Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti
Part 70 | Will you marry me?


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim....


Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.


💝


Dress cantik berwarna peach berkerah brokat membalut rapat tubuh Aisyah sehingga membuat auranya lebih anggun dan mempesona.


Aisyah mematut dirinya di depan cermin sambil senyum-senyum sendiri. Malam ini dia begitu bersemangat pasca Lee mengajaknya makan malam bersama keluarga. Momen yang dinantikan Aisyah akhirnya tiba juga, sudah lama dia ingin memperkenalkan bibinya dengan keluarga Lee.


"Wah, cantiknya ponakan Bude," puji sang bibi ketika memasuki kamar Aisyah.


Aisyah membalikkan badannya menghadap sang bibi sambil tersenyum malu. "Ah, Bude bisa aja," ucapnya tersipu-sipu.


"Bude Marika juga tampak luar biasa malam ini." Aisyah balas memuji sang bibi yang masih terlihat sangat cantik meskipun sudah berusia senja.


"Kamu ini ya." Bude Marika menepuk bahu Aisyah pelan.


Tin..., tin... Suara klakson menginterupsi Aisyah dan Bude Marika untuk secepatnya mempersiapkan diri sebelum pergi ke depan menemui seseorang yang telah menjemput mereka.


"Ayo cepetan Bude."


"Bentar, nduk. Bude mau ambil tas dulu."


"Ya udah, Aisyah tunggu."


Bude Marika mengambil tasnya di kamar lalu bergegas menghampiri Aisyah kembali. Kemudian Aisyah tak lupa untuk mengunci pintu rumah sebelum masuk ke dalam mobil anak buah Lee bersama bibinya.


Setelah menghabiskan waktu kurang lebih lima belas menit di perjalanan, akhirnya Aisyah dan Bude Marika sampai di depan restoran khas Indonesia yang terkenal di Jakarta karena makanannya yang sangat lezat.


"Silahkan masuk, Mbak Aisyah dan Bu Marika."


Dua bodyguard yang berjaga di depan restoran mengantar Aisyah dan Bibinya masuk ke dalam restoran yang sebenarnya sudah direservasi oleh Lee dan keluarganya itu untuk acara dinner malam ini yang mungkin akan meninggalkan kesan istimewa.


"Selamat datang, Aisyah dan Ibu Marika," ucap Markov, Ayah Lee, sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih, om."


"Terimakasih banyak, pak."


"Sama-sama, sama-sama."


"Silahkan duduk. Bude, Aisyah," ujar Lee seraya menarik kursi untuk tempat duduk Aisyah dan Bibinya.


"Terimakasih, nak Lee."


"Sama-sama, Bude."


"Makasih ya, Lee," ucap Aisyah yang hanya dibalas senyuman dan kedipan mata oleh Lee.

__ADS_1


"Bude, kenalin, ini Ayah saya, Markov. Dan ini Adik saya, Steffany." Lee memperkenalkan satu-persatu keluarganya yang ikut dinner malam itu.


"Oalah, kenalin juga Pak Markov, Nak Steffany, saya Marika, Bibi kandungnya Aisyah."


"Ooh jadi ini Bude Marika yang sering dipuji sama Lee itu?" ujar Appa Markov yang membuat Bude Marika tersipu-sipu.


"Wah, ternyata benar kata Oppa Lee, Bibinya Unnie Aisyah memang masih sangat cantik meskipun umurnya sudah tua seperti Appa," celetuk Steffany mencairkan keadaan yang semula masih kurang nyaman menjadi penuh tawa.


"Steffy."


"Heum?"


"Appa juga masih sangat tampan kan?" tanya Appa Markov kepada putrinya itu.


"Masih jika saja kulit Appa tidak mengkerut seperti ini," canda Steffany sambil mencolek-colek pipi keriput milik sang ayah.


Lee, Aisyah, dan Bude Marika dibuat tertawa oleh tingkah jahil Steffany tersebut. Sedangkan Appa Markov hanya bisa memasang wajah cemberutnya yang malah terlihat lucu.


"Aah, kenapa kalian berdua tega mempermalukan ku di hadapan Aisyah dan Bude Marika, dengan tingkah absurd kalian itu?" protes Lee kepada Ayah dan Adiknya.


Namun bukannya berhenti, Steffany dan Sang ayah malah terus bertingkah konyol dan membuat Aisyah dan Bude Marika tertawa karenanya.


"Appa, Steffy, ini acara penting ku, kalian tidak bisa merusaknya," rengek Lee yang berusaha menghentikan candaan Ayah serta Adiknya yang memang memiliki selera humor yang baik, tidak seperti dirinya yang sedikit kaku.


"Kalau kamu tidak suka, pergilah. Jangan hentikan tawa diantara kami," canda Appa Markov yang membuat wajah Lee langsung berubah masam.


"Hahaha, sudah-sudah, kasihan nak Lee, sepertinya dia mau menyampaikan sesuatu tapi kita malah terus tertawa, jadi sekarang dengarkan dia baik-baik, oke?" ujar Bude Marika yang seketika merubah suasana menjadi serius.


Lee berdeham untuk meredakan kegugupan yang tiba-tiba menyerangnya. Kemudian setelah merasa cukup tenang dia merogoh sesuatu di saku kemejanya.


