
Semenjak kejadian malam itu, beberapa kali aku sempat memikirkan WR. Tapi perkataan Simi yang mengulang ngulang bahwa WR tidak jauh lebih tampan dari Arega membuat ku tidak ingin melepaskan keduanya.
Di satu sisi aku senang bisa mengenal WR. Dia memiliki banyak teman, dia memiliki jabatan dan menurut pengakuan dari teman teman nya WR juga termasuk Laki laki yang baik dan pintar.
"Ah belum tentu juga WR menyukai ku," aku membatin dalam hati.
Sejauh ini belum ada tanda tanda pesan dari nya. Sejauh ini pula hubungan ku berjalan baik dengan Arega.
***
Hari ini di kampus, Aku mendapatkan tugas untuk membuat sebuah karya ilmiah. Aku bukan orang yang ahli dalam urusan menyusun karya ilmiah. Apalagi, jika berurusan dengan laptop. Aku hanya paham dasar dasar nya saja. Biasanya pengerjaan karya ilmiah akan dikerjakan secara berkelompok. Itu sebab nya, selama hampir 3 semester ini aku santai saja. Lain hal nya dengan Mata kuliah yang satu ini, yang mengharuskan siswa nya membuat Karya ilmiah satu orang satu.
Aku dan Simi pulang dengan wajah muram. Nina teman ku, dia santai saja karena kelas kami berbeda dan otomatis tugasnya pun beda.
Aku, Nina dan Simi berjalan menyusuri koridor kampus bersama.
"Bang Alex," tiba - tiba saja Nina berteriak ketika melihat segerombolan laki laki yang tengah berjalan beberapa langkah didepan kami.
"Nina. Apaan sih, Nin." aku mencoba menahan Nina untuk tidak menemuinya. Namun gagal, Nina terlalu antusias untuk bertemu dengan Bang Alex yang mau tidak mau aku dan Simi pun ikut menemaninya.
Saat itu, Bang Alex sedang berjalan bersama dengan beberapa teman nya yang tidak aku kenal. Hanya satu yang aku ingat, WR. Dia berdiri tepat di samping Alex.
WR tersenyum kearahku, kubalas senyumnya dengan sebuah senyuman pula.
"Pulang bareng, yuk," ajak Bang Alex ketika Nina menghampirinua. Tentu saja ajakan tersebut langsung disetujui oleh Nina dan Simi. Kebetulan hari itu, motor milik simi kempes. Terpaksa kami pergi dengan berjalan kaki ke kampus.
Ada rasa canggung saat berjalan dengan mereka. Entah bagaimana cara nya, tiba tiba saja WR sudah berada disampingku. Dia hanya diam tanpa berkata apa apa. Aku, sebenarnya ingin memulai pembicaraan dengan nya. Hanya saja bingung harus mulai dari mana jadi hampir setengah dari perjalanan pulang kali ini aku hanya diam.
__ADS_1
"Tiya, udah santai aja gausah di fikirin," Nina merangkul ku, seolah tau apa yang sedang berkecamuk dalam diriku.
"Mikirin apa, sih?" tanya WR merespon kata kata Nina.
"Itu, ada tugas suruh bikin karya ilmiah," jelas Simi tanpa aba aba.
"Wah karya ilmiah doang sih, WR jagonya," ucap seorang temannya yang baru ku ketahui nama nya Reno.
"Nanti aku bantuin," ucap WR seolah menenangkan ku. Aku tersenyum seakan berucap terima kasih.
"Nanti malem kekosan aja, atau mau aku yang kekosan kamu?" Tanya WR. Sebenarnya aku malu jika harus mendatanginya kekosan. Tapi, aku juga malu jika harus meminta dia untuk datang kekosanku. Lagi pula ini tugasku dan aku yang membutuhkannya. Jadi biarkan saja aku yang datang untuk menemuinya.
"Aku kekosan kamu aja." Ucapku dan kemudian berlalu bersama Simi dan Nina.
