Wedding Story

Wedding Story
Dua Puluh Tiga ( Kejutan Ulang Tahun)


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul Sebelas malam, namun fiona belum kunjung pulang. Berulang kali ku pujuk kak fadil untuk menghubungi mama, tapi dia sama sekali nggak menggubris pintaku. Katanya kapan lagi ngabisin waktu berduaan tanpa gangguan fiona. Jahat banget kan.


" Mas, jemput fiona ayo" ku goyangkan bandan kak fadil yang sudah memejamkan matanya


Kak fadil menarikku untuk lebih dekat dengannya "Tidur Re, besok juga diantar mama pulang" Ujarnya dengan mata yang masih tertutup


" Rere mana bisa tidur. Rere belum tenang kalo belum ada fiona disini" Sekarang aku udah duduk dan menyandarkan badanku dikepala ranjang.


Kak fadil yang melihatku duduk pun ikut duduk disebelahku "Sebelum ada kamu fiona sama mama kalau kamu lupa Re. Jadi tidak perlu khawatir berlebih gini" ujar kaka fadil sambil mengusap usap kepalaku


Aku tak menyangkal apa yang diucap kak fadil. Aku cuma orang baru yang masuk ketengah tengah kehidupan mereka


Aku mati matian menahan agar nggak menangis " Tapi caranya mama yang buat Rere khawatir mas. Mama belum ada bilang mau bawa fiona. Rere telpon pun mama tidak mau mengangkat telponnya.Apa Rere ada salah?" Tanyaku pada kak fadil


" Kok jadi nangis lagi, tidak perlu menangis . Malu sama dede bayi" Kak fadil mengusap lembut perutku


Kak fadil membawaku untuk bersandar di dadanya. Mencarikan posisi nyaman untuk ku " Aku sama sekali tidak menyangka deh re, ada hasil dari malam itu. Aku juga tidak sadar seperti apa aku malam itu" kata kak fadil sambil mengusap usap lembut rambutku


Aku mendadak beku mendengar perkataan kak fadil. Bagaimana hancurnya hatiku saat sepanjang malam itu kak fadil cuman menyebut nama fania, bukan aku


" Rere tidak mau mengingat itu mas. Kamu tau tidak bagaimana hancurnya hati aku waktu kamu terus saja memyebut nama mbak fania" Jelasku lirih. Kak fadil menghentikan tangannya yang semula mengusap lembut kepalaku


Diraihnya kepalaku agar berhadapan dengan matanya langsung. Aku jelas melihat raut penyesalan disana


" Bahkan kata maaf tidak akan bisa memgobati luka kamu kan re, Tapi cuma kata maaf yang bisa aku beri. Dan aku berjanji tidak akan ada air mata lagi karena ulahku " kak fadil berucap dengan sangat yakinnya


Semoga saja. Aku akan mencoba percaya. Ini bukan kali pertama kak fadil berjanji untuk membuat aku bahagia. Tapi kejadian kemarin terjadi lagi


Lama kami saling hening, sampai ada suara seperti jatuh di lantai bawah " Mas itu suara apa?" Tanyaku dengan mengeratkan pelukanku terhadap kak fadil


" Aku cek dulu" Kata kak fadil ingin melepaskan pelukannya


Aku menahan tangan kak fadil yang mau keluar " Jangan mas, siapa tau itu perampok. biarkan saja mereka ambil barang barang yang ada. Asal mereka tidak menyakiti kita" Ucapku dengan nada orang yang ketakutan


" Sebentar ya. kamu tunggu disini" Kak fadil pergi keluar dan meninggalkanku dikamar sendiri


Sekitar sepuluh menitan belum ada tanda tanda kak fadil akan kembali, aku berniat untuk menyusul kebawah. tapi niatku hanya tinggal niat, saat lampu mati.

__ADS_1


"Mas!!" Teriakku saat seperti ada langkah kaki menuju kamarku. Ketakutan ku makin bertambah tambah


" Itu kamu kan mas, tolong jawab. Rere takut mas?" Runtuh sudah. Aku menangis sakingkan takutnya.


Langkah kaki itu makin jelas kudengar. dikegelapan ini aku dapat melihat seorang yang berjalan mendekat ke arahku


" kamu siapa. Pergi, jangan sakiti aku" Lirihku meminta tolong


Ku tundukkan kepalaku dengan memeluk lututku ketakutan " Mas fadil, tolong" Ucapku tanpa henti


Lampu kembali hidup. Aku pelan pelan menganggkat kepalaku keatas.


