
Bismillahirrahmanirrahim....
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
🦋
Adzan subuh yang bergema membangunkan Devano dari tidur lelapnya. Semalam ia tak lagi tidur sendiri sebab ada Aisyah dan Dasha yang mengisi sisi kosong tempat tidurnya.
Devano menyempatkan diri mengecup kening Aisyah dan putrinya sebelum beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah berwudhu Devano mendekati Aisyah untuk membangunkan wanita yang sudah kembali menjadi istrinya itu. "Umi, bangun, mi. Sholat subuh dulu yuk bareng Abi." Devano berbisik dengan suara lembut.
Perlahan Aisyah membuka matanya dan tersenyum malu ketika melihat Devano sudah rapih memakai sarung dan peci, sementara dia baru bangun dari tidurnya.
"Maaf, aku terlambat bangun," cicit Aisyah. Devano tersenyum maklum.
"Enggak papa, Abi tahu Umi pasti capek karena semalam Dasha rewel dan enggak mau tidur."
Aisyah menatap Devano penuh haru, pria yang dicintainya sejak lima atau bahkan enam tahun yang lalu itu kini kembali menjadi suaminya. Menjadi seseorang yang akan menemani dia sampai hari tua.
"Umi wudhu dulu sana, biar Abi yang siapin mukenah sama sajadahnya," ujar Devano sambil tersenyum.
Aisyah mengangguk lalu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelahnya ia kembali ke tempat tidur guna membangunkan Dasha dan menuntun putrinya itu mengambil air wudhu serta sholat subuh berjamaah.
"Assalamualaikum warahmatullah...."
"Assalamualaikum warahmatullah...."
"Alhamdulillahi rabbil alamin...."
Sebagai imam, Devano membimbing istri dan anaknya berdoa kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia yang teramat besar untuk keluarga kecil mereka yang kini dipersatukan kembali.
"Ya Allah, terimakasih atas kasih sayang dan kehendak Mu, yang telah mempersatukan kembali hamba dengan istri dan anak hamba yang sangat hamba cintai. Hamba mohon kepada Mu Ya Allah, tolong jangan pisahkan kami lagi, jadikanlah keluarga kami keluarga sakinah mawadah warahmah yang selalu berada di bawah lindungan dan Hidayah dari Mu, Ya Allah. Aamiin...."
"Aamiin...." Aisyah dan Dasha ikut mengamini.
__ADS_1
Setelahnya Aisyah meraih tangan Devano lalu menciumnya dengan penuh haru. Sebagai balasannya Devano merangkum wajah cantik Aisyah lalu dikecupnya kedua mata dan kening milik istrinya itu dengan penuh cinta.
Dasha tersenyum senang melihat keromantisan kedua orang tuanya, dari dulu dia sangat ingin melihat pemandangan seperti ini. dan Alhamdulillah, sekarang keinginannya itu sudah terkabul.
"Terimakasih sudah mau berubah menjadi sosok suami dan ayah yang baik untuk aku dan Dasha," ucap Aisyah sambil menggenggam tangan Devano yang masih merangkum wajahnya.
"Terimakasih juga karena sudah mau kembali menjadi istriku dan memaafkan semua kesalahanku dulu serta menerimaku kembali dengan hati yang ikhlas," balas Devano.
"Aku akan menjadikan kesempatan yang sangat berharga ini untuk membahagiakan kamu dan juga putri kita, aku akan menyayangi kalian dengan sepenuh hatiku dan berjanji tidak akan pernah meninggalkan kalian demi apapun lagi," ungkap Devano sambil menatap mata Aisyah dengan penuh kejujuran.
Aisyah balas menatap mata Devano sambil mengukir senyuman manis di bibirnya. "Sepertinya Dasha juga mau mendapatkan perlakuan manis dari kita," bisiknya yang membuat Devano menoleh ke arah Dasha yang sedang memperhatikannya sambil tersenyum lebar.
"Sini sayang, peluk Abi sama Umi," pinta Devano sambil merentangkan tangannya.
Dasha mendekat lalu memeluk Abi dan Umi-nya dengan erat. Kebahagiaan yang tak terkira datang memenuhi relung hati mereka.
