Wedding Story

Wedding Story
10| Wedding story


__ADS_3

"Git? Gimana kalo malam ini kamu tidur sama mami? Sambil ngobrol-ngobrol gitu. Kan asik tu ngobrol sebelum tidur".


Uhuk! uhuk!


Mendengar ajakan sang ibu kepada istrinya, raffi tersedak makan-an nya sendiri.


Dengan sigap nagita segera menuangkan air minum kedalam gelas, ia memberikan itu kepada raffi."Pelan-pelan, mas". Nasihat nagita sambil tangan nya mengusap punggung raffi pelan.


Catrine yang melihat itu tersenyum hangat. Ia tak menyesal telah memilihkan nagita untuk putrnya.


"Mi, gita tidur nya sama raffi!". Ujar raffi. Ia tak bisa jika harus tidur sendiri, terakhir ia tidur sendiri tanpa nagita, raffi berakhir demam. Atau mungkin waktu itu ia hanya kelelahan. Tapi tetap saja raffi tak akan membiarkan mami-nya menghalangi jatah malam-nya.


"Ow, see who is talking". Catrine berkata dengan nada bercanda."Mami bahkan masih inget kalo dulu kamu marah-marah karna gak mau mami nikah sama calon pilihan mami". Catrine tertawa saat ingat kejadian dulu sebelum putranya itu menikah.


"Mi". Peringat raffi, perasaan nya mulai tak enak ketika catrine membawa-bawa masalalu.


" 'Mami mau bikin aku jadi fedofil?!' ". Ledek catrine, ia menirukan apa yang dikatakan raffi dulu, saat catrine memberitahukan bahwa umur calon istrinya masih 20 tahun. "Liat sekarang siapa yang mau-nya nempel terus, heh!".


" Pedofil?" . Tanya nagita tak mengerti.


Catrine mengangguk, ia menceritakan apa yang terjadi saat itu. Raffi yang mendengar itu segera memperingatkan mami-nya."Mi please".


"Emang umur mas raffi berapa?". Tanya nagita. Jujur saja, sampai sekarang ia tidak tau berapa umur suaminya itu.


"Kamu gak tau?". Tanya catrine kaget. Catrine fikir nagita tau berepa umur raffi."Umur-nya du--".


"Mi! Stop". Oh! Ayolah raffi tak mau membahas umur sekarang.


Namun nyatanya, catrine sama sekali tidak mendengarkan raffi."Beberapa bulan lagi umur nya dua sembilan". Ujar catrine santai. Ia sama sekali tidak menghiraukan raut wajah nagita yang terlihat kaget.

__ADS_1


Nagita memandang suami-nya, ia tak percaya bahwa lelaki yang sudah beberapa bulan lalu menjadi suaminya itu, mempunyai perbedaan umur yang cuku jauh dengan dirinya.


"Tapi kok kayak baru dua lima-an". Gumam nagita. Raffi yang mendengar itu langsung mengakan badan, ia tersenyum bangga pada catrine.


"Tapi tetep aja tua". Celetuk catrine, ia kesal sendiri melihat senyum bangga putranya.


"Aku gak tua!". Ujar raffi yang menolak tua."Kalo raffi tua, mami sama papi apalagi".


"Mami sama papi kan udah punya anak segede kamu, lagian ya waktu papi kamu umur segitu, kita itu udah gendong bayi!".


Raffi merengut, ia beralih menatap istrinya."Sayang". Lelaki itu merengek seperti anak kecil. Dengan kesal ia kembali menatap catrine."Kita juga lagi produksi, mami kesini cuma ganggu jadwal produksi kita aja, iya kan sayang?".


"Mas". Peringat nagita, wajah-nya bersemu merah saat raffi mengatakan itu di depan catrine.


"Bener kok". Kata raffi lagi."Harusnya kita udah dapet dua ronde sekarang".


...—Wdding story—...


Nagita menolak kearah catrine."Iya, mi?". Tanya nagita. Mereka sedang duduk bersandar pada sofa, sedangkan raffi berada di ruang kerjanya.


"Bisa janji satu hal sama mami?".


"Iya?".


"Jangan tinggalin raffi apapun yang terjadi nanti, tetap bertahan disisinya walau mungkin suatu hari nanti dia membuat kesalahan yang--- gak bisa kamu maafkan".


Nagita tersenyum."Aku gak bakalan tinggalin mas raffi apapun keadaan nya. Kecuali, mas raffi sendiri yang nyuruh aku pergi".


Catrine bernafas lega mendengar ucapan nagita, ia tidak mau ambil resiko jika nanti raffi membuat kesalahan dan berakir nagita meninggalkan-nya.

__ADS_1


Apakah itu egois? Jika suatu hari nanti raffi menyakiti nagita dan catrine tetap ingin menantunya itu bertahan disamping putrnya, apakah itu egois? Jelas itu sangat egois.


"Kamu tau kan kalea?". Tanya catrine pada nagita.


"Yang model itu?".


Catrine mengangguk."Kamu tau kalo kalea itu mantan-nya raffi?".


Nagita terlihat diam sebentar, lalu menjawab."Gita tau mi".


"Syukurlah kalo kamu tau, mami harap kalo suatu hari nanti dia datang lagi, ingin kembali disisi raffi dan akhirnya berada ditengah-tengah kamu dan raffi, mami harap kamu mempertahankan apa yang sudah menjadi milik kamu, jangan goyah hanya karna satu pengganggu".


Nagita mengangguk tersenyum."Tau dari mana mami kalo dia bakal ganggu rumah tangga aku sama mas raffi?".


"Mami cuma takut".


Sebenarnya, catrine lebih takut putranya yang akan meninggalkan nagita jika kalea kembali nanti, dia takut raffi membuat kesalahan dengan kembali kepada wanita itu.


...—Wedding story—...


...To be continue. ...


...Hola-hola! ...


...1. Gimana sama chapter ini? ...


...2. Kurang apa menurut kalian? ...


...3. Jam berapa kalian membaca WS?...

__ADS_1


...Vote dan saran nya gaes! ...


__ADS_2