
"NENG? ayok masuk dulu". Nagita tersenyum saat ibu-nya membuka-kan pintu. Menyambut kedatangan anak perempuan-nya.
"Ibu sama bapak apa kabar?". Tanya nagita, ia mencium tangan kedua orang tunya.
"Kami baik neng, ayok duduk dulu". Nagita menurut, ia duduk diatas sofa lama.
"Neng pasti capek, istirahat dulu mendingan". Saran bapak.
Nagita mengangguk, ia memang sangat lelah setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam lamanya. Ibu kembali kedapur hendak membuatkan anaknya itu segelas teh hangat.
"Mas-mu gak ikut neng?". Tanya bapak yang duduk disebelah nagita.
"Enggak pak, mas raffi lagi sibuk-sibuk nya di kantor. Tadi gita kesini sama supir dadakan, tapu nagita suruh pak supirnya balik".
"Lho? Terus kamu pulang nya sama siapa?".
"Gita kan nginep dua hari, mas raffi bilang nanti dia jemput".
Bapak tersenyum, ia bersyukur keluarga artawangsa itu memperlakukan putrinya dengan baik. Tadinya, saat istrinya bilang bahwa keluarga artawangsa yang meminang gita, bapak khawatir bahwa anak nya akan diperlakukan buruk oleh suaminya. Mengingat usia mereka Berbeda delapan tahun diatambah perbedaan status.
Setelah mengobrol cukup banyak, ibu datang dengan dua gelas teh hangat, tetapi bapak menolak. Bapak bilang bahwa bapak harus kembali ke sawah.
—Wedding story—
Raffi kembali membuka matanya, ia menoleh kesamping--- dimana harusnya istrinya berada--- sudah dua hari ia tidur tanpa nagita disamping-nya, tanpa memeluk istrinya.
"Tidur, raff, tidur! Besok kan bisa tidur bareng lagi". Percuma, ia sudah mencoba berbagai cara dan berbagai posisi. Namun tak kunjung tertidur.
"Ah! Gak bisa".Raffi bangkit dari tempat tidur ia mengambil hoddie dalam lemari lalu memakainya.
Raffi keluar dari rumah, masuk kedalam salah satu mobil yang terparkir dalam garasi. Tak menunggu lama hingga akhirnya mobil itu melaju membelah jalanan yang sepi. Hanya satu-dua kendaraan yang masih berlalu lalang.
Setelah hampir tiga jam mengendarai mobil, raffi berhenti di depan masjid. Jam sudah menunjukan pukul 2 dinihari. Untuk mencapai ruamh istrinya, raffi harus berjalan lagi sekitar 2 menit.
Tok! Tok!
"Sayang?!". Panggil raffi, ia mengetok pintu rumah yang ia tahu adalah rumah mertuanya.
Didalam kamar, nagita yang sedang asik tertidur samar-samar mendengar seseorang mengetok pintu. Matanya terbuka kembali, lalu melihat jam dinding yang terpasang dikamarnya.
__ADS_1
"Mas!". Nagita sedikit kaget saat melihat suaminya sedang berdiri di depan pintu masuk."Kamu kok disini?".
Raffi tak menghiraukan pertanyaan nagita, ia memeluk istrinya itu erat, menyembunyi-kan kepala-nya di lekuk leher istri-nya."Ngantuk". Gumam raffi.
Nagita mengerutkan kening bingung, lalu menyuruh raffi masuk."Ayo tidur". Raffi mengangguk, ia mengikuti istrinya yang masuk kedalam kamar.
Menghela nafas, nagita merebahkan tubuhnya disamping raffi yang sudah tertidur diatas kasur.
Walau-pun kamar serta tempat tidur nagita tidak terlalu besar, tapi nampak-nya cukup nyaman untuk di tiduri suaminya itu.
—Wedding story—
Raffi terbangun saat ponsel nya berbuyi, dia memposisikan dirinya menjadi bersandar Pada kepala ranjang. Namun...Pluk.