Luka-luka yang pernah ada menghilang begitu saja diganti oleh rasa ikhlas dan syukur. Tak ada lagi dendam, rasa tak terima, dan juga kebencian yang masih tersisa di hati Aisyah, Devano maupun Dasha, putri mereka.
•
•
•
Pria bijaksana yang selalu berpikir panjang terlebih dahulu sebelum melangkah ke depan. Kini dia terpuruk dan lemah, hati dan cintanya hancur berkeping-keping. Namun kedamaian tetap menaungi dirinya, sebab saat ini ia berada di tengah-tengah orang-orang sholeh yang selalu berpasrah kepada Allah SWT.
Lee terhanyut dalam dzikir yang terus ia ucapkan, pikirannya menjadi tenang dan damai meskipun sakit dihatinya belum menghilang. Wajar, ia baru saja gagal menikah dan merelakan wanita yang dicintainya untuk pria yang pantas mendapatkan kesempatan kedua.
Lee yakin seratus persen bahwa suatu hari nanti ia akan mendapatkan wanita shalihah yang akan mencintainya dengan sepenuh hati.
Sejenak Lee menoleh ke arah seseorang di balik hijab pembatas antara makmum laki-laki dan perempuan. Di seberang sana ada sosok cantik yang membuatnya kagum dengan bacaan Alquran nya yang begitu merdu dan syahdu.
Kanaya, gadis itulah yang membuat Lee terkagum-kagum, sebab ketaatan dan kesabarannya dalam menghadapi penyakit yang dia derita. Al-Qur'an seolah sudah menjadi temannya setiap waktu, alangkah beruntung pria yang suatu saat nanti menjadi imamnya.
•
__ADS_1
•
•
"Allahumma bariqlana fiima razaqtana wa qinaa ’adzabannar." Dasha melafalkan doa sebelum melahap sarapan berupa bubur ayam yang dibuatkan Umi-nya.
"Masya Allah, ternyata anak Abi yang cantik ini udah hapal doa makan," puji Devano sambil mengelus rambut kecoklatan Dasha yang mirip dengan rambutnya.
"Iya dong, Abi. Malahan Dasha udah hapal doa-doa yang lain, seperti doa untuk kedua orang tua, doa mau belajar, doa mau ke kamar kecil, doa mau berpergian, iyakan mi?" Aisyah yang mengangguk membenarkan ucapan Dasha barusan.
"Alhamdulillah, Masya Allah nak, belajarnya semakin rajin ya, supaya menjadi anak yang shalihah yang bisa mengajak Abi dan Umi ke surga."
"Aamiin... Oke Abi, Dasha akan lebih giat belajar dan mengaji," sahut Dasha lalu tersenyum menampakkan gigi mungilnya yang rapih dan putih.
Aisyah ikut tersenyum lalu duduk di sebelah Dasha. "Mau Umi suapin?" tawarnya dengan lembut.
"Mau!" jawab Dasha dengan girang.
Devano terkekeh menyaksikan keceriaan anaknya. "Abi juga mau disuapin dong mi," pintanya ikut-ikutan.
"Enggak boleh, Abi udah besar, makan sendiri dong, jangan manja sama Umi-nya Dasha," sela Dasha posesif.
"Tapi Umi-nya Dasha kan istrinya Abi juga...."
"Kak Devan, udahlah, ngalah sama anak kita." Aisyah menegur dengan nada lembutnya.
Ini kali pertama Aisyah memanggil Devano dengan embel-embel 'Kak' lagi, setelah sekian lama embel-embel itu menghilang.
Betapa bahagianya hati Devano ketika mendengar panggilan itu keluar dari mulut Aisyah, wanita yang merupakan cinta pertama dan juga cinta terakhirnya.
"Iya, Umi sayang," sahut Devano dengan mesra.
Bersambung....
Enggak kerasa udah mau end..., hiks.😢
__ADS_1
Setelah Novel ini tamat, kalian tertarik enggak kalau aku bikin novel perjalanan kisah cintanya Lee dan Kanaya? Serius nanya.🤔😉😍