
TUTUP MULUTMU...
Terdengar suara yang menggema di telinganya
PLAKKK...
Sindi segera bangun dari mimpinya, iya duduk di tempat tidur dengan wajah yang pucat dan dahi yang berkeringat. Ia memegang kepalanya yang sakit dan ketika menoleh sindi terkejut saat melihat ovan yang masih tertidur pulas di sampingnya,,
lalu dia teringat bagaimana saat ayahnya menampar keras pipinya,,
sindi merasa seperti orang yang hilang kesadaran.
Iya lalu menyibak selimutnya dan bangkit dari tempat tidur. Kemudian dia berdiri di depan cermin hingga begitu terlihat jelas bagaimana dirinya saat ini,, pikiran sindi begitu sangat kacau pertikaian antara kedua orang tua dan dirinya masih menyelimuti di dalam pikirannya hingga kejadian itu sampai terbawa mimpi,,
Di lihatnya dinding menoleh ke arah jam dilihatnya masih jam 03.00 pagi,, lalu sindi kembali ke tempat tidurnya, ovan yang merasakan adanya pergerakan dia mulai membuka matanya perlahan tangan kirinya sambil mengucek salah satu mata ovan...
" Habis dari mana sin? Kenapa sudah bangun, sepertinya ini masih terlalu pagi " Ovan yang bertanya dengan suara lembut dan sedikit serak lantaran baru bangun dari tidurnya
" Maaf van, ngagetin kamu ya, aku habis dari kamar mandi " Seru sindi sambil mengelus lengan ovan,,
Ovan yang merasakan sentuhah sindi terasa agak aneh,, seketika itu tangan ovan menyentuh kening sindi,,
"Sin ada apa dengan tubuhmu? Kenapa panas sekali? " Dengan sedikit khawatir ovan terbangun dari tidurnya
" Hmm, mungkin badanku sedikit deman,, kepalaku rasanya mau pecah van "! Sahut sindi dan dia kembali bebaring dia atas tempat tidur
Ovan berlari ke arah kamar mandi, dia mengambil sedikit air di gayung dan di celupkan sebuah kain lalu meletakkan di dahi sindi,,
Sindi hanya diam saja melihat ovan yang sedikit khawatir,, seketika itu ovan menyelimuti tubuh sindi,,,
" Kamu istirahat dulu ya, besuk kalau keadaan kamu tidak kunjung membaik kita pergi ke dokter " Seru ovan sambil memandangi wajah sindi yang nampak pucat
" Aku baik baik saja kok van, aku hanya teringat kejadian tadi saat dirumahku " Tak sadar sindi meneteskan air matanya
Tangan ovan dengan sigapnya pun lalu mengusapnya dengan perlahan,, dia tau betul perasaan sindi tapi ovan hanya diam saja tak berani mengungkapkan isi hatinya,,
" Sudah jangan di pikirkan ya, sekarang kamu istirahat, dan berdoa saja semoga orangtua kamu bisa berubah hatinya, kamu yang sabar ya,, sindi yang ku kenal pasti kuat " Sahut ovan yang menyemangati sindi .
" Terimakasih ya van, aku gak tau kalau gak ada kamu , aku gimana " Sindi pun mulai meneteskan air mata dengan derasnya, dia menangis terisak-isak,,
Dan ovan hanya memegangi tangan sindi dia mengusap-ngusap tangan punggung sindi dengan perlahan,, ovan tak tahu harus berbuat apa,,
"Menangislah jika itu bisa membuat hatimu menjadi lebih tenang " Ucap ovan...
__ADS_1
"Setelah lega menangis kamu tidur ya" ovan berdiri lalu mengecup kening sindi,,,
Ovan tak tahu seperti apa perasaan nya terhadap sindi,, kenapa dia tiba-tiba menjadi iba melihat sindi yang lagi kesusahan,, ovan hanya ingin menolongnya saja tapi lama kelamaan ada sidikit perasaan di hatinya mengingat kejadian beberapa jam yang lalu telah mereka lewati dengan sangat panas,,,
Setelah beberapa menit kemudian sindi yang mulai berhenti dari menangisnya sampai tertidur,,
Ovan yang melihat sindi dari arah kanan nya terasa sangat lega setelah mendengar dengkuran halus yang keluar dari bibir mungil sindi,,, ovan pun melanjutkan tidurnya karena terlihat jam yang masih pagi buta dan matahari belum menampakkan cahayanya,,
Setelah pagi hari menjemput ,,
Ovan berfikiran untuk tidak berangkat kerja,, dia menoleh ke arah samping melihat sindi yang masih tertidur pulas di dadanya lalu ovan mengecek kening sindi dan merasakan sudah tidak panas lagiii ,,,,
" Wajahmu kenapa begitu cantik Sin,, ' gumam ovan dalam hati tanganya sambil mengelus-elus pipi sindi,,,
Dengan terkejut sindi pun bangun dari tidurnya dan melihat ovan tengah memandanginya sambil tersenyum..
