
JEMPOL NYA JANGAN LUPA GYUS!
RAFFI masuk kedalam rumah nya, ia tak mendapati nagita yang biasanya menyambut-nya ketika pulang.
"Mungkin lagi mandi?". Gumam raffi dan ternyata benar dugaan nya. Nagita baru saja selesai mandi, diam-diam raffi meneguk ludahnya saat melihat perempuan itu hanya memakai handuk. Ia merasa sudah tak tahan lagi, apalagi setiap malam raffi tertidur dengan memeluk wanuta itu, meraba setiap lekuk tubuh istrinya--- diam-diam tentunya.
Tanpa suara raffi masuk kedalam kamar, dia melepaskan jas-nya, mengendorkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Menghampiri istrinya yang sedang sibuk sendiri.
Nagita kaget saat merasakan ada tangan yang mekingkar di pinggang-nya, saat nagita mendongkak--- melihat kaca--- ia melihat suaminya disana. Memeluk sambil menyembunyikan kepala-nya pada lekuk leher telanjang nagita.
"Mas". Peringat nagita, ia sedikit gugup melihat tingkah raffi sore ini.
"Aku gak kuat". Bisik raffi serak, bibir-nya menciumi pundak telanjang nagita. Menjilat dan menggigit, membuat nagita kegelian.
"Mas jangan gitu".
"Kenapa? Kita kan suami-istri". Tangan raffi mulai nakal masuk kedalam handuk yang masih terpasang. Ia meremas sesuatu disana, membuat nagita meleguh."Boleh, ya?". Raffi membalik tubuh nagita sehingga menghadap nya. Lelaki itu menatap nagita dengan pandangan memohon.
Nagita tambah gugup saat melihat tatapan memohon raffi, dia belum siap, tetapi apakah tiga bulan belum cukup untuk nagita tidak memberikan atau menawarkan hak lelaki itu? Lagian ia juga sudah berjanji untuk menjadi istri yang baik.
Lamat-lamat nagita mengangguk, yang mana membuat raffi dengan nafsu segera ******* bibir milik istrinya itu. Sebelah tangan nya menarik paksa handuk yang melindungi tubuh nagita. Dan sebelah lagi menahan tengkuk istrinya.
__ADS_1
Raffi melepas ciuman-nya saat dirasa nagita membutuhkan oksigen, dengan nafas memburu serta mata sayu akibat gairah, raffi menatap tubuh bugil di depan nya.
Nagita yang diperhatikan se-intens utu menunduk malu, raffi terkekeh melihatnya ia lalu melanjutkan apa yang harus ia selesaikan.
Dan yeah, kalian tau apa selanjutnya.
—My marriage—
Nagita terbangun dengan keadaan sangat berantakan. Nagita menengok saat melihat suaminya masih tidur pulas. Mungkin pria itu kelelahan saat kemarin sore menggempur-nya sampai beberapa jam. Lalu mereka berhenti sata adzan berkumandang, menjalankan kewajiban.
Malam-nya raffi kembali menggarap istrinya hingga pagi. Nagita merasa kewalahan menghadapi nafsu raffi yang tidak dapat ia imbangi.
Nagita mengangkat lengan berotot suaminya dengan pelam, agar ia bisa keluar dari pelukan raffi tanpa membangunkan pria itu.
Selesai mandi, nagita segera berpakaian. Dia menatap kamar yang seperti habis di hantam angin topan. Pakaian suaminya berserakan, handuk yang kemarin sore juga masih tergeletak di depan lemari ditambah pakaian dalam raffi yang nyasar di atas sofa kamar.
Menghembuskan nafasnya, nagita mulai membereskan kekacauan akibat kebar-baran suaminya itu. Setelah selesai dia meniapkan pakaian untuk raffi.
"Mas bangun". Seperti biasa, setelah menyiapkan pakaian ia membangunkan raffi."Mas, udah pagi lho". Katanya lagi. Membujuk raffi agar segera bangun, karna nagita tau jika suaminya harus segera berangkat kekantor.
Raffi membuka matanya saat merasakan hawa dingin menyentuh pipi yang ternyata adalah telapak tangan nagita yang sedang mengusap pipinya, agar lelaki itu bangun.
__ADS_1
"Na, dingin". Tangan raffi menggenggam tangan nagita, ia semakin menempelkan tangan itu pada pipi-nya."Kamu kok udah bangun? Udah gak sakit lagi?". Tanya raffi dengan suara beratnya.
"Udah enggak, mas nya bangun mandi terus turun kebawah, aku masakin sarapam dulu". Nagita hendak bangkit berdiri namun raffi menahan tangan nya.
"Cium dulu". Lelaki yang bary bangun tidur itu memonyongkan bibirnya, membuat wanita itu mendengus kesal namun tak urung ia menuruti kemauan suaminya. Mencium pipi pria itu."Kok pipi sih, na". Raffi mengerucutkan bibirnya.
"Cepet mandi jangan banyak tingkah". Nagita pergi mendinggalkan raffi yang mendumel kesal tetapi sedetik kemudia ia tersenyum saar mengingat sore pertama-nya dengan nagita.
Tak disangka lelaki brengsek seperti raffi bisa merasakan perawan. Muwehehe.
—My marriage—
To be continue
Hola-Hola gaes!
Gimana sama part ini?
Mohon maaf kalo ada typo dimana-mana, karna pada dasarnya author hanyalah manusia biasa.
Jam berapa kalian baca WS?
__ADS_1
Jempolnya gaes!