Setelah itu dia bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Aisyah yang tampak sedang menerka-nerka apa yang akan diucapkan Lee kepadanya.


"Aisyah, aku ingin menyampaikan keinginan ini sejak lama, namun aku tahu, aku mesti membuatmu yakin dulu terhadapku, dan aku rasa sekarang waktunya sudah tepat untuk menyampaikan keinginanku ini. So, will you marry me, Aisyah?" Dengan gugup Lee mengutarakan maksud dan keinginan hatinya untuk melamar Aisyah dan menjadikan wanita yang amat dicintainya itu sebagai istrinya.



Speechless. Itulah yang terjadi pada Aisyah saat itu, dia sangat terkejut dengan apa yang baru saja Lee katakan padanya. Aisyah masih tidak percaya melihat Lee berdiri di hadapannya sambil mengulurkan sebuah kotak cincin.


"Aku mencintaimu, Aisyah. Dan Aku pun menyayangi kamu melebihi aku menyayangi diriku sendiri, jadi aku harap kamu bersedia menjadi istriku serta ibu dari anak-anakku nanti."


Akhirnya untaian kata-kata yang sudah terpendam lama di hati Lee itu terungkap. Meskipun tidak tahu akan diterima atau ditolak oleh Aisyah, tetapi Lee sudah bertekad akan menerima apapun.


"Tapi Lee... Aku ini janda sedangkan kamu belum pernah sekalipun menikah, apakah pantas seorang wanita seperti aku bersanding bersama pria yang masih serba sempurna seperti kamu?" ungkap Aisyah sambil menundukkan wajahnya sebab ia tak mampu melihat ketulusan cinta yang terpancar dari tatapan mata Lee.


"Aisyah, dengarkan aku. Aku akan menerima kekurangan kamu, aku akan mencintai kamu dengan apa adanya kamu, aku tak akan menuntut kamu untuk sempurna karena asal kamu tahu, aku juga banyak kekurangan dan sama sekali tidak sempurna seperti yang kamu bilang tadi. Maka jangan pernah kamu minder untuk mendampingiku...."


"Hanya kamu yang pantas untukku, bersama kamu, aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat. Dari kamu aku belajar banyak hal baik yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Dan bersama kamu, aku merasa hidup ini lengkap karena semua yang aku butuhkan ada di kamu," ungkap Lee sambil menatap Aisyah dengan tatapan yang menunjukkan bahwa ia memang mencintai wanita itu dengan tulus tanpa alasan apapun.


Dengan perlahan Aisyah mulai memberanikan diri untuk menatap wajah Lee dan ketika sudah menatapnya Aisyah langsung meneteskan air mata haru.

__ADS_1


Di satu sisi hatinya bahagia, tapi di sisi lainnya Aisyah merasa bingung dan sedih secara bersamaan.


Terngiang-ngiang di pikiran Aisyah saat Devano dan keluarganya datang melamarnya dulu. Kini ketakutan menghampiri benak Aisyah, dalam hati ia mengatakan kalau ia masih trauma untuk memulai biduk rumah tangga lagi.


Melihat Aisyah diam sambil memegangi keningnya membuat Lee langsung khawatir.


"Aisyah, kamu kenapa?" tanyanya penuh perhatian.


"Kepalaku pusing Lee, bisakah aku jawab nanti saja?"


Lee menutup kotak cincin lamarannya dan memasukkan kembali benda berharga itu ke dalam saku kemejanya.


"Of course, aku enggak akan memaksa kamu, sekarang lebih baik aku antar kamu pulang ya?"


Meskipun sebenarnya hati Lee sedikit merasa kecewa, tapi dia tak mau egois sebab sejak awal ia tahu kalau dirinya harus banyak-banyak mengerti keadaan Aisyah.


"Tapi kita bahkan belum makan malam," sela Aisyah tak enak hati.


"Tidak apa-apa, kita bisa makan malam bersama lagi di lain waktu, yang penting sekarang kamu istirahat supaya pusing kamu hilang," ujar Lee dengan kesabaran yang membuat Bude Marika, Appa Markov, dan Steffany, menatapnya dengan perasaan kagum.


Bersambung....


David Steven Lee adalah pria paling pengertian di dalam novel ini.


Apakah kesabaran Lee dalam upaya menjadikan Aisyah sebagai istrinya akan berhasil?


Atau apakah dia akan terus menjadi penyabar demi kebahagiaan Aisyah bersama pria lain (Devano)?


Mari dukung terus cerita ini dengan cara :


1. Like 👍


2. Komentar 📝


3. Vote novel ini ❤️


5. Share novel ini ke teman-teman kalian ➡️🧕🙋


6. Tekan bintang limanya ⭐⭐⭐⭐⭐


7. Dan follow profil aku serta follow Instagram aku @asyiahmuzakir


Thank you so much, pembaca-pembacaku yang setia.😘😘


Aku sayang kalian,😍😍sampai jumpa lagi di next part, Assalamualaikum.🥰🥰🥰


Pesan penulis :


Jangan lupa juga untuk baca Al-Qur'an ya, teman-teman. Bulan Ramadhan ini saatnya kita perbaiki diri dan perbanyak ibadah. Semoga amal kita semua diterima oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.

__ADS_1


__ADS_2