
"Turun kamu sekarang aku udah muak dengan sikap kamu yang gak pernah nurut sama aku." Dika mencengkram tangan Rena dengan kuat membawanya ke kamar mereka.
"Mas, sakit tangan aku tolong jangan pukul aku lagi. Mas aku mohon sama kamu. Jangan Mas sakit tangan aku!" ucap Rena dengan berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman tangan Dika.
"Kamu itu pantas mendapatkan ini, kamu itu gak bisa kasih aku anak. Kamu itu mandul Rena!" ucap Dika dengan emosi
"Kalau aku gak bisa kasih kamu anak tolong jangan pukul aku. Aku udah gak sanggup Mas hidup seperti ini. Kamu itu suami aku gak seharusnya kamu giniin aku. Mas aku mohon jangan Mas, jangan lakukan itu lagi pada aku." mohon Rena namun hal itu tak membuat Dika berhenti ia malah menarik tangan Rena dan membawa nya ke kamar mandi.
Dika keluar dari kamar mandi setelah apa yang ia lakukan pada Rena. Sementara itu Rena terduduk lemas di kamar mandi, dengan tangis pecah. Hati dan fisik nya sungguh sakit atas apa yang di lakukan Dika pada nya.
......................
"Sial! Mas Aska kenapa sih gak angkat telepon aku, apa dia sudah lupa sama aku? Kamu lihat aja Mas, aku akan datang ke rumah kamu karena kamu gak angkat telepon aku." ucap Bella kesal
Aska pergi keluar setelah ia membaca pesan dari Bella.
Mawar merah
Kamu tunggu aku ya, sebentar lagi aku tiba di rumah kamu.
Aska mengusap wajah nya ia menyesal karena telah mengabaikan Bella beberapa hari ini. Karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaan serta Dania yang marah pada nya.
__ADS_1
Dengan cepat Aska mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah.
Dania yang berada di balkon kamar nya hanya menatap kepergian Aska yang tampak buru-buru.
"Mas Aska mau kemana buru-buru sekali, apa ada yang penting sampai dia tidak pamit dulu ke aku?" Dania menerka-nerka tentang Aska yang entah mau pergi kemana.
Setelah tiba di sebuah rumah Bella, Aska langsung turun dari mobil dan dengan cepat ia masuk ke dalam rumah tersebut yang kebetulan pintu nya tidak terkunci.
"Bella! di mana kamu?" teriak Aska yang berada di ruang tamu rumah Bella
Bella turun dari tangga dengan baju yang sudah rapi serta tas yang di jinjing nya.
"Kamu kok ke sini sih Mas, padahal aku baru aja mau ke rumah kamu." ucap Bella dengan nada manja
"Kalau kamu tidak mengabaikan aku, aku gak akan melakukan ini sama kamu. Sekali lagi kamu mengabaikan aku, aku akan benar-benar datang ke rumah kamu." jawab Bella dengan emosi
"Awas aja kalau kamu berani melakukan itu, aku akan tinggalin kamu. Dan kamu harus ingat ya Bella kita itu hanya pacaran dan aku bisa saja putusin kamu sekarang juga, jika kamu melakukan itu lagi." ancam Aska
Bella menatap Aska dengan serius tak lama air mata keluar membasahi pipinya. Bella nangis terisak-isak nya di depan Aska.
"Tega kamu Mas sama aku, setelah apa yang aku lakukan sama kamu. Padahal aku yang selama ini ada untuk kamu, saat istri kamu tidak bisa melayani kamu. Aku yang selalu membuat kamu bahagia saat kamu lagi bersedih. tapi sekarang kamu malah mau campakkan aku dan pergi meninggalkan aku. Tega tau gak kamu, aku benci sama kamu." ucap Bella dengan tangis pecah
__ADS_1
Aska hanya duduk diam menatap Bella menangis, ia bingung harus bagaimana cara membujuk Bella supaya tidak menangis.
"Bel, udah dong jangan nangis, aku minta maaf karena telah mengabaikan kamu. Kamu kan tau sendiri aku udah punya istri jadi aku gak bisa sepenuhnya mengikuti semua kemauan kamu." bujuk Aska
"Kalau kamu tidak bisa adil sama aku, kenapa dulu kamu ngajakin aku pacaran? kenapa Mas, Jawab aku?" tanya Bella dengan air mata yang membasahi pipinya
"Iya aku memang salah telah mengajak kamu pacaran saat aku udah punya istri. Dan sekarang aku mau tanya mau kamu apa? Kamu mau kita putus?" tanya Aska
"Enggak! aku mau kamu nikahi aku." jawab Bella dan hal itu membuat Aska menatap tajam ke arah Bella. Karena hal itu tidak mungkin ia lakukan sebab ia sudah mempunyai istri yang sangat menyayangi dan mencintai nya. Apalagi saat ini Dania tengah mengandung anaknya.
"Kenapa Mas, kenapa kamu diam? kamu tidak mau menikahi aku? jadi kamu mau kita putus aja?" tanya Bella
"Udah lah Bella kita kan sudah sepakat kalau kamu hanya jadi pacar aku saja. Tidak ada pernikahan di antara kita dan kamu juga setuju hal itu. Tapi sekarang kenapa kamu minta aku menikahi kamu?"
"Karena aku sangat mencintai kamu. Dan aku gak mau kamu tinggal kan aku." jawab Bella dengan tegas
"Tapi Bella aku tidak bisa menikahi kamu! kamu itu cuma pacar aku, dan sampai kapan pun kita tidak akan menikah." tegas Aska
Bella menatap tajam ke arah Aska, ia kesal dengan jawaban Aska barusan.
"Jadi selama ini kamu hanya menganggap aku mainan dan setelah kamu bosan kamu buang aku begitu saja? tega tau gak kamu sama aku." ucap Bella ia kemudian pergi meninggalkan Aska sendirian di ruang tamu
__ADS_1
bersambung