
Pagi pagi sekali Aisyah datang ke kantor Lee untuk mengantarkan bekal sarapan sekaligus makan siang untuk pria itu. Aisyah ingin menebus rasa bersalahnya karena kemarin saat piknik bersama Devano dan Dasha, ia sengaja mengabaikan semua panggilan dan pesan masuk dari Lee.
Ketika sudah sampai di ruangan kerja Lee, Aisyah langsung meletakkan rantang berisi makanan yang dibawanya di atas meja, tak lupa ia juga meletakkan tumbler berisi kopi susu di sebelah rantangnya.
Setelah itu Aisyah menulis sesuatu di atas sebuah note dan meletakkannya masih di atas meja yang sama.
To : Mr. David ❤️
Jangan lupa untuk 3s, ya?
Senyum, semangat, sarapan.
Semoga harimu menyenangkan.
Itulah yang ditulis Aisyah di atas note tadi. Mungkin terkesan biasa saja namun bagi Lee itu mempunyai arti yang penting dan istimewa.
******
Alarm di kamar Lee terus berbunyi sedangkan sang pemilik masih belum ada tanda-tanda akan bangun dari tidurnya. Sampai pada akhirnya Steffany turun tangan untuk mematikan Alarm dan membangunkan kakaknya yang tidur seperti orang mati.
"David! Bangun enggak! Gue siram pakai air kolam nih!" teriak Steffany yang sudah terlanjur kesal terhadap sang kakak yang dari dulu sampai sekarang masih susah untuk bangun pagi.
Lee memang bangun untuk mendirikan sholat subuh, namun begitu selesai, dia akan tidur kembali dan seringnya ia akan bangun lagi pada pukul sembilan pagi.
"David! Bangun enggak lo! Anterin gue ke sekolah, gue mau pamerin lo sebagai pacar gue, ayo cepat!" Steffany akan berbicara dengan bahasa yang kelewat santai jika dia sedang dalam keadaan kesal.
Jika saja Lee sampai mendengar Steffany memanggil dia tanpa embel-embel 'Oppa' dia pasti akan marah dan menceramahi adiknya itu.
"Oppa, bangunlah." Suara Steffany melunak seiring dengan bahasanya yang berubah sopan.
Sebab ia sadar Lee mulai membuka matanya dan turun dari tempat tidur.
"Oppa seperti mendengar ada suara yang memanggil Oppa dengan nama David, apa itu suara kamu?" tuding Lee yang dibalas gelengan keras oleh Steffany.
"Oppa mimpi kali," sela Steffany menutupi kebohongannya.
"Mimpi kok seperti nyata ya?" Lee berjalan mendekati adiknya dengan tatapan curiga.
Steffany mundur beberapa langkah sebelum akhirnya kabur dari kamar sang kakak yang sedang mencoba menyelidiknya tersebut. "Maafin aku, Oppa. Yang manggil itu emang aku, lagian Oppa gak bangun-bangun sih," cicitnya.
"Kamu gak sopan, ya! Awas aja, nanti Oppa jewer telinga kamu sampai merah," ancam Lee sambil menutup pintu kamarnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap pergi ke kantor untuk menghadiri acara peluncuran produk perawatan wajah terbaru milik perusahaannya.
******
Senyuman bahagia tak kunjung memudar dari bibir tipis Lee setelah melihat apa yang disiapkan Aisyah untuk dirinya. Satu rantang makanan bernutrisi tinggi dan sebuah tumbler berisi minuman kesukaannya, yaitu kopi dengan campuran susu yang lebih banyak. Sepertinya Aisyah mulai memperhatikan dan mengenalinya lebih dalam sehingga wanita itu tahu apa saja yang dia sukai.
Tak mau menyia-nyiakan waktu lagi, Lee segera melahap makanan berupa sup ayam dan sandwich sayuran buatan Aisyah tanpa menyisakannya sedikitpun.
Setelah itu Lee mengambil ponselnya lalu menghubungi nomer Aisyah untuk berterima kasih kepada wanita yang sudah perhatian terhadapnya itu.
"Halo, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam, Lee."
"Aisyah...."
"Heum? Ada apa?... Sarapannya udah dihabisin belum?"
"Udah. Makasih ya, Syah."
"Enggak perlu bilang makasih, Lee. Itu cuma hal kecil yang bisa aku lakuin buat kamu."
"Oh iya, Lee. Setelah event launching selesai, kamu ada waktu luang enggak?"
"Emh, sepertinya ada, tapi mungkin cuma sebentar soalnya aku mau lanjut meeting sama tim marketing perusahaan."
"Ooh. Berarti kamu sibuk ya?... Ya udah deh, lain kali aja."
__ADS_1
"Memang ada apa?"
"Enggak ada apa-apa sih, aku cuma mau ngajak kamu ketemu seseorang."
"Siapa? Teman kamu?"
"Bukan, dia lebih spesial daripada seorang teman."
"Oh ya? Wah, aku jadi penasaran nih."
"Makanya lain kali kalau kamu punya waktu luang yang panjang, aku mau ngajak kamu ketemu sekaligus ngenalin kamu ke dia."
"Emh, kalau boleh tahu dia itu perempuan atau laki-laki?"
"Perempuan, emang kamu kira dia laki-laki?"
"Hehe, iya."
