Wedding Story

Wedding Story
03|Wedding story


__ADS_3

PERNIKAHAN di gelar secara sederhana—menurut standar keluarga artawangsa, namun cukup mewah menurut nagita serta keluarga.


Selama jalan-nya pernikahan, nagita tak henti-hentinya tersenyum. Ia senang karna beberapa hal, pertama: karna ayahnya telah selesai di oprasi dan menghadiri pernikahan nya, kedua: karna akhirnya nagita bisa memberi kehidupan yang layak untuk kedua orang tuanya meskipun melalui pernikahan.


Dalam hati nagita berjanji, ia akan menjadi istri yang baik, melayani suaminya selayaknya istri-istri pada umumnya dan belajar mencintai pria yang berdiri di samping nya itu.


Raffi terlihat tampan seperti biasa, dengan toxedo berwarna putih serta dasi kupu-kupu yang terpasang apik. Rambutnya rapi serta klimis—seperti biasa. Raffi tampak gagah berdiri di atas pelaminan dengan di dampingi nagita yang juga terlihat cantik dengan riasan.


Rekan bisnis serta keluarga tak henti-hentinya memuji Bertapa terlihat bahagianya merea berdua. Tak sedikit pula media yang neliput acara sakral itu, satu-dua orang menyayangkan atas pernikahan mereka. Karna mereka fikir model cantik kalea lah yang akan bersanding di pelaminan bersama raffi.


Beberapa stasiun tv bahkan membahas tentang pernikahan raffi radja artawangsa dengan seorang gadis biasa bernama nagita. Banyak orang yang bertanya mengapa bukan kalea? Tapi banyak juga mereka yang bahagia akhirnya anak satu-satunya dari keluarga artawangsa itu mengakhiri masa lajang nya.


"Woi bro! Akhirnya married juga ya lu". Baim bagaskara —teman masa kecil raffi, menepuk bahu pria itu dengan semangat.


"Masih idup lu, im". Raffi seta baim ber- higfive, kedua pria itu nampak asik sendiri.


Nagita memandang heran pada keduanya, mereka tampak akrab tetapi malah melemparkan ejekan satu sama lain.


Baim beralih menatap nagita, dia berdehem membenarkan letak jas nya lalu mengulurkan tangan nya."Hallo girl". Nagita tersenyum gugup, ia menoleh pada raffi lalu kembali menatap baim.


"Hallo". Nagita membalas uluran tangan baim dengan kaku. Sampai sepuluh detik kemudian, baim belum juga melepaskan jabatan tangan mereka."Eum--itu, mas ta-".


"Lepasin tangan Lu". Raffi yang melihat baim tak kunjung melepaskan tautantangan nya langsung menarik tangan pria itu.


Jabatan tangan mereka terlepas."Just normal, bro. Keliatan banget cinta-nya". Raffi mendengus mendengar ucapan baim atau lebih tepatnya ledekan.

__ADS_1


Oh, ayolah. Teman-nya itu juga tau jika pernikahan yang sedang berlangsung ini jauh dari keinginan nya. Kadang raffi tak percaya bahwa teman nya itu memiliki bisnis cruise ship and restaurant yang sudah tersebar di beberapa negara.


—Wedding story—


Acara pernikahan telah selesai dua jam yang lalu, sekarang dia dan raffi telah sah secara hukum dan agama menjadi sepasang suami sitri, tak bisa nagita bayangkan memang hidupnya akan berjalan seperti ini.


Menjadi istri dari pembisnis Real estate terbesar di asia, yang kelak juga akan mewarisi bisnis sang ayah. Walau nagita sendiri tau jika raffi mungkin tak akan semudah itu menerimanya. Namun, nagita sudah berjanji akan menjadi istri yang baik kan? Mengingat apa saja yang telah dilakukam wijaya dan catrine untuk nagita dan keluarga.


"Belum tidur?". Nagita tersentak kaget, keasikan berfikir membuatnya melupakan satu hal—bahwa ia dan suami sedang berada di kamar hotel.


"Belum, mas". Nagita duduk di pinggir ranjang yang telah di taburi kelopak bunga mawar berwarna merah. Ciri khas malam pertama tentunya.


"Kau tidak berharap kita melakukan sesuatu kan?". Raffi menaikan sebelah alisnya sambil memandang nagita yang menatapnya. Dia hampir saja tertawa melihat ekspresi gugup gadis itu.


"Kalo gitu tidur".


Nagita menurut, ia naik keatas tempat tidur. Tak lupa ia juga membersihkan kelopak bunga. Raffi hanya diam memandangi gadis itu, ia duduk di sofa panjang, ia bahkan masih berharap bahwa perempuan yang sekarang ada dalam satu kamar bersamanya adalah kalea.


Berhenti bodoh! Benak raffi bersuara, jelas memaki pria itu karna masih mengharapkan sesuatu yang seharusnya ia benci.


Raffi menghela nafasnya, menyalakan rokok yang sendari tadi ia pegang. Duduk bersandar dengan menyilangkan kakinya, raffi bertanya pada dirinya sendiri apa keputusan nya ini benar? Apa dengan menikahi gadis yang di pilihkan ibu nya itu bukanlah pelarian semata?. Oh, berhenti lah berfikir yang tidak penting sekarang.


Pria itu mematikan dan membuang rokok nya, ia melangkah mendekati tempat tidur. Naik keatas sana, ikut berbaring dengan gadis yang sekarang sudah menjadi istri sahnya itu.


—Wedding story—

__ADS_1


Tadi pagi, nagita terbangun dalam pelukan seorang lelaki. Ia hampir saja menjerit jika tak ingat bahwa sekarang ia sudah menjadi seorang istri.


Sekarang, mereka dalam perjalanan menuju rumah mereka—sebenarnya catrine sudah menyuruh raffi untuk membawa nagita kerumah Utama. Namun lelaki itu menolak ia bilang bahwa raffi sudah menyiapkan rumah untuk mereka—yang sebenarnya untuk raffi dan kalea.


Nagita sih menurut saja apa yang dikatakan sang suami, tinggal dimana-pun nagita tak masalah selagi ia masih bisa menengok bapak seta ibu-nya di kota kelahiran-nya.


Mobil BMW i8 itu memasuki sebuah gerbang tinggi, nagita hampir saja tersedak meningat ia tak meminum apapun saat melihat rumah mewah yang jauh berbeda dengan rumah nya di kampung halaman.


"Ayo turun". Nagit mengangguk mengikuti sang suami. Mobil lain nya berhenti tepat di belakang mobil yang nagita tumpangi—itu adalah mobil yang membawa beberapa koper di bagasinya.


Meninggalkan raffi, nagita berjalan  hendak memembuka bagasi mobil, namun seorang lelaki menahan-nya."Biar pelayan yang lakukan itu, nyonya". Nagita memandang pria di hadapan nya, nagita ingat saat resepsi kemarin pria ini juga ada di acara pernikahan mereka."Saya Karl willson, sekertaris tuan raffi". Karl memberitahu.


Nagita tersenyum canggung, lalu mengangguk."Ouh, baiklah".


"Tuan raffi sudah menunggu didalam". Lagi-lagi nagita hanya mengangguk, ia membiarkan beberapa pelayan mengangkat koper nya.


—Wedding story—


To be continue


**MOHON MAAF YANG SEBENSAR-BESARNYA JIKA ADA TYPO PADA PENULISAN:)


harap pembaca bisa mengoreksi kesalahan autor.


jangan lupa jempol, saran and votw**

__ADS_1


__ADS_2