelah Aisyah tenang dan keluar dari kamar mandi, Lee menanyakan soal wanita yang tiba-tiba datang dan mengamuk tadi.


"Sebenarnya dia siapa, Syah?" tanya Lee seraya memandang Aisyah dengan lembutnya.


"Dia...istri Mas Rio, pria yang dulu ikut menjadi korban fitnah itu," jawab Aisyah dengan sendu.


"Makasih ya Lee, kamu udah melindungi aku sesuai janji kamu," ucap Aisyah seraya menatap Lee dengan berlinang air mata.


Lee yang lantas tak tega melihatnya pun reflek memberikan jaketnya untuk dijadikan penghapus air mata bagi Aisyah.


"Kamu gak perlu bilang makasih, karena menjaga dan melindungimu sudah menjadi suatu keharusan untuk aku, aku...mencintaimu, Aisyah," ungkap Lee yang secara tak sadar menyatakan perasaannya kepada Aisyah.


Bersambung...


😍😍😍


Hayo penasaran gak? Ngaku ya?😊☺️😁


Kalau aku sih penasaran soal kalian lebih pilih tim mana😁 :


...****Aisyah & Devano****...


...****atau****...


...****Aisyah & Lee****?...


KOMEN di bawah yah.☺️☺️☺️


Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan dengan cara :


-LIKE πŸ‘


-KOMENTAR πŸ“


-VOTE CERITA INI ❀️


-KASIH BINTANG LIMA ⭐⭐⭐⭐⭐


-DAN FOLLOW PROFILKU πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


Makasih ya selama ini selalu baca dan support 'Wanita Yang Tersakiti'.


__ADS_2