Sebuah kain terjatuh dari kening nya, kain itu setengah basah, dan saat ia ingat, semalam raffi dengan nekatnya pergi kerumah mertua-nya yang memakan waktu cukup lama.
Apa dia demam? Aish! Baru ditinggal dua hari sama istri aja udah sakit. Lemah banget! Jiwa sok-kuat raffi meledek.
"Mas? Kamu udah bangun?". Nagita masuk kedalam kamar dengan membawa bak berisi air hangat, semalam badan suaminya itu menggigil dia juga mengigau--- dan nagita tak ingin mengingat apa yang raffi ucapkan semalam.
Raffi mendongkak, ia membiarkan nagita menge-cek suhu badan nya."Panas nya udah turun". Gumam nagita, dia mengusap kening raffi."Mas lapar? Nagita bawain makan ya, sekarang mendingan jangan mandi dulu. Biar gita lap-in aja".
"Mau ayam kecap manis". Pesan raffi.
Sedangkan raffi hanya diam, membiarkan nagita membersihkan badan nya."Nanti makan-nya biar di dapur aja, gak enak sama ibu-bapak". Ujar raffi, lalu kemudian ia teringat bahwa semalam ibu dan bapak tidak tau jika raffi datang."Eh, ibu sama bapak tau aku datang?". Tanya-nya pada nagita.
"Tau kok mas, aku juga bilang kalo badan kamu panas". Nagita membuka membantu raffi memakai baju yang tadi pagi ia beli dari toko, bersama ibu saat pergi kepasar.
Raffi kembali bersandar di ranjang ketika semuanya selesai, nagita meninggalkan suaminya itu untuk pergi kedapur. Memasak ayam kecap manis pesanan suaminya.
Saat selesai memasak, nagita tidak menemukan raffi di kamar. Akhirnya ia mencari suaminya di teras dan ternyata benar saja. Disana raffi sedang mengobrol bersama beberapa pria, ada juga bapak-nya beserta suami teman-teman nagita yang juga sudah menikah sepertinya.
Hanya saja mereka memilih untuk tinggal di kampung kelahiran. Sebenarnya, nagita juga ingin tinggal disini sambil mengurus bapak serta ibunya. Namun, mengingat raffi adalah seseorang yang tidak-mungkin-mau-berlama-lama-dikampung jadi nagita tak masalah.
"Mas!". Nagita memanggil suaminya yang sedang asik mengobrol itu.
Mendengar nagita memanggilnya, raffi pamit kepada beberapa bapak-bapak disana, lalu masuk kedalam rumah mengikuti istrinya.
"Ternyata seru juga ya ngobrol sama bapak-bapak". Ujar raffi. Ia duduk di kursi meja makan yang terbuat dari kayu, menunggu istrinya selesai menyiapkan lauk-pauk kepiring."Yang gede ayam nya, yang".
__ADS_1
Nagita menuruti keinginan raffi, dia mengambil ayam yang paling besar."Mas kan juga bapak-bapak". Kata nagita, ia meletakan piring yang telah diisi dengan lauk-pauk kehadapan suaminya.
"Aku bukan bapak-bapak". Lelaki itu mengelak, ia tak terima jika dikatai bapak-bapak.
"Udah makan dulu, ngomong nya nanti". Raffi mengangguk, ia menikmati masakan istrinya.
Rasanya enak, jika saja nagita mau jika raffi buatkan reatoran untuk-nya, pasti restoran itu sudah laris.
Yeah, masakan rumah memang beda kan? Apalagi jika itu masakan istri.
—Wedding story—
To be continue.
Hai ges!
Vote dan saran!
1.Apakah kamu suka masakan ibu?
2.Makanan rumahan apa yang kamu suka?
Apakah ibu kamu suka masak?
Apa kamu bisa masak?
Jangan lupa jawab di kolom komentar><
__ADS_1
Salam sayang dari Zy! Bye-bye.
IG: ajizah_st28