" Selamat ulangtahun"


Betapa terkejutnya aku. disini sekarang sudah ada kak fadil yang membawa kue, mama dengan menggendong fiona. mbak mirna pun ikut andil membawa balon di dua tangannya, dan si wanita jadi jadian kesayanganku nana. membawa bungkusan kado yang lumayan besar dari luar. tidak tahu dengan isinya


Bukan kue yang menjadi tujuan utamaku, tapi gadis mungil yang sejak tadi menatapku dengan senyum lebarnya. " Kamu betah banget ninggalin bunda sendiri" Ucapku sambil mengambil fiona dari gendongan mama


" Oma tidak beri izin fiona pulang" Adu fiona padaku


sedangkan mama sudah geleng geleng kepala " Susah di ajak kerja sama anak kamu re. Daritadi nangis terus minta pulang ke bunda nya " Terang mama memberi tahu tingkah cucunya


" Tiup dulu nih lilinnya" Perintah kak fadil dengan mendekatkan kue nya ke arahku


" kita tiup barengan ya sayang" Ajak ku pada fiona. Ya jelas saja langsung diangguki fiona dengan antusias


Setelah acara tiup tiup lilin, kami memilih ke ruang tamu untuk duduk. padahal udah pukul satu dini hari. Tapi kantuk belum singgah di tengah tengah kami. Termasuk si anak gadis kecilku pun masih nimbrung dipangkuanku. udah kayak lem deh lengketnya, kalau bisa nggak mau dilepas.


" Re, maafin sikap cuek mama belakangan ini ya. Mama cuma mau buat surprise ke kamu" Ucap mama merasa bersalah


" kalo mengandalkan fadil mana mingkin mau. Mama tau hubungan kalian tidak baik baik saja belakangan ini"


Aku menggeleng, aku tidak mau membahas masalah ini di depan anak" Tidak perli dibahas lagi ma. Ada fiona" ucapku dengan disertai senyuman


Mama juga sudah mengakui kesalahannya terhadap ibu. sebenarnya mama waktu itu ingin bertanggung jawab, tapi karena ramainya warga yang datang membuat mama takut diamuk masa. Berbulan bulan mama mencari tahu keberadaan ibu, tapi hasilnya nihil. Kak fadil juga bilang mama sempat depresi karena merasa bersalah yang berlebih, dan membuat mama harus dibawa ke psikiater


" Jangan sungkan kalau mau cerita sama mama Re. bagi mama Kamu anak mama, bukan sekedar menantu" Jelas mama

__ADS_1


sekarang yang matanya masih terbuka cuman aku dan mama. Mbak Mirna sudah tidur dikamar tamu berdua dengan Nana. Dapat temen baru tuh si Nana. Sedangkan 2 belahan jiwaku sudah tidur dengan menghimpitku. fiona yang tertidur di atas perutku dengan menyandarkan wajahnya di dadaku sudah tidur dengan sangat nyamannya. Ayahnya pun tak mau kalah, bersender dibahuku dan jangan lupakan suara ngorok yang sangat mengganggu.


" Mas, tolong pindahin fiona ke kamar dong. kasian ade bayi di timpa terlalu lama sama kakaknya" pintaku pada kak fadil dengan mengusap usap pipinya dengan harapan kak fadil bisa dengar


" Re, apa. mama tidak salah denger kan?. Ade bayi?" Tanya mama heboh


Aku baru ingat belum ngasih tau kabar gembira ini pada mama " iya ma. Doakan cucu mama ini sehat sehat ya" pintaku pada mama


" ya ampun Re, mama senang sekali. Pokoknya mama mau pamer deh, kalau mau dapet cucu lagi" Heboh mama


" Udah berapa usianya re?" tanya mama antusias


"Masih jalan 4 minggu ma" Terangku pada mama


Mama mengangguk paham mendengar ucapanku


" Mama ke kamar dulu ya, mau buat status di whatssap. Kamu sehat sehat terus sama dede bayinya" ucap mama heboh


Aku geleng geleng kepala melihat kehebohan mama yang sedang berjalan menuju kamar.


Kamar disini ada 3, di atas 1 dan dibawah 2. Tidak ada kamar untuk asisten rumah tangga disini. kalaupun mbak mirna nanti mau nginao disini, ya tidur di kamar tamu yang sekarang dipakai tidur mbak mirna sama nana


" Mama kenapa hebo gitu sih?" tanya kak fadil sambil menguap


" ditutup mulutnya kalau nguap mas. Jorok deh" kesalku pada kak fadil


" Kamu makin lama makin bawel deh. Itu si mama kenapa tadi?" Tanya kak fadil lagi, karena tadi aku tidak menggubris pertanyaannya.


" Mama sudah tahu kalau aku lagi hamil" Terangku pada kak fadil dengan senyum senyum manja


Kak fadil mengangguk, ya bagaimana orang yang baru bagun tidur, tidak semangat mau melakukan apapun


" Ini si kakak angkat dulu mas, dari tadi nimpa adenya" Pintaku lagi pada kak fadil


kak fadil langsung membawa fiona ke gendongannya. Fiona tidak terusik sama sekali. mungkin sudah sangat pulas


" Bundanya mau sekalian tidak?" Tanya kak fadil sambil terkekeh

__ADS_1


Aku memukul lengannya pelan " Sudah sana. Bawa anaknya ke kamar, nanti tidurnya terganggu"


Ada ada saja tinggah pak tua itu, tengah malam begini masih sempat menggodaku. Awas saja nanti kalau perutku sudah besar, masih bisa tidak dia menggendong aku. Sekarang masih rata gini ya masih enteng.


__ADS_2