
Pagi ini aku bangun sangat pagi. Setelah kejadian malam tadi. Sampai sekarang aku belum tidur. Rasanya susah sekali untuk memejamkan mata karena bayangan perlakuan kak fadil selalu terngiang ngiang.
Setelah kak fadil tidur malam tadi, aku pindah ke kamar kami biasanya, tempat fiona tidur. Aku takut dia terbangun dan tidak melihatku ada disana, dia jadi menangis
Masih pukul setengah 6, makanan sudah siap kuhidangkan di meja makan. Walaupun sedikit kesal, aku akan tetap melaksanakan baktiku terhadap suamiku. yaitu menyiapkan segala kebutuhannya
Mbak mirna akan tiba dirumah kami pukul 7 pagi. dan sekarang masih setengah 6. Makanya aku selalu menyiapkannya sendiri
" Mas, mau mandi dulu apa langsung sarapan? tanyaku saat kak fadil baru keluar dari kamar dengan mata sayu nya
Dia menatapku bengong. Ntah dia sadar apa yang telah dia perbuat padaku, atau apa. Akupun kurang paham
" rere siapin air hangat ya mas" aku hendak melangkah ke kamar. Tapi tidak jadi karena dicegah kak fadil
" Kenapa?" tanyaku penasaran
" Aku mau minta maaf" katanya pelan
begitu mudahnya kak fadil meluluhkan hatiku, dengan kata maaf saja aku sudah tidak bisa menahan bahagia dihatiku
__ADS_1
" Mas tidak punya salah sama rere. Jadi, lupakan saja ya" jawabku dengan menatap kak fadil dengan tatapan bahagiaku
" Aku belum cinta sama kamu re..."
Bagai di sambar petir. Aku terkejut dengan pengakuan kak fadil barusan
"Tapi, aku tidak memungkiri kalau aku nyaman sama kamu. Tapi rasa tidak bisa bohong kan?" Katanya dengan sangat pelan
Tanpa diundang air mataku turun dengan sangat derasnya. Jadi selama ini apa maksud dari perlakuan manisnya terhadapku. ku kira kak fadil sudah mulai menerimaku. Tapi kenapa aku harus mendengar kata kata menyakitkan yang sama sekali tidak ingin ku dengar dari hidupku.
" Aku ke kamar dulu ya mas. Mau liat fiona" Hanya itu kalimat yang bisa ku keluarkan.
Aku berjalan meninggalkan kak fadil dengan langkah gontaiku. Tujuan utamaku saat ini adalah kamar mandi . Tempat ternyaman untuk menumpahkan air mata.
Tidak mungkin aku menghampiri fiona dengan keadaan hati yang hancur seperti ini.
Sakit. Bahkan sangat sakit rasanya. Menerima kenyataan bahwa suami sendiri tidak mencintai kita.
" Sangat pandai kamu memainkan peran selama ini mas. hiks.. ku pikir kamu sudah cinta sama aku. Tapi nyatanya apa haa" Aku menangis dengan suara yang tertahan, Walaupun keran air kamar mandi ku hidupkan. Tapi tetap saja aku takut fiona mendengarnya.
__ADS_1
" Tapi tak apa. Aku akan berusaha membuat kamu cinta sama aku. Waktu aku berjuang kayak dulu"
" Bu. Bantu rere untuk kuat menjalani ini semua" Kembali lagi. selalu teringat dengan ibu kalau sedang dirundung masalah.
***
" Ree.. kok kamu bolos sekolah lagi sih?" Tanya nana heboh dari seberang telpon sana
" Lagi kurang enak badan Na. " jawabku sedikit berbohong. Padahal hatiku yang lagi sedang bermasalah
" Sakit apa, Aku kesana ya"
" Tidak usah deh na. sudmdah mendingan kok" tolak ku. karena aku belum siap untuk menceritkan semuanya sama nana. Kalau aku bertemu langsung dengannya, sudah pasti aku akan menceritakan semuanya. Aku paling tidak bisa menyembunyikan apapun dengan Nana
" Re, btw ada yang mau aku tunjukin ke kamu. niatnya sih, mau Aku tunjukin langsung. Tapi kamu nya nggak masuk hari ini"
" Tentang apa?" Tanyaku penasaran
" Kak fadil"
__ADS_1