
"SAYANG, kaos kaki aku udah dimasukin?". Tanya raffi pada istrinya, rencana-nya raffi akan pergi ke Luar kota untuk business trip nya selama seminggu. Menggantikan wijaya yang tidak bisa berangkat karna sakit.
Nagita dengan sigap langsung menyiapkan keperluan suami-nya, selama suami-nya itu berada dikota lain.
"Udah aku siapin semua-nya mas, mending kamu tidur duluan, aku selesain yang terakhir dulu".
Raffi menggeleng, ia ikut duduk di di atas marmer yang beralaskan karpet tebal berbulu."Sayang, gimana kalo kita kerjain pembantu, aku tau kamu capek kalo setiap hari harus ngurus rumah, ditambah ngurus aku juga".
Raffi memeluk nagita dengan posisi duduk, kepalanya bersandar pada pundak istrinya. Menghirup dalam-dalam aroma yang akan sangat ia rindukan selama tujuh hari kedepan.
Tujuh hari ya, rasanya sangat berat bagi raffi meninggalkan istrinya itu sendiri dirumah. Yang lebih berat lagi ketika raffi harus menahan hasrat nya tujuh hari kedepan.
"Gak usah mas, aku bisa kok. Lagian bukan-nya mbok sari kesini setiap dua hari sekali".
Raffi menghela nafasnya, kenaoa istirnya itu tidak punya jiwa sultan sih?!
"Aku-kan kaya, ganteng, apa kata orang kalo istri raffi radja artawangsa nyuci baju sendiri".
Nagita mendelik mendengar ucapan suaminya."Kalo kamu keberatan, cari istri yang bisa-nya rebahan doang!". Kata nagita kesal, ia kembali sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk suaminya besok berangkat.
Raffi yang mendengar ucapan nagita menjadi panik seketika, ia tidak bermaksud membuat istri nya itu marah.
...—Wedding story—...
"Sial!". Seorang wanita muda membanting majalah yang baru saja ia baca dengan keras sehingga menimbulkan suara 'Brak' disana.
"Are you okay? ". Pria disamping nya bertanya.
"Yes, I'am fine ". Wanita itu tersenyum. Walau pada akhirnya ia tetap marah dan kesal, kenyataan bahwa ia baru tau sekarang tentang pernikahan orang itu.
"Hos is the woman? ". Tanya lelaki itu lagi.
"He is good, next week will undergo an opration". Jawab wanita itu, matanya menerawang saat membayangkan dia yang sedang berjuang dengan penyakit-nya, sedangkan orang itu menjalani hari yang bahagia bersama pasangan-nya.
Tidak adil.
Bukan-kah dia pergi agar bisa kembali untuk orang itu? Ia tak akan membiarkan dia bersedih untuk ke sekian kali-nya, ia tak akan membiarkan orang itu bahagia jika bukan bersama dia.
Ia adalah saksi dari perjuangan dia, berjuang agar menjadi lebih pantas bersanding dengan orang itu.
"I excuse me for a whille sir". Perempuan itu berdiri membungkuk sopan pada pria yang duduk disamping nya.
"Yes, of course".
__ADS_1
Kaki jenjang wanita itu melangkah menjauhi dari pira berjas, saat dirasa sudah cukup jauh, wanita itu mengeluarkan ponse-nya, mengetik nama seseorang disana.
"Siapa, ya?". Seseorang disebrang sana bertanya. Membuat wanita itu memutar bola matanya malas.
"Aku sedang tidak ingin bercanda". Kesal wanita itu.
Seseorang disebrang sana tertawa renyah mendengat respon serius yang tidak biasanya."Oke, oke. So what's wrong?".
"Kau sudah tau--? ".
"Tau apa? Aku tidak tau".
"Aku belum selesai bicara!". Lagi-lagi, seseorang disebrang sana tertawa. Gampang sekali membuat wanita itu kesal.
"Oke? Ayo teruskan".
"Raffi radja artawangsa". Satu nama, sudah pasti seseorang disebrang sana tau semuanya.
