Wedding Story

Wedding Story
Dua Puluh ( Fakta Lagi)


__ADS_3

Kabar dari nana terus saja berputar dikepalaku. Fania. Aku yakin foto yang sedang berdua dengan kak fadil itu adalah fania. Bentuk hidung dan bibirnya persis seperti fiona


Duduk berdua di kafe. aku tidak mau memikirkan yang aneh aneh. Bagaimanapun mereka pernah menjalin hubungan. Dan sampai saat ini ada fiona yang masih ada kaitannya dengan mamanya dan ayahnya


Aku mendengar suara mobil di depan. Itu pasti kak fadil yang datang. Aku kecewa, tapi nggak untuk kata marah.


" Re, tolong buatin minum ya." Pinta kak fadil begitu sampai di dalam. Ternyata dia datang tidak sendiri. Melainkan dengan 3 orang temannya, dua diantaranya adalah yang membawa kak fadil pulang dalam keadaan mabok tempo lalu. kalau mengingat itu aku juga teringat kejadian, ahh sudahlah.


Ku buatkan 4 minuman dingin. Tak lupa beberapa cemilan juga ku ikut sertakan di dalam nampan yang akan ku hidangkan untuk kak fadil dan teman temannya


" Dil, kok bisa sampai nikah sih?"


Aku menghentikan langkahku karena mendengar pembicaraan mereka.


" Panjanglah ceritanya" Kak fadil menanggapinya seperti gaya bahasa orang yang sedang frustasi.


" Tapi dari awal fadil menerima dare untuk jadiin si rere pacar, Aku yakin sih fadil bakal cinta beneran" Ucap teman kak fadil ikut menyauti

__ADS_1


Tanpa di undang, air mataku jatuh setelah memdengar fakta yang menyakitkan. lagi.


Kak fadil menjadikan aku pacar cuman karena dare. Bukan karena dia mau membuka hatinya untukku. Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini


" Sebenarnya, ini juga karena mamaku yang maksa. Mama mau balas budi karena mama yang udah nabrak mamanya rere, sampe jadi buta"


PRANGG


nampan yang ku bawa seketika jatuh mendengar kalimat yang diucapkan kak fadil barusan


Aku hanya diam. Ku punguti pecahan gelas kaca yang berisi minuman yang kubawa tadi


" Re, tidak usah di bersihin lagi. Biar mbak mirna saja. Nanti tangan kamu luka" kak fadil sudah ikutan jongkok di depanku yang sedang sibuk mengumpulkan pecahan beling.


Kenapa kamu harus peduli tentang luka fisik, yang bakalan sembuh hanya cukup diberi obat merah atau sejenisnya. Lalu apa kabar hatiku yang sudah hancur menerima fakta fakta menyakitkan tentang kamu kak?


" Tidak papa kok mas. Maafin rere ya, minumannya jadi tumpah semua. Tangan rere mendadak licin" ucapku berbohong

__ADS_1


Aku mentap kak fadil yang sedang menatapku sangat lekat. Aku tersenyum. Senyum luka tepatnya " Rere buatin yang baru lagi ya" Aku berdiri sambil membawa nampan yang berisi pecahan beling tadi. Ku tinggalkan kak fadil yang masih diam terpaku, ditempatnya


" Mbak, tolong bawain minuman ini ya ke depan. Ada tamunya mas fadil" aku meminta tolong mbak mirna untuk membawa minuman pengganti untuk kak fadil dan temannya yang masih duduk di ruang tamu


" iya Bu" .Ucap mbak mirna patuh


Aku membersihkan tangan ku yang lengket karena ketumpahan sirup manis " Nanti kalau ditanya mas fadil, bilang aja rere lagi nenangin fiona yang nangis"


" Baik bu, saya permisi dulu"


Aku berjalan menuju fiona yang sedang tidur dikamar kami. Tadi saat aku lagi sibuk telponan sama nana. anak gemoy ku itu lagi asik main sama mbak mirna. Sekarang fiona sudah mulai lengket sama mbak mirna. Terkadang saja tidur malam maunya sama mbak mirna. Karena mbak mirna harus pulang, karena dia juga punya keluarga dirumah, Keinginan fiona itu cuma jadi angan angannya. Untung saja anak cantikku itu gampang dipujuk. Jadi nggak repot deh, kalau dia lagi pengen manja manja sama mbak barunya. Dan lupain aku. hiks.


Kupandangi fiona yang masih terlelap dengan mimpi mimpinya. Semenjak sah menjadi istri kak fadil, hobiku bertambah yaitu memandangi fiona tidur sampai bermenit menit


Terkadang terlintas dipikiran, bagaimana kalau fiona bertemu mama kandungnya. Dan melupakan aku. Ahh, Aku tidak mau itu terjadi. Katakanlah aku egois. Tapi sungguh aku nggak rela kalau fiona harus kembali pada ibunya


Aku mendengar ada orang yang membuka pintu kamar. Aku buru buru membaringkan tubuhku disebelah fiona dan ikut memejamkan mataku pura pura. Karena ku yakin itu adalah kak fadil. Biarkan hatiku sedikit tenang. Aku tak mau menangis didepannya. Biarkan dia mengetahui kalau aku baik baik saja, walaupun sebenarnya hati hancur sehancur hancurnya.

__ADS_1


__ADS_2