***
Tangan kiriku membawa sebuah buku mata pelajaran yang membahas tentang karya ilmiah dan tidak lupa juga sebuah laptop bermerk HP ku tenteng di tangan kanan.
Belum sampai aku dikosan nya, salah seorang gadis cantik sudah lebih dulu berteriak "Bang WR, ini kak Tiya udah dateng," Entah siapa dia. Disini memang tidak hanya banyak pria tapi juga banyak wanita.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapnya, bingung harus berkata apa.
"Langsung masuk aja, Kak," tutur gadis itu dengan ramah mempersilahkan aku masuk kekosan dengan pintu yang telah terbuka.
"Masuk?" tanyaku dengan ragu.
"Iya. Rame kok. Gak berdua doang. Tenang, aja," jawabnya seolah mengerti kecemasan ku.
__ADS_1
Ku lihat seorang laki laki tengah duduk berselonjor kaki dengan laptop berada diatas paha nya. Belum sempat aku mengucap salam, dia sudah terlebih dulu menengok kearah ku dan mempersilahkan aku masuk.
"Lagi ngapain? Aku ganggu, ya?" Aku menghampirinya dan bertanya mencoba untuk mencairkan suasana.
"Engga, lagi nyantai kok. Udah pernah nonton ini belum?" dia menunjukan sebuah film yang sedang dia tonton di layar laptopnya.
"Apaan tuh?" jawabku bingung.
"Snow White and The Huntsman. Nonton bareng aja, yuk,". pinta nya.
"Tapi, kan mau ngerjain karya ilmiah. Nanti kemaleman,". Aku mencoba menolak permintaan nya karena jujur aku sangat merasa tidak nyaman berada disini lama lama tanpa Simi dan juga Nina. Walaupun para gadis dan pria yang berada disini semua nya ramah ramah dan sopan. Tapi, tetap saja aku belum akrab dan rasa canggung pasti ada. Kenapa tadi tidak ku ajak saja Simi dan Nina tadi untuk ikut kesini. Nina memang sempat meminta ikut kesini dengan alasan ingin bertemu bang Alex. Tapi aku melarangnya. khawatir kalau kalau Nina akan mengganguku mengerjakan tugas ini,.
"Gampang itu mah. Sebentar juga kelar. Malem aku kerjain, besok aku kasih file nya," jawabnya santai dengan netra yang masih saja menatap layar laptopnya.
"Yaudah, geseran. Gak keliatan." WR pun memiringkan laptopnya sedikit kearahku sehingga kini aku bisa melihat apa yang sedang dia tonton dengan jelas.
Okelah, tidak apa apa menemaninya menonton film. Itung itung bayaran karena dia sudah mau membuatkan karya ilmiah untuk ku.
Aku dan dia sama sama sedang fokus menonton film, sebelum suara gadis yang tadi menyambutku mengagetkan kami,
"Bang WR. Hayu, ikut ke Mall. Pacarnya, ajakin".
Pacar? siapa yang dia maksud pacar. Setelah aku fikir fikir, aku memang sedikit kagum pada pria bernama WR. Tapi, tak ada sedikitpun niat ku untuk menjadi pacar nya. "Dia tidak lebih tampan dari Arega" kata kata Simi yang selalu ku ingat. Dimana harga diriku, jika akhirnya aku lebih memilih dia dan meninggalkan Arega. Tidak mungkin.
"Mau ikut, gak?" Tanya WR padaku.
"Engga, kayanya," jawabku.
__ADS_1
Kenapa juga dia harus berfikir bahwa aku akan ikut ke Mall bersama ia dan teman teman nya. Bagaimana jika ada salah seorang teman Arega yang melihat dan melaporkan nya, bisa kacau nantinya. Entah kenapa terbesit kenginan ku untuk memiliki kedua nya. Arega untuk ku pamerkan pada kawan kawan ku karena ketampanan nya. Sedangkan WR akan ku jadikan parter kuliah ku karena dia pintar dalam hal mata pelajaran.