" sudah bangun cantik , kamu kalau tidur lebih cantik sin " Goda ovan yang melihat sindi sedang tersipu malu
Wajah sindi seketika berubah jadi kemerahan,, dia jadi salah tingkah dan berlari ke arah kamar mandi,,,
*
*
Suara hape sindi bergetar,,
" Sin ada yang nelfon " Sedikit teriak ovan saat memberi tau sindi yang masih berada dalam kamar mandi
" SIAPA?" sindi pun membalas nya dengan suara yang lebih kencang
" IBU MU " ....
sindi yang tadinya masih membersihkan badannya seketika itu langsung keluar dari pintu kamar mandi hanya memakai handuk saja,,,
Sindi yang berjalan mendekati suara hape yang berbunyi itu saat hendak meraihnya tiba-tiba sudah berakhir panggilan nya,,
Tidak lama kemudian sindi meletakkan hapenya kembali di atas meja,, saat hendak berbalik untuk memakai baju hapenya berdering kembali,,,
Dan sindi pun mengangkat nya dengan cepat,,,
Bibir sindi hendak mengucap HAL..
"KEMANA SAJA KAMU ANAK DURHAKA? "
__ADS_1
terdengar teriakan dari dalam hape sindi , ,
seketika itu sindi terdiam hanya mendengarkan ibunya yang sedang mengamuk,,,
" Ibu,," Sahut sindi dari arah telfonya dalam tangisnya dia hanya memanggil nama ibunya
" SINDI,, IBU TIDAK MAU TAHU POKOKNYA KAMU HARUS MENIKAH DENGAN ARGA "
"Ibu aku tidak bisa, ibu tau aku tidak mencintai ARGA "
" APA KAMU BILANG? " CINTA,, kamu tidak tau sindi orang tuanya ARGA itu kaya raya, dia bisa menjadikan kamu seperti ratu di rumahnya "
" Ibu.. Tapi ARGA sudah tua,, umur ARGA lebih 10thn dari umur sindi Bu.. "
" HALAH,, TIDAK MASALAH DIA SUDAH TUA, YANG PENTING KAMU BAHAGIA SINDI "
"bahagia darimana bu,, sindi saja tidak mencintainya ".
" POKOKNYA IBU GAK MAU TAU, KAMU HARUS PULANG DAN MENIKAHINYA JANGAN HARAP BISA MENJADI ANAK IBU LAGI KALAU KAMU TIDAK MAU MENIKAH NYA,,, "
NUT.... NUTTT
Seketika telepon itu pun putus,,
Sindi yang melihat layar di hapenya saat ibunya mematikan telpon nya dia hanya bisa menangis sambil menekuk wajahnya,,,
*
Ovan yang tadi habis memberi tahu sindi saat ada telefon masuk dia berjalan keluar meninggal kan kamar hendak mengambil air minum di dalam kulkas,,,
Saat ovan kembali ke kamar, dia melihat sindi yang sedang menangis tersendu-sendu,, sindi yang masih memakai handuk dan belum ganti baju itu dia berjongkok kedua tanganya memeluk kakinya dengan erat,,
Sungguh memilukan, ovan yang tak tega melihat sindi seperti itu lalu berjalan menghampiri sindi dan memeluk tubuh sindi,, ovan mengangkat tubuh sindi ke atas tempat tidur, ia memakaikan baju di tubuh sindi,, dan sindi hanya terdiam melihat ovan memperlakukan sindi seperti seorang ratu,,,
*
*
__-__
Mereka menikmati hari-hari berdua,, mereka melakukan banyak hal dirumhnya, seperti menonton televisi di dalam rumah,, hati jamai benar-benar bahagia, dia tidak butuh keluar rumah jika di dalam rumah saja bisa membuat bahagia bersama dengan suami tercinta,, raja pun yang mencoba membuka hatinya walaupun itu sangat sulit, raja tak tau kenapa hatinya berubah menjadi hambar padahal jamai sudah berbuat sebaik mungkin dalam rumah tangganya,,, jamai yang selalu setia terhadap nya dan tidak pernah menuntut apapun darinya,
tapi hati raja sungguh aneh seperti tidak ada ketenangan dalam jiwanya
__ADS_1