"Overthingking tuh namanya."
"Hahaha."
"Aisyah...."
"Heum?"
"Jangan terlalu memforsir energi kamu untuk pekerjaan, ya? Aku enggak mau kamu sampai jatuh sakit."
"Iya, iya, Lee. Ngomong-ngomong, aku udah mulai kerja nih, kita lanjutin ngobrolnya di lain waktu, ya?"
"Okeh, semangat kerjanya."
"Kamu juga."
"Bye, Assalamualaikum."
Setelah memutuskan panggilan dengan Aisyah, Lee bersiap untuk menghadiri event launching product terbaru perusahaannya. Sebelum keluar dan turun ke aula, Lee menyempatkan diri untuk berkaca di sebuah cermin besar yang terletak di pojok ruang kerjanya guna merapikan dasi serta tatanan rambutnya agar nanti pas bertemu dengan para karyawan, ia terlihat lebih berwibawa dan tegas.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga acaranya lancar dan berjalan sesuai dengan harapanku," ujar Lee sebelum akhirnya keluar dari ruang kerjanya dan pergi menuju aula perusahaan bersama seorang sekretaris.
Begitu sampai di aula perusahaan, Lee langsung mendapat sambutan penuh hormat baik dari para karyawannya, maupun dari orang-orang di luar perusahaan yang sengaja diundang untuk menghadiri acara Launching tersebut.
Aula perusahaan sudah ramai namun acaranya belum juga dimulai, hal itu membuat Lee heran.
"Apa ada kendala sehingga belum dimulai juga?" tanya Lee sambil menoleh ke arah sekretaris yang sedang duduk dengan gelisah di sebelahnya.
"Iya pak, event organizer kita tiba-tiba berhalangan untuk hadir."
"Apa alasannya?"
"Alasannya karena dia sakit, pak."
"Ck, kalau begitu cepat cari penggantinya. Jangan sampai event yang sudah direncanakan jauh-jauh hari ini diundur apalagi sampai dibatalkan."
"Baik pak, saya akan berusaha mencari pengganti event organizer-nya secepat mungkin," sahut sekretaris Lee dengan optimis.
"Bagus."
******
Aisyah sedang sibuk mengabadikan pose romantis sepasang kekasih dengan menggunakan kamera andalannya ketika secara tak disangka Dasha dan Devano datang ke lokasi pemotretannya.
"Break sebentar ya!" seru Aisyah memberikan instruksi kepada dua orang modelnya untuk jeda sejenak.
Setelah itu Aisyah langsung menghampiri Devano serta putrinya yang ada digendongan mantan suaminya itu.
"Sini sayang, Umi juga mau gendong kamu," ujar Aisyah sambil meraih lengan Dasha.
__ADS_1
Namun Dasha menggelengkan kepala dan menepis tangan Aisyah ketika tangan uminya itu meraih lengannya.
"Enggak mau, nanti Umi capek. Dasha mau digendong sama Abi aja."
Aisyah tersenyum maklum lalu mengisyaratkan Devano untuk duduk bersamanya di sebuah kursi.
"Kedatangan aku sama Dasha ganggu kamu kerja ya?"
"Enggak kok."
"Ini aku bawain kamu Nasi Padang buat makan siang nanti, tolong diterima yah." Devano meletakkan sekotak Nasi Padang yang dia beli ke pangkuan Aisyah.
"Makasih ya," ucap Aisyah menerima apa yang Devano belikan untuknya.
"Sama-sama."
"Ngomong-ngomong, terapi sama psikologinya udah selesai?"
"Udah, dan Alhamdulillah lancar."
"Alhamdulillah."
Aisyah merasa senang sekaligus bersyukur mendengarnya. Ia lalu mengelus rambut kecoklatan milik Dasha dengan gerakan lembut.
"Kamu ngantuk ya, sayang?" tanya Aisyah sambil menyingkirkan anak rambut Dasha yang berantakan sampai menutupi dahi putrinya tersebut.
"Iya, Umi. Dasha suka ngantuk kalau dipeluk sama Abi."
Aisyah mengalihkan tatapannya ke wajah Devano. "Apa itu normal?" tanyanya khawatir.
"Tentu saja, dia ngantuk karena merasa nyaman berada di pelukanku, kamu juga dulu begitu," jawab Devano dengan santai.
Pria itu bahkan tak sadar bahwa ada kata-katanya yang dapat menyebabkan munculnya rona merah di kedua pipi Aisyah.
Bersambung....
Gimana? Pada bingung enggak sama perasaan Aisyah?
Serius nanya, kalian pihak Aisyah-Devano atau Aisyah-David (Lee), sih?
Komentar yah.
Jangan lupa juga baca novelku yang lain ya, ada :
-Love Under The Snow (romantis komedi)
-Dear, Husband (romantis spiritual)
Support aku lewat :
1. Like 👍
2. Komentar 📝
3. Vote novel ini ❤️
4. Share novel ini ke teman-teman kalian ➡️🧕
5. Tekan bintang limanya ⭐⭐⭐⭐⭐
6. Dan follow profil aku serta follow Instagram @asyiahmuzakir
Makasih banyak semuanya,
I love you all, so much.😍😘😍😘
Semoga ibadah puasanya lancar,🙏
__ADS_1
Bye, bye, Assalamualaikum.💞