"Ah, ya dia. Kenapa? Kau merindukan-nya? Hahaha".
"Serius lah. Kau tau apa yang dapat aku lakukan!".
"Ow-wow, ya, ya kau memang rubah kecil yang licik. Dia sudah menikah, dan lebih baik kau jangan ikut campur karna belum tentu 'dia' akan menerimanya kembali".
"Ya, jelas aku tau, sekarang katakan apa yang kau inginkan, kau tidak mungkin menelfon-ku hanya untuk itu kan?".
Wanita iti menyeringai."Well, kau memang selalu tau aku. Untuk sekarang hanya cari tau tentang pasangan-nya".
"Okay asalkan bayaran nya lancar, rubah kecil em-"
Tut!
Ia mematikan sambungan telefon nya, tak perdui jika seseorang diseberang sana mencak-mencak kesal.
...—Wedding story—...
Hoek hoek.
Nagita mengusap peluh didahi-nya, ia tak mengerti mengapa perut-nya terus bergejolak setiap mencium bau makanan. Namun, hanya cairan bening lah yang keluar.
"Ini nya, mbok bikinin teh anget". Mbok sari datang dengan membawa segelas teh hangat ditangan nya.
"Taruh di atas nakas aja mbok". Wanita parubaya itu mengangguk, ia menaruh teh hangat-nya di atas nakas.
__ADS_1
"Gimana kalo pergi kerumah sakit aja". Saran mbok sari, ia meringis mengingat majikan wanita nya itu muntah-muntah dari pagi.
"Gak pa-pa mbok, saya baik-baik aja kok". Nagita tersenyum mencoba menenangkan wanita parubaya itu."Mungkin cuma kecape'an".
"Kalo gitu, mbok permisi dulu, nya.".Setelah wanita parubaya itu keluar dari kamar, nagita meminum teh hangat nya.
Ia menghela nafas lalu berbaring diatas tempat tidur. Hari ini adalah hari ke 4 sejak suami-nya itu pergi untuk menggantikan mertua laki-lakinya.
Nagita menangis saat dia merindukan raffi, dia juga bingung kenapa juga dia harus menangis hanya karna rindu. Padahal nagita bukan-lah wanita yang se-cengeng itu.
Seperti ada perasaan lain yang membuat perasaan nya jadi sensitif. Tiba-tiba saja ponsel nagita berdering yang membuat wanita itu langsung menghapus air matanya.
Saat melihat nama sang suami tertera disana, nagita kembali menangis. Suami-nya itu mengajak vidio call.
[Astaga sayang! Kamu kenapa? Kok nangis?]
Raffi mengerutkan kening bingung, sekaligus khawatir. Nagita yang melihat wajah suami-nya menghawatir kan nya langsung menangis keras, membuat pria disebrang sana tersentak kaget.
Sambil sesegukan nagita menjawab."Ka-kamu kapan p-pulang? Hiks".
Raffi teridam, tiba-tiba dia terkekeh kecil saat mengerti bahwa istrinya itu merindukan-nya.
[Udah jangan nangis, tiga hari lagi kan aku pulang]. Raffi menenang kan nagita yang terus menangis sesegukan. Raffi bangga pada dirinya yang mampu membuat istrinya itu merindukan-nya, raffi jadi percaya diri jika tidak ada wanita yang bisa menolak pesona seroang artawangsa.
"Tiga ha-hari kan lama". Nagita tidak mendengarkan, dia malah semakin menangis saat raffi mentertawakan-nya. Nagita juga tidak mengerti mengapa ia begiti cengeng.
[Berhenti dulu dong nangis-nya, sayang--]
Pip!
Nagita terdiam, ia kembali menangis saat sambungan vidio call nya tiba-tiba saja terputus.
...—Wedding story—...
...To be continue. ...
...Hola gaes! ...
...1. Saran untuk part ini? [Dengan bahasa yang baik ya]....
...2. Siapa wanita yang menyuruh orang untuk mencari tau tentang pasangan 'orang itu'?...
...Thenk you for you who always support WS stories. I Love You. ...
__ADS_1