Wedding Story

Wedding Story
09| Wedding story


__ADS_3

NAGITA terbangun saat merasakan pergerakan dari suami-nya. Dia menoleh, melihat raffi yang masih nyenyak tertidur.


Wanita itu meregangkan badan-nya yang terasa remuk. Bagaimana tidak, semalam suaminya itu tak mau berhenti saat melakukan itu. Lalu, setelah lelaki itu pelepasan untuk yang ke empat kalinya, dan nagita untuk kesekian kalinya, barulah suaminya itu berhenti.


Mungkin raffi juga lelah setelah semalaman terus bergerak dengan semangat. Nagita bangkit dari tempat tidur, dia mengambil kemeja serta boxer raffi lalu memakainya.


Keluar dari kamar tanpa membangunkan raffi, dia turun kebawah hendak mengambil minum. Tenggorokan nya seperti padang pasir, kering.


"Lho? Udah pada abis ya". Gumam nagita saat melihat kulkas kosong."Harus belanja". Nagita menghela nafas.


"Sayang". Nagita tersentak kaget saat raffi datang dan langsung memeluk-nya dari belakang."Kok gak bangunin aku, sih?".


"Lepas, mas". Pinta nagita, tapi tentu saja raffi menolak dan malah mengeratkan pelukan-nya."Mas". Peringat nagita saat tangan suaminya itu mulai nakal.


Raffi cemberut, dengan enggan ia melepaskan pelukan-nya. Lalu duduk di kursi meja makan.


Ting!


Ponsel raffi berdenting. Namun, saat membuka notifikasi yang masuk, raffi diam membisu.


From: 08xxxxxxx++


I'am sorry, I will go home. And I hope are there then.


Raffi ingat nomor itu, nomor yang lima bulan lalu ia hapus. Kalea, ia akan pulang? Raffi ingin menjawab: yas, I will wait. Sangat, sangat ingin. Lalu, raffi mendongkak---


"Mas!". Nagita mengibas-ngibaskan tangan nya di depan wajah raffi."Siapa sih yang SMS?". Tanya wanita itu.


"Bukan siapa-siapa. Kamu bilang apa tadi?".


"Tuh kan! Makan-nya jangan ngelamun. Tadi, aku ngajakin kamu belanja bulanan, kulkas udah kosong". Kesal nagita.


Raffi mengangguk. "Aku temenin". Lelaki itu memandang istrinya lama.


"Yaudah, aku mandi dulu. Kamu mandi juga abis aku, ya". Nagita berlalu meninggalkan raffi yang masih memandang nya.

__ADS_1


Apakah raffi bahagia sekarang? Bahagia, dia sangat bahagia.


Apakah raffi masih menginginkan kalea? Ya dia masih. Meski mungkin tidak se-besar dulu.


From: 08xxxxxxxx++


I'am sorry, I will go home, and I hope are there then.


To:08xxxxxxxx++


Yes, I'II wait, bat don't expecte to welcome you like before. Because now there are women by my side.


—Wedding story—


"Telor udah, tepung udah, minyak udah, Daging ayam udah, daging sapi udah, tisu, pembersih lantai, pewangi ruangan, sayuran, ini, itu, bla bla bla-".


"Harus banget ya di absen gitu?". Kesal raffi, pasalnya mereka sudah menghabiskan hampir 1 jam berkeliling mall. Lebih kesal lagi, saat nagita harus mengabsen seluruh barang belanjaan!


"Harus mas, nanti ada yang kurang". Nagita kembali melanjutkan absen nya, dia mencoba berfikir, apa saja yang kurang. "Susu, roti, tel-- eh, telor udah aku hitung gak ya?". Gumam nagita, ia lupa apa saja yang sudah ia absen.


"Ouh, iya aku lupa". Nagita nyengir, ia kembali memilih apa saja yang kurang dalam belanjaan nya."Ayok mas, masih ada yang harus dibeli". Berdecak, raffi hanya menurut. Ia mendorong trolli yang sudah hampir penuh.


Nyatanya, kalimat 'masih ada' tidak tepat setelah dua jam kemudian. Lebih tepatnya 'masih banyak', ya itu kata lebih tepat saat dua jam kemudian nagita masih asik berkeliling.


"Kayak nya udah deh". Gumam nagita."Yuk mas, udah lengkap". Nagita menyuruh raffi kembali mendorong trolli menuju meja kasir.


Raffi bernafas lega, akhirnya acara belanja-bulanan hari ini selesai. Dalam hati, raffi berkata pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mau lagi ikut istrinya itu berbelanja bulanan.


"Tadi pagi mami telefon". Ujar nagita saat mereka sudah berada didalam mobil, dalam perjalanan pulang.


"Apa katanya?". Tanya raffi, dia sedikit was was saat tau mami-nya menelefon.


"Katanya malem bakal kesini, mau nginep". Jawab nagita.


"What?! Terus kamu bolehin?".

__ADS_1


Nagita mengerutkan kening." Kamu gak nyuruh aku buat bilang gak boleh kan sama mami?". Nagita heran sendiri dengan kelakuan suami-nya itu.


"Iya, kamu gak takut apa mami bakal ganggu kita?".


"Ganggu? Aku gak ngerasa mami ganggu, kok. Emang ganggu apa?".


Raffi berdecak."Kita-kan harus selalu berdua, kamu gak mau kam acara buat anak kita keganggu?!".


"Mas! Otak kamu tuh ya gak bisa jauh dari hal yang kayak gitu kayak-nya!". Omel nagita, ia tak habis fikir suami-nya itu memikirkan-nya sampai sejauh itu.


Raffi cemberut."Sayang, bilang jangan ya, sama mami". Raffi memohon pada istrinya, ia tak mungkin membiarkan ibu-nya mengganggu kegiatan ranjang raffi.


"Kamu mau aku dipecat jadi mantu mami?!".


"Sayang...". Rengek raffi


"Liat kedepan, mas!".


"Say--".


"Mas".


"Oke--".


—Wedding story—


To be continue.


Hola-hola gaes! Gimana kabar kalian? Ada yang kangen sama Aa raffi yang ganteng?atau kangen sama mamah nagita?


Mohon vote dan kasih sarah zy, supaya kedepan-nya zy bisa lebih baik lagi–^^–


Follow ig penulis: ajizah_st28


Jika ada yang mau tanya seputar WS, kalian busa tangan di DM ig ya:)

__ADS_1


Bye-bye!